
"tentu saja,selama bertahun-tahun mereka sangat meresahkan,banyak warga di desa sangat takut dengan mereka"jelas ruby dengan kecewa
"apa mereka sering mengusik mu?"tanya brian dengan menatap ruby
"iya ,selama tiga tahun ini mereka mengejar ku terus dan pernah menculik ku dan aku bisa lolos dari mereka,setiap mereka melihat ku mereka pasti akan menangkap ku,untung saja di flower garden banyak warga yang baik hati maka mereka telah membantuku usir mereka saat mereka ingin menangkap ku"jelas ruby dengan panjang lebar
xpemilik kebun telah meminjam sejumlah uang dengan mereka ,dan pemiliki kebun itu kabur oleh sebab itu mereka mencari kami,sebelumnya sudah dua wanita yang di bawa mereka dan sudah tidak punya kabar sampai sekarang"lanjut ruby.
"ruby,mulai hari ini mereka tidak akan lagi mencari masalah di desa itu,dan kau juga akan aman aman saja,selama ini kau ketakutan karena ulah mereka ?"kata brian dengan mata simpati
"jika aku di flower garden maka aku tidak takut.kerena mereka semua sangat kompak mereka tidak ingin kejadian penculikan terulang lagi,maka selama ini mereka sangat membantu ku"terang ruby dengan cepat.
"jika aku lebih cepat menemukan mu maka kau tidak akan mengalami masalah ini"ujar brian yang memeluk ruby.
"katakan pada ku sebelum kau ke flower garden kau kemana?"
"aku tinggal di sebuah pulau selama 15 tahun"jawab ruby
"pulau?apa karena kau tidak ingin aku menemukan mu maka kau tinggal di sebuah pulau?"tanya brian dengan penasaran
"bukan,hanya saja aku mau mencoba di sana,orang orang di sana sangat baik pada ku,suatu hari aku ke kota ini dan aku kecelakaan,dan cavon yang membawa ku ke rumah sakit,aku koma selama seminggu dan kemudian dia yang biaya semua obat obatan,oleh sebab itu demi mau bayar semua biaya pada nya aku bekerja di flower garden."
"apa kau merasakan hutang budi pada nya atau kau menyukai nya?"tanya brian dengan serius
"tidak,aku hanya anggap dia sebagai kakak ku saja,dan juga jacob juga menganggap ku sebagai kakak nya.karena bibi shen mengganggap ku sebagai anak nya,kami seperti sebuah keluarga walau tanpa ada hubungan darah"jelas ruby lagi
"untuk pertama kalinya aku merasakan kasih sayang dari seorang ibu ,kakak dan adik,ini belum pernah ku rasakan sebelumnya
dan juga cavon sudah tahu mengenai darah ku,jacob dan bibi juga mereka membantu ku menyimpan rahasia ini dan tidak di ketahui warga lain nya"jelas ruby lagi mata berkaca kaca..
"aku mengerti maksud mu,mungkin aku harus berterima kasih pada nya"ucap brian dengan menatap ruby
"ah kau tidak akan melukai cavon dan jacob kan?"tanya ruby dengan suara pelan
"awal nya aku ingin membunuh cavon di saat di flower garden karena kau begitu mementingkan dia sehingga membuatku marah,tapi karena mereka menjaga mu selama ini maka aku akan urungkan niat ku"jelas brian dengan mendekatkan bibir ruby dan mencium nya
di malam hari
"ketua"sapa serentak william dan sean yang baru kembali dari desa itu
"ketua,mereka semua sudah kami tangkap"kata william
"dan juga kami sudah memaksa mereka mengembalikan semua uang dan barang yang mereka rampas dari warga warga desa itu"lanjut sean
"beri pelajaran pada mereka,sehingga mereka tidak bisa lagi buat kejahatan dan kemudian lepaskan"perintah brian
"ketua,kami sudah menyelidiki keberadaan pemilik kebun itu ,dan sudah tahu di mana dia,dia bersembunyi di suatu tempat karena berhutang pada lintah darat ini"kata william
"minta dia jual flower garden.jika tidak mau paksa dia, kemudian buat atas nama ruby"kata brian dengan menatap william
"ketua,ingin membeli flower garden?"tanya serentak william dan sean dengan heran
"benar,ruby sangat menyukai tempat itu,dan juga semua warga sangat melindunginya selama ini.selama kebun itu milik kita maka kita akan menjaga semua warga yang di sana,agar tidak ada yang berani mengganggu kehidupan mereka lagi"jawab brian dengan duduk bersandar di sofa
"sean,bagaimana acara pesta pernikahan?"tanya brian dengan menatap sean
"ketua,aku sudah mencari khusus perancang pesta ini,maka tenang saja semua akan sangat indah nona pasti menyukai nya"jawab sean dengan senyum
"hm baguslah ,aku sudah menunggu lama gadis kecilku kali ini kau tidak bisa kabur lagi"gumam brian dengan senyum.
"brian,kenapa aku tidak melihat william?"tanya ruby yang melihat sekeliling di restoran hotel yang mereka tempati
"dia ada urusan yang harus di kerjakan"jawab brian dengan memberi lauk ke piring ruby
"bagaimana dengan lintah darat itu?"
"tenang saja, mereka sudah di penjara di markas naga hitam"jawab brian dengan santai
"baguslah,akhirnya warga sana bisa tenang"ujar ruby dengan menyantap makanan nya
"apa kau sangat menyukai flower garden?"tanya brian dengan menatap lembut pada ruby..
"iya,sana sangat indah dan wangi siapa saja yang tinggal di sana pasti bahagia"jawab ruby dengan cepat
"beberapa hari lagi kita akan kembali kota A"
"kota A?apa aku bisa ke flower garden ?aku ingin pamit pada mereka"tanya ruby dengan lemas
"bisa saja,tapi aku akan menemani mu"jawab brian dengan cepat
"baiklah"jawab ruby yang dengan kurang senang,ruby merasa aneh jika harus kembali ke kota A,karena dia tidak tahu jika brian merencana ingin menikahi nya bahkan sudah melakukan persiapannya..
keesokan hari nya...
ruby yang sendirian sedang duduk di halaman hotel itu sambil melamun dan kemudian sean pun mendekatinya.
"nona"sapa sean yang melangkah ke arah ruby.
"sean,kau di sini."
"iya,kenapa nona sendirian di sini,seperti nona ada masalah?"tanya sean yang duduk di hadapan ruby
"sean,kenapa brian ingin membawa ku pulang ?"tanya ruby dengan muram
"karena ketua ingin menikahi mu nona"jawab sean dengan senyum
"menikahi ku?apa kau tidak salah?"tanya ruby yang hampir tidak percaya
"iya,apakah nona lupa pernikahan kalian tertunda selama 20 tahun,dan ketua tidak mau menunggu lagi,bahkan sudah menyuruh ku buat persiapan"jawab sean dengan cepat
"tapi,apakah brian belum menikah?"tanya ruby penasaran
"menikah?dengan siapa?"tanya sean dengan heran
"sudah 20 tahun aku pergi apakah dia tidak menikah dengan wanita lain?"tanya ruby lagi dengan penasaran