Ceo'S A 3000 Year Old Mafia

Ceo'S A 3000 Year Old Mafia
pertengkaran brian dan ruby



"dia berkorban hanya demi kalung ini?seberapa penting kalung ini sehingga dia tidak memikirkan nyawa nya sendiri"bentak brian


"tuan,apakah kalung ini bukan pemberian dari mu?"tanya cavon dengan heran


"lalu apa niat mu kemari mencari ku?"tanya brian dengan tatapan tidak senang


"tuan,aku tahu saat di flower garden ada kesalah pahaman,bagi ku ruby adalah adik ku,dan bibi juga sangat menyayanginya,ruby mengatakan pada ku jika dia sangat menyukai tunangannya,akan tetapi karena kondisi tubuhnya tidak bagus maka dia memilih untuk pergi,dengan harapan jika tunangan nya bisa menikah dengan wanita lain"jelas cavon dengan menatap brian


"jika dia meninggalkan ku karena masalah ini bukan kah ini tidak masuk akal?aku sudah mengatakan pada nya jika aku tidak butuh anak,yang ku mahu adalah hanya dia"balas brian dengan emosi


"aku mengerti perasaan tuan,aku kemari hanya ingin mengatakan ruby sangat merindukan mu selama ini,buktinya di saat kalung itu hilang seperti separoh nyawa nya juga hilang,tuan yang ku inginkan katakan hanya ini,aku pamit dulu"ujar cavon yang melangkah keluar dari ruangan brian


"kalung ini bukan pemberian dari ku,ruby siapa yang memberi mu kalung ini sehingga kau begitu mementingkannya"gumam brian dengan kesal


"cavon"teriak ruby yang berjalan ke arah cavon


"ruby"balas cavon dengan senyum


"kenapa kau ada sini?kau mencari ku?"


"iya ,aku hanya ingin datang melihat mu"


"bagaimana dengan bibi?"


"bibi baik- baik saja,anak buah tuan brian sudah memberitahu kami jika kau dan tuan brian akan ke kota"jawab cavon


"maaf,aku belum sempat pamit sama kalian"ujar ruby dengan sedih


"sudahlah gadis bodoh,aku dan bibi tidak menyalahkan mu,yang penting kau sudah bertemu dengan nya dan bahagia lah bersama nya hidup kalian sangat panjang hargai masa masa kalian bersama"kata cavon sambil mengelus ujung kelapa ruby


"baiklah,jika ada waktu aku ingin ke flower garden"ujar ruby dengan menatap cavon


"baiklah,aku tunggu kau datang bersama tunangan mu,aku pulang dulu bibi sedang menunggu"kata cavon dengan melangkah keluar dari hotel


di saat ruby dan cavon sedang berbicara brian sedang menatap tajam ke arah mereka..api cemburu nya tetap ada walau dia tahu hubungan cavon dan ruby hanya sebatas kakak beradik


"apa kau sudah puas melihat nya"teriak brian dengan nada kuat


ruby yang terkejut tiba-tiba mendengar ada suara yang di belakang nya.lalu dia menoleh ke arah suara itu.dia melihat tatapan brian yang ingin menelan nya hidup-hidup


di sisi lain sean yang berada tidak jauh dari posisi mereka juga mendengar teriakan brian pada ruby..sebenarnya sean sangat simpati pada gadis itu..di karena dia sering di bentak oleh ketua nya yang sering di landa api cemburu


"brian,ke+kenapa kau marah?"tanya ruby dengan ketakutan


"berapa banyak hal aku tidak tahu mengenai mu selama 20 tahun ini?"bentak brian dengan menahan dagu ruby


"apa yang kau katakan?"tanya ruby dengan menepis tangan brian yang menyakiti dagunya


"jangan pernah merahasiakan apa pun pada ku"kata brian dengan menarik kuat tangan ruby dengan berjalan menuju ke kamar


"brian,sakit tangan ku,lepaskan"teriak ruby dengan menahan sakit tangannya yang di genggam kuat oleh brian


klek...


brukkk.


"ada apa dengan mu ?"tanya ruby dengan mata berkaca-kaca


"katakan pada ku ,selain cavon dan jacob apa kau masih mengenal pria lain?"tanya brian dengan nada tinggi dan mata memerah


"tidak ada,ada apa dengan mu?"tanya ruby dengan menahan sakit karena kedua tangannya di tekan kuat oleh brian


"ruby, jangan sampai aku mengetahui jika kau ada pria lain selain jacob dan cavon"ancam brian dengan api cemburu


"bukan nya kau sudah tahu jika cavon dan jacob hanyalah keluarga ku,kenapa kau sering saja mempermasalahkan mereka"bentak ruby dengan kesal


"karena aku tidak suka jika ada pria yang dekat dengan mu apa kau tahu"jawab brian dengan tatapan aura membunuh


"jika kau tidak percaya pada ku untuk apa kau memaksa ku bersama mu,dan di mata mu aku wanita yang tidak bisa di percaya bukan?kenapa kau tidak cari saja wanita yang bisa membuat mu percaya dan menikah saja dengan nya"teriak ruby dengan menangis


"kau ingin mendorong ku ke wanita lain?jangan bermimpi,ruby dengar baik- baik selagi aku brian downson masih hidup semua milik mu adalah milik ku,tubuh mu ini adalah milik ku seorang diri,jangan pernah berharap kau bisa bersama dengan pria lain"ancam brian dengan tatapan tajam


"ada lagi kalung mu ini apa sangat berharga bagi mu sehingga kau mengabaikan nyawa mu?"tanya brian yang berdiri dan memperlihatkan kalung pada ruby


"kalung ku,kenapa ada bersama mu?"tanya ruby dengan berdiri di hadapan brian


"kenapa kau penasaran,anggota ku yang menyelamatkan mu saat itu dan mereka menemukan kalung ini,saat aku melihat nya aku langsung mengetahui jika pemilik kalung ini adalah kamu"jelas brian


"baguslah,aku kira sudah hilang"ujar ruby dengan menghela nafas


"apa ini sangat penting bagi mu?sehingga kau anggap ini adalah nyawa mu?"tanya brian dengan kesal


"kembalikan padaku"pinta ruby dengan ingin mengambil nya dari tangan brian


"kembalikan?pria mana yang memberi mu kalung ini?"


"kalung itu sebenarnya"jjawab ruby yang terpotong karena tiba tiba ada suara yang memanggil brian dari luar kamar


"ketua"panggil william


klek.


"ada apa?"tanya brian dengan kesal


"ketua,pesanan ketua sudah ku lakukan"jawab william


brian lalu ke ruangan bersama william dan meninggalkan ruby di kamar...


"brian, kenapa kau sekarang sangat kasar pada ku,kau yang dulu tidak akan melakukan nya pada ku,tapi kau sekarang tidak percaya kata kata ku lagi,apa di mata mu itu aku adalah wanita murahan sehingga tidak layak mendapat kepercayaan mu"gumam ruby dengan menangis dengan terisak


sean yang di luar kamar mendengar tangisan ruby ,dia tahu sikap ketua nya sangat keras pada gadis itu akan tetapi dia berani berani kata apa pun


"semua sudah selesai?"tanya brian dengan melihat dokumen flower garden


"iya ketua,semua uang sudah ku transfer ke pemilik kebun,nama sesuai perintah ketua atas nama nona"jawab william dengan cepat


"baguslah,sebelum berangkat kita akan ke flower garden,ruby sangat ingin ke sana sebelum kembali ke kota A"jawab brian dengan cuek