
"tidak,ruby tidak tahu apa pun.aku hanya ingin dia melewati hari hari tanpa tekanan bersama ku."kata brian dengan khawatir
di malam hari
kediaman downson.
"Arghh....,"teriak ruby terbangun karena mimpi buruk..
"ruby,ada apa dengan mu?"tanya brian yang terbangun dengan teriakan ruby..
"ti..tidak apa apa."jawab ruby yang keringat bercucuran
"ruby,kau keringat ,apa kau baik baik saja?"tanya brian yang menglap wajah ruby yang basah karena keringat
"aku hanya mimpi buruk."jawab ruby yang masih cemas
"tidak apa apa ruby jangan takut,minum lah air dulu."kata brian dengan mengambilkan air untuk ruby.
terima kasih...
*mari tidur lah,ini hanya mimpi saja bukan nyata."kata brian dengan menarik tubuh ruby kepelukan nya...
"tapi seperti nyata sangat menakutkan ,aku bermimpi jika aku kecelakaan dan kepala ku berdarah seperti sangat nyata."kata ruby yang masih gemetaran
"tidak honey,ini hanya mimpi,besok akan baik baik saja."ujar brian yang mulai khawatir dengan memeluk erat ruby di pelukan nya..
kenapa mimpi nya sama seperti yang ku lihat?jangan.jangan sampai terjadi apa apa ada nya."batin brian
kerana mimpi buruk yang di alami ruby membuat brian semakin khawatir dan terjaga semalaman..dia memeluk erat gadis itu tanpa melepaskan pelukannya..
keesokan hari nya..
ruby yang sudah sadar dari tidur nya merasakan pelukan erat dari brian yang ketiduran...
dia mencoba melepaskan pelukan brian dan kemudian bangkit dari tempat tidur.akan tetapi gerakan nya terhenti..
"mau kemana gadis kecil ku?"tanya brian yang langsung menarik lengan ruby dan mencium nya.
"aku ingin memasak sarapan."jawab ruby dengan membalas ciuman tunangan nya.
"aneh kau bisa bangun pagi?"
"tidak apa apa!aku hanya ingin masak sarapan untuk mu saja ,kau tidur lah dulu nanti aku bangunin kalau sudah siap."kata ruby dengan mencium wajah brian .
*baiklah,ingat jangan keluar."
"iya,aku tahu"
sesaat kemudian ruby yang sedang sibuk menyiapin sarapan.
setelah sarapan sudah di hidang kan
.tiba tiba handphone nya berbunyi ada panggilan..
"hallo ruby?"suara wanita di seberang sana
"hallo, shery! ada apa pagi pagi kau mencari ku?"
"ruby, aku kecelakaan kaki ku terluka tidak bisa berdiri ."
*kau ada di mana?"tanya ruby dengan khawatir
shery memberitahu lokasi nya.. ruby yang cemas langsung ingin pergi mencari nya
bibi,tolong kalau brian bangun beritahu pada nya aku bawa shery ke rumah sakit."pesan ruby pada pelayan rumah.
"baik,baik! nona hati hati."jawab pelayan dengan pelan
ruby yang membawa mobil sendiri ke lokasi di mana shery mengalami kecelakaan..
"shery"
"ruby,aaaahhh kaki ku."
"mari aku masuk ke mobil."kata ruby yang memapah shery ke mobil..
tanpa mereka sadari seorang pembunuh upahan dari utusan holdie mengikuti ruby dari belakang...
setelah tiba di rumah sakit....
"bagaimana dokter apakah teman ku baik baik saja?"tanya ruby yang tunggu di luar kamar inap
"nona shery harus inap di rumah sakit selama beberapa hari,untuk kondisi sekarang dia belum bisa banyak bergerak."!jawab dokter.
"baiklah, dokter terima kasih"apa aku bisa melihat nya?"
"bisa, silahkan nona!"jawab dokter itu kemudian pergi meninggal ruby.
ruby masuk ke kamar yang di inap shery.
"shery, kau harus tinggal beberapa hari di sini jangan banyak bergerak."kata ruby yang mendekati teman nya itu...
"ruby,ini sangat sulit bagiku,tidak bisa berjalan dan harus inap di kamar yang penuh bau obat."ngeluh shery yang kakiny di balut
"kau harus dengar kata dokter shery,kaki mu itu sangat penting maka harus di rawat dengan baik."bujuk ruby...
"maaf ruby pagi pagi aku menyusahkan mu,oh ya kau keluar apa brian menginzinkan?"
"dia masih tidur aku tidak ingin membangunkan nya."
"aku kagum hubungan kalian.semua penderitaan mu sudah terbayar,brian sangat baik pada mu ."
"iya,aku sangat mencintai nya.aku rasa jika tanpa dia hidup ku pasti hampa,dia selalu saja memanjakan ku,beri ku kasih sayang yang belum aku dapatkan sebelum nya ,dia sangat baik pada ku ."kata ruby dengan raut wajah bahagia
"baguslah,kalau dia baik pada mu,aku bisa melihat jika dia sangat melindungi mu saat dia menyelamatkan kita."lanjut shery
"iya,dia sangat menjaga ku,maka jika dia tidak izinkan aku kerja aku tidak akan kerja ,aku tidak mau dia khawatir."
"mudah mudahan hubungan kalian bahagia selama nya ya."ucap shery dengan senyum
"iya terima kasih"bagaimana kalau aku beli makanan untuk mu!?kau mau makan apa?"
"tidak ruby, aku rasa kau harus segera pulang jika tidak ,saat brian bangun ,tahu kau tidak dirumah aku takut dia akan marah padaku."
"tidak mungkin, dia tahu kalau kau sahabat ku."jawab ruby dengan senyum..
"begini saja, kau cepat pulang,nanti kau datang lagi bersama nya,jika kau sendirian di luar dia pasti khawatir."kata shery dengan cemas
"iya,ya baik lah,kalau begitu nanti agak siang aku kemari bersama nya.dan aku pergi dulu ya."kata ruby yang keluar dari kamar nya shery
ruby kemudian berjalan menuju ke arah mobil..dengan mengambil kunci nya..saat ingin membuka pintu mobilny tiba tiba ada suara mobil yang melaju ke arah nya..saat ruby menoleh ke samping dia ingin lari akan tetapi tidak sempat.
bruukk...
tubuh ruby di tabrak dengan mobil yang mengunakan kecepatan tinggi..tabrakan itu mengena dari sisi bagian perut ruby yang kemudian terangkat tubuhnya kebagian depan mobil dengan kepala terhantuk kuat ke kaca mobil lalu tubuhny jatuh terperlanting ke jalan..
membuat nya tidak bisa bergerak ,darah kepala berceceran di lantai dan menetes ke cincin yang di beri oleh brian..dengan cepat nya cincin itu meresap darah yang mengena nya
"bri...brian"kata ruby yang terbata kesakitan.dia memikirkan tunangan nya itu seakan akan hidupnya sudah berakhir..
"brian,maaf aku tidak tahan aku merasa sakit sekali."batin ruby dengan menetes air mata dan kemudian tidak sadarkan diri
pembunuh upahan itu masih ingin menabrak tubuh ruby yang sudah bergeletak di jalan..ingin memastikan jika wanita itu harus mati..akan tetapi dia di hentikan oleh seseorang yang tiba tiba muncul dari samping nya..
saat dia menoleh ke kiri dia melihat sebuah pistol sudah di arah kan ke kepalanya..tidak lama kemudian orang itu melepaskan tembakan..dan akhirnya pembunuh utusan holdie mati di tempat