
di malam hari
kediaman downson.
jam dinding menunjukkan pukul 12.00.
brian yang sudah tertidur tiba tiba saja membuka mata nya dengan besar,bola mata nya berubah menjadi warna merah api dan kemudian dia menoleh ke samping kiri nya melihat ruby yang sedang tidur pulas,kemudian brian pun mendekati nya dengan menyentuh wajah mulus gadis itu..
karena sentuhan yang di rasakan ruby pun tersadar saat dia membuka mata melihat sesosok mata merah yang menatapi nya membuat dia sangat kaget hingga hampir berteriak dengan cepat nya dia mengunakan ke dua tangan nya menutupi mulut nya...
"bri..brian"kata ruby yang dalam ketakutan.
gadis kecilku ,aku membangunkan mu?"tanya brian yang masih belum sadar dengan warna merah matanya menakuti pacar nya itu..
ma..mata mu, ke..kenapa?"tanya ruby dengan terbata bata.
kemudian brian pun tersadar dia segera memejamkan mata nya sesaat dan kemudian membuka mata nya lagi..
maaf, ruby aku menakutkan mu,"kata brian dengan mencium kening gadis itu .
"apa kamu baik baik saja?"
"aku tidak apa apa,hanya mimpi buruk saja,maaf ruby aku sudah menakuti mu,"ucap brian dengan mengelus rambut ruby yang panjang itu..
aku ambilkan air untuk mu ya?"kata ruby yang ingin bangkit dari kasur
tidak perlu,aku tidak haus,"jawab brian yang menarik tubuh ruby ke pelukan nya...
apa benar kau tidak apa apa?aku melihat wajah mu sangat pucat dan juga keringat tidak seperti biasa nya ,"tanya ruby dengan menyentuh wajah brian yang di basahi keringat
tidak apa apa honey,tidurlah,besok libur saja,"
"libur apa kau sakit?"
tidak,hanya mimpi buruk saja,dan ingin istirahat,"kata brian dengan menatap ruby.
"bagaimana kalau aku saja ke perusahaan?"
jangan ruby,temani saja aku di rumah,jangan menjauh dari ku,apa kau mengerti ?"lanjut brian yang tiba tiba khawatir dengan ruby
"baiklah,aku mendengarkan mu."
gadis ku yang baik,tidurlah."kata brian dengan memeluk erat tubuh ruby yang ramping itu.
sesaat kemudian ruby ketiduran.akan tetapi brian masih dalam keadaan sadar,dan kemudian bola mata nya berubah warna merah api..wajah nya yang pucat dan serta keringat dingin...dia hanya menatap gadis yang tidur di pelukan nya sepanjang malam...
ke esokan harinya....
klek....
"ketua!"sapa william yang datang ke rumah mencari ketua ny
"hm"jawab cuek brian sambil melamun yang duduk di samping meja..
ketua, wajah mu sangat pucat?apa ketua tidak apa apa?"tanya william yang khawatir.
"william,aku melihat sesuatu."
"melihat sesuatu?"tanya william dengan penasaran
iya,semalam aku melihat nya kecelakaan ,dan kepala keluar banyak darah sehingga tidak sadarkan diri."kata brian dengan menoleh ke arah william dengan mata merah nya.
"ketua,maksud mu nona?atau ketua hanya mimpi?"
ketua, jangan khawatir,kalau nona keluar bersama kita dia tidak akan ada masalah ."jelas william yang khawatir melihat kondisi ketua nya yang pucat.
ruby adalah belahan jiwa ku,oleh sebab itu aku bisa melihat dengan jelas, dan ini sangat menakutkan,"lanjut brian yang dengan wajah muram.
"ketua ,ribuan tahun aku mengikutimu baru kali ini kau dalam ketakutan,biasa nya walau kita di kepung berapa banyak musuh kau pun sanggup mengalahkan mereka tanpa rasa takut,tapi kali ini kau benar benar beda.,nona mudah mudahan kau selalu bersama ketua kalau saja sehari tanpa dirimu aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan ketua ,"batin william.
klek .....
"brian"suara ruby yang berjalan masuk ke ruang baca
"nona"sapa william
"william, kau disini?"sapa ruby dengan membawa semangkuk sop.
"iya nona"
brian, aku memasak sup untuk mu,kelihatan nya semalam kau tidak cukup tidur,makanya wajah mu pucat."kata ruby dengan menarohkan mangkok sup di meja..
brian yang tadinya duduk di samping meja dia berpindah ke kursi nya.mata nya yang tadi merah kembali menjadi normal..karena dia tidak ingin menakuti tunangan nya..
eh..itu nona,sup ini seperti nya tidak bisa membantu ketua."ujar william yang melihat ke arah isi mangkok itu.
kenapa?"tanya ruby dengan menoleh ke brian..
tidak apa apa, aku akan menghabisi nya nanti."kata brian dengan menarik ruby duduk ke pangkuan nya...
brian, kenapa kau masih pucat dan juga keringat dingin,apa kau yakin kau tidak apa apa?"tanya ruby dengan khawatir.
tidak apa apa,aku hanya tidak tidur maka bisa pucat,sebentar saja sudah baikkan.."jawab dengan memerhatikan ruby
tidak bisa kalau begini,william tolong panggil kan dokter."pinta ruby dengan menoleh ke arah william.
nona, sebenar nya seperti kami ini tidak butuh dokter,ketua hanya butuh istirahat saja."jawab william ,...
benarkah?jadi kalau kalian sakit harus bagaimana?"tanya ruby yang belum mengerti tentang klan vampir
kami tidak butuhobat sama sekali,hanya istirahat saja."jawab brian dengan menatap dalam ke arah ruby yang di dekat nya.
ketua ,aku pamit dulu."kata william dengan meninggalkan ruang baca..
brian,wajah mu sampai basah karena keringat, dan kau juga pucat,apa benar baik baik saja?"tanya ruby dengan menglap wajah brian yang basah karena keringat dingin.
tidak apa apa ,gadis kecilku,"jawab brian dengan senyum
"bagaimana kalau kau istirahat di kamar?"
ruby ,temani saja aku di sini."kata brian dengan memeluk erat tubuh ruby yang ramping itu.
baiklah,kalau kau lelah istirahat di kamar ya."
iya honey,"jawab brian dengan mendekati wajah ruby sehingga mereka bertatapan ,dan kemudian mereka pun berciuman
ruby, selama ini aku tidak takut apa apa,tapi aku hanya takut kehilangan mu,bayangan yang ku lihat sangat nyata,ini membuat ku takut akan kehilangan diri mu."batin brian..
kediaman giswen
"bos,apa rencana seterus nya?"tanya tony
rampas wilayah A ,wilayah ini sangat berharga.jika aku bisa dapat maka setiap bulanan kita bisa mengutip uang bulanan sewa,di sana sangat ramai para penjual kaki lima maka aku menginginkan nya."perintah samuel.
wilayah itu di padati penjual dan pembeli,akan tetapi aku mendengar info brian downson tidak pernah mengutip sewa di sana,oleh sebab itu di sana di padati penjual dan automatis jadi banyak pengunjung,"jelas tony panjang lebar yang sebelumnya sudah menyelidikinya