
"hei wanita ,mau kemana kau kabur?"teriak mereka bertiga yang menuju ke arah ruby dan dua anggota naga hitam
"nona,kau pergi saja dulu,biar kami yang menghalang nya"kata salah satu anggota naga hitam
"terima kasih tuan"ucap ruby dengan cepat meninggalkan tempat itu
"wooiii,jangan lari" teriak para lintah darat itu dengan keras,mereka nekad untuk menangkap ruby akan tetapi tujuan mereka di halang oleh dua anggota brian donwson..
"kalau kalian melangkah lagi kami tidak akan segan"ancam dua anggota itu dengan mengeluarkan senjata apinya dengan menodong ke arah mereka
"eh ka-kalian siapa? kami tidak menyinggung mu kami hanya ingin wanita itu saja"ucap pria bertato dengan mundurkan langkahnya
"kami tidak suka pria yang menindas wanita"jawab serentak anggota naga hitam
"tapi wanita itu harus melunasi hutang nya pada kami"jawab pria tato itu dengan gemetaran
"wanita itu dari flower garden apa kalian ada hubungan dengan nya?"tanya teman pria tato itu dengan pucat
"kami tidak mengenalnya,jika kami melarang maka kalian harus segera pergi dari hadapan kami atau kalau tidak kalian harus berhadapan dengan naga hitam"ujar salah satu anggota naga hitam
"na-naga hi-hitam?"jawab mereka dengan terbata karena mendengar nama naga hitam..
sesaat kemudian mereka pun kabur karena ketakutan.nama naga hitam sangat di takuti di seluruh dunia..bahkan nama mereka juga sudah di dengar oleh preman yang di perdesaan..
"dasar pengecut,mereka hanya berani sama yang lemah,eh kalung ?apakah ini milik wanita tadi?"tanya salah satu anggota yang memungut kalung ruby yang terjatuh tadi
"mungkin saja,dia pasti tidak mengetahuinya jika kalung ini sudah terjatuh,atau kita serahkan saja ke william biar dia nanti yang mencari wanita itu?"
"iya,mari kita pulang dulu"
"untung saja ada dua pria itu,kalau tidak aku pasti kena tangkap lagi.tapi siapa dua pria asing itu?dari penampilannya kelihatan nya seperti mafia apakah mereka mafia yang cavon ceritakan kemarin ya"gumam ruby..
di sisi lain william dan sean sedang mengamati flower garden dari kejauhan sesuai perintah ketuanya untuk mengincar orang yang di cari..
"bunga sini sangat wangi,aku yakin mereka pasti bahagia di sini kan?"ucap sean yang berdiri dari ketinggian untuk mengamati kebun itu
"iya,benar walau mereka tidak kaya akan tetapi kehidupan mereka sangat sederhana mereka sama menanam bunga dan juga mereka sama sama memetik hasilnya"lanjut william yang berdiri di samping sean..
"benar,andaikan nona ada di sini aku yakin dia pasti suka,aku mulai rindu dengan suara teriakan nya"kata sean dengan muram
"sama,aku juga merindukan senyuman nya,senyumannya itu bisa membuat semua pria jatuh hati pada nