
Setelah meninggalkan lokasi kejadian Brian pun membawa mobil sendiri tanpa di ikuti William dan Sean.
Niat Brian adalah ingin melacak vampir yang tadinya membunuh 4 orang tersebut..
Tiba di suatu tempat yang sepi tanpa sesiapa pun di sana
Brian yang melihat dari dalam mobil ada sesosok yang tergeletak di lantai, kemudian Brian pun keluar dari mobil dan melangkah mendekati sesosok yang tergeletak di lantai itu ternyata adalah wanita yang jadi korban gigitan yang sama persis dengan 4 korban tersebut.
Brian memerhatikan luka gigitan itu yang terjadi baru beberapa detik yang lalu, Brian bisa merasakan aura panas yang masih di tempat dia berada, dengan melihat sekeliling dengan memejamkan mata dan fokus ingin mengetahui posisi musuhnya itu..
Kemudian dirinya dengan mengunakan kekuatan nya untuk terbang ke atas bangunan tersebut dan mengejar seseorang yang sedang kabur melihat nya. dengan sergap Brian langsung menangkapnya dengan tangan kiri memegang erat bahu kanan orang itu..
Kemudian terjadilah perkelahian, tangan Brian yang menekan sekuat tenaga membuat lawan nya luka di pundak nya. dan kemudian menendang kaki bagian belakang mengunakan kaki kiri,sehingga musuh terhempas ke lantai, setelah itu Brian mengunakan tangan mencengkram lawan hingga tidak berkutik
Setelah di dapati ternyata adalah klan vampir dari beda kawanannya .
Vampir itu tidak bisa bergerak sama sekali dari gengaman Brian yang sangat kuat. dengan satu tangan Brian bisa membunuh musuh nya.
"Mana ketua mu?"tanya Brian dengan tangannya menekan leher lawan
"Aku tidak punya ketua ," jawab vampir dengan suara rendah sambil menahan sakit
"Aku tahu selama ni ketua mu membunuh banyak orang, walau kau tidak mengatakannya aku rasa aku sudah tahu siapa dia ,"gertak Brian sambil mematahkan leher vampir dengan satu cekikan
Akhirnya vampir tu tewas di tempat.
"Akhirnya kau kembali kawan, namun sayang bawahan mu ini adalah peringatan untuk mu, pertarungan kita akan di mulai lagi,"kata Brian dengan melihat jasad vampir.
Perusahaan Downson.
Semenjak kejadian itu Ruby berupaya untuk mengelak dari Brian karena dia sangat segan dan tidak tahu apakah harus menerima cinta pria atau tidak
"Tuan, ini file yang anda inginkan, silakan di baca dulu, kalau tidak ada apa-apa aku permisi dulu," ucap Ruby dengan segera melangkah keluar
"Ruby tunggu,"
"Iya,"
"Kemari,"
"Tuan, aku masih ada urusan lain yang harus ku kerjakan, permisi" kata Ruby segera meninggalkan ruangan Brian
"Ruby,"panggil Brian yang bangkit dari kursi besarnya dan menyusul Ruby
Ruby yang masuk ke dalam ruangan sangat merasa cemas dan canggung, dan di saat ingin menutup pintu, pintu nya di tahan oleh Brian yang kemudian juga masuk ke ruangan Ruby dengan mengunci nya.
"Tuan, apa yang kau lakukan?"tanya Ruby dengan merasa kaget
Brian langsung mencium bibir gadis itu dengan menahan kepala bagian belakang nya, Ruby yang meronta tapi tenaganya tidak sekuat Brian..
"Le..lepaskan aku Tuan,"kata Ruby dengan menoleh ke samping.
"Sudah ku bilang jangan memanggil ku tuan,"kata Brian yang mendekatkan Ruby ke dinding
"Iya, aku tahu, apa kau bisa jauh dari ku," kata Ruby dengan mendorong tubuh brian
Kedua tangan Ruby di tahan ke atas oleh tangan kanan Brian
"Lepaskan Brian, apa yang ingin kau lakukan?"
"Jangan mengelak dari ku, Ruby. kemana pun kau pergi akan ku kejar sampai dapat,"kata Brian dengan wajahnya yang dekat dengan wajah Ruby
"Ruby, jangan membuatku menahan mu di rumah ku, karena aku tidak mau kau jauh dari ku, maka tetaplah seperti biasa" ujar Brian dengan kesal, karena dia tahu Ruby yang sedang tidak ingin dekat dengannya
"Iya, aku tahu. apa bisa kau lepaskan tangan mu dulu?"
Brian kemudian mencium bibir tipis Ruby dengan lembut, kemudian dia pun melepaskan tangannya. setelah itu dia memeluk pinggang Ruby dengan tangan kiri. sementara tangan kanan nya mengelus kepala gadis itu
"Tetaplah di sisiku, Ruby. aku sudah kehilangan diri mu selama bertahun-tahun, aku hanya meminta temani diriku hingga akhir hayat ku,"kata Brian sambil mengelus kepala Ruby
Ruby membulatkan mata besarnya setelah mendengarkan ucapan Brian yang sangat serius,
dia merasakan kehangatan setiap kali Brian memeluknya, dia memilih pasrah karena dia tahu kalau melawan, Brian juga tidak akan melepaskan nya
Sementara di ruangan Brian, William dan Sean yang sedang tunggu kedatangan ketua nya
Klek.
Suara pintu terbuka Brian yang kembali ke ruanganya yang sudah di tunggu oleh William dan Sean
kemudian Brian duduk di sofa bersama mereka
"Ketua, ada apa memanggil kami kemari?"tanya William
"Dia sudah kembali, aku menemukan salah satu klan vampir,"kata Brian dengan melonggarkan dasinya
"Klan vampir? berarti yang datang bukan cuma satu bahkan masih ada yang lain?" sambung Sean dengan cepat
"Hm, aroma nya sudah tercium di kota ini, dia kembali dengan tujuan balas dendam," ujar Brian dengan tenang
"Ketua, kita harus segera menangkapnya, jika tidak maka akan lebih banyak jatuh korban,"seru William
"Dia pintar bersembunyi, sudah 2000 tahun akhirnya dia hidup kembali ,"ucap Brian lagi
"Ketua, bagaimana ketua bisa tahu kalau dia?" tanya Sean dengan heran
"Dia memiliki aroma kuat yang beda dengan klan lainnya, aku mengetahui nya karena aromanya melekat di tubuh vampir yang ku bunuh semalam ," jawab Brian dengan berdiri dari sofa dan menuju ke arah jendela
"Ketua, dia kembali untuk mencari mu,"ucap William yang khawatir
"Benar, maka dia ingin mengumpul kekuatan untuk membunuhku, dan akan banyak korban yang berjatuhan selama beberapa bulan ini ,"jelas Brian dengan menoleh ke arah William dan Sean
"Apa langkah kita seterus nya ?"tanya Sean
"Kerahkan klan kita, secara rahasia jangan menampilkan diri, bunuh anak buah musuh kita, ingat jika klan bertemu dengan nya menjauhlah darinya, aku tidak ingin teman kita menjadi korban sia-sia," perintah Brian
"Aku sudah tidak sabar untuk menghadapinya, kali ini aku akan membuatnya lenyap selamanya,"lanjut Brian dengan penuh amarah.
Di sebuah tempat yang berada di hutan
"Ketua, kawan kita tewas,"kata anak buah vampir dengan membawa jasadnya
"Siapa yang berani membunuh kawan ku?" tanya vampir itu yang penuh emosi, sambil melihat leher kawannya yang patah hancur bagian dalam tulangnya
Setelah ketua nya periksa kondisi kawannya, wajahnya langsung berubah merah bagaikan darah naik ke kepala
"Sialan! berani sekali usik anak buah ku,"teriak vampir itu dengan emosi tinggi
Dengan luka yang di alami teman nya membuat vampir ini langsung mengetahui siapa pelakunya.
"Kau sengaja mengunakan cara ini sebagai peringatan untuk ku Brian Downson,"teriak vampir dengan mata nya berubah warna hitam