Ceo'S A 3000 Year Old Mafia

Ceo'S A 3000 Year Old Mafia
Rahasia kehamilan



Rumah sakit


Brian, Shery dan keluarga Bibi Shen menunggu di luar ruangan rawat.


Brian yang wajah nya sudah pucat akibat khawatir melihat istrinya yang tiba-tiba saja pingsan membuat nya tidak bisa duduk diam. semenjak istri nya masuk ke ruangan rawat Brian berjalan ke sana kemari dengan tidak tenang.


"Brian, jangan khawatir. mungkn saja Ruby kelelahan."kata Shery yang melihat Brian yang tidak tenang dari tadi


"Brian, benar kata Shery mungkin Ruby hanya kelelahan."'lanjut Cavon dengan memegang pundak Brian


Sesaat kemudian dokter keluar dengan wajah lemas.


"Dokter, bagaimana dengan istri ku?"tanya Brian yang langsung mendekati dokter itu


"Tuan, istri anda hamil."jawab dokter dengan menatap Brian yang di hadapan nya..


"Hamil?"jawab serentak Shery dan keluarga Bibi Shen dengan gembira


"Ini bagus sekali, akhir nya Ruby hamil."ujar Shery dengan gembira


"Iya, ini benar-benar kabar gembira."lanjut Jacob dengan bahagia


"Brian, kalian akan punya anak selamat ya."'ucap Bibi Shen dengan mendekati Brian


Ketika semua orang yang mendengar kabar kehamilan Ruby mereka merasa sangat bahagia, akan tetapi Brian yang mendengar kabar ini membuat nya tidak bahagia sama sekali.


"Dokter, apakah ini benar istri ku hamil ? dan juga apakah tidak membahaya kan kesehatan nya?"tanya Brian dengan tatapan tajam


"Tuan, ini yang ingin ku katakan, dengan kondisi tubuh istri anda yang dulu pernah terluka, ini akan sulit untuk mempertahan kan janin nya, selain itu nyawa istri anda juga terancam, andaikan bisa mempertahan kan sehingga masa kelahiran nya di saat itu, Tuan hanya bisa memilih salah satu dari mereka."' jawab dokter dengan menatap sedih ke arah Brian


"Kenapa bisa sampai begini? ini kasihan sekali."ujar Bibi Shen


"Jika Ruby tahu maka dia pasti akan terluka, dia sangat berharap bisa mendapatkan anak untuk Brian."lanjut Shery dengan menatap Brian


"Iya, dulu dia memilih pergi juga karena berharap Brian bisa mendapatkan anak bersama wanita lain, dan sekarang Ruby sudah hamil akan tetapi dia malah harus menghadapi masalah ini, ini sangat tidak adil bagi nya."sambung Cavon dengan raut sedih


"Dokter, gugurkan. aku tidak mau istri ku dalam bahaya, hanya ini yang bisa di lakukan."kata Brian dengan mata berkaca kaca


"Kakak ipar, apa kamu sudah mempertimbangkan dengan baik? itu adalah anak mu?"tanya Jacob dengan memegang pundak Brian


"Jacob, proses kehamilan adalah 9 bulan, aku tidak mau melihatnya menderita, dan juga ini sangat membahayakan nyawa nya, aku tidak ingin mempertaruhkan nyawanya demi janin di dalam kandungan nya itu." jelas Brian dengan menatap Jacob


"Kakak ipar, aku mengerti maksud mu, hanya saja apa kamu akan menyesal ?karena Ruby tidak bisa melahirkan lagi, dan ini bisa di katakan anak kalian satu satu nya?"tanya Jacob lagi.


"Aku mencintai Ruby lebih dari segala nya, jika Ruby menginginkan anak maka kami akan adopsi bukan kah di saat itu kami juga punya anak. selama ini aku tidak ingin dia berkorban untuk ku, dan jika dia tahu dia hamil maka dia pasti akan menentang di aborsi ."ujar Brian dengan khawatir


"Maksud mu masalah kehamilan Ruby kita rahasiakan?"tanya Shery dengan menatap Brian.


"Benar, aku berharap kalian semua tutupi masalah kehamilan nya. aku tidak ingin dia terluka, kami baru menikah dan aku berharap dia bahagia, jika masalah ini sampai dia tahu maka dia akan terluka."pinta Brian dengan menatap mereka semua


"Baiklah, aku tahu harus bagaimana, sebentar lagi istri anda akan sadar. besok operasi akan di lakukan."jawab dokter.


"Terima kasih, dokter. tolong selamatkan istri ku "balas Brian dengan mata yang berkaca kaca


Brian dan yang lainnya kemudian masuk ke ruangan inap istrinya.


"*I*stri ku, maaf kan aku jika aku melakukan ini pada mu, aku tahu ini sangat kejam , tapi aku tidak punya pilihan lain, jika aku pertahankan janin ini maka hidup mu akan terancam, aku tidak ingin kehilangan mu, biar lah aku sebagai suami mu yang menanggung rasa sakit ini karena kehilangan anak kita, dan aku hanya berharap kau hidup bahagia dan penuh tawa untuk setiap hari."'batin Brian dengan menyentuh wajah istri nya yang masih belum sadar.


"*A*nak ku, maafkan papa mu, papa tidak bisa mempertahankan mu, karena kondisi mama mu tidak baik, jadi papa hanya bisa melepaskan kepergian mu, kamu adalah keturunan ku satu satunya. akan tetapi kita tidak punya jodoh."batin Brian dengan mengelus perut Ruby.


Sesaat kemudian Ruby membuka mata nya dan melihat sekeliling


"Ada apa dengan ku? kenapa aku berada di rumah sakit?"tanya Ruby yang bangkit dari tidur nya


"Ruby, kata dokter kau kelelahan."' jawab Brian yang duduk di samping Ruby


"Benar Ruby, dan besok dokter akan menjalani operasi kecil untuk mu untuk periksa luka lama mu."ujar Shery dengan menatap Ruby


"Operasi? kenapa harus operasi? luka lama bukannya sudah 20 tahun?"tanya Ruby dengan kaget


"Ruby, ini adalah perintah dokterkau tiba-tiba pingsan, untuk lebih aman dia ingin melakukan operasi agar bisa memastikan luka mu itu, karena luka dalam mu saat itu sangat parah, makanya dokter hanya ingin periksa kembali."jelas Brian dengan memeluk tubuh istri nya


"Tapi selama ini aku tidak merasakan sakit, apalagi sudah begitu lama "jawab Ruby dengan heran


"Tidak apa-apa ruby, kau jangan takut kami semua akan menemanimu besok ."kata Jacob dengan coba menenangkan Ruby


"Benar Ruby, lakukan saja ya. ini untuk kebaikan mu, aku rasa kau juga tidak ingin Brian khawatirkan? saat kau pingsan Brian sangat cemas"ujar Bibi Shen


"Baiklah, aku ikut kata kalian saja, tapi aku benar-benar tidak mengidap penyakit apa punkan?"balas Ruby dengan menatap dekat Brian yang di samping nya


"Tidak sayang, kau sehat saja, hanya hentakan yang terlalu kuat yang membuat mu luka, ini hanya periksa ulang saja, setelah siap operasi kita sudah boleh pulang."ujar Brian dengan menyentuh wajah istrinya


"Baiklah, kalau begitu aku mendengarkan mu."jawab Ruby dengan senyum.


"Ketua"sapa Willilam dan Sean


"Bagaimana dengan tamu?"tanya Brian yang berada di luar kamar inap


"Semua sudah pulang, tenang saja, ketua. Kian dan Jims yang mengurusnya di sana."jawab Sean .


"Brian, ada yang ingin ku tanyakan


."sapa Shery yang baru keluar dari kamar inap Ruby


"Ada apa Shery?"tanya Brian dengan menoleh ke arah Shery


"Brian, aku hanya ingin tahu apa kamu akan mencari wanita untuk melahirkan anak mu? atau kau akan menikah lagi suatu saat nanti jika di saat usia pernikahan kalian sudah 10 atau 20 tahun? kau pria yang sukses jika kau tidak punya keturunan ke depan nya bisnis mu tidak ada pewaris nya, apa kau akan menyesal?"tanya Shery dengan penasaran. karena masalah ini pernah terjadi pada salah satu teman nya ,20 tahun yang lalu dia pernah mengatakan pada Ruby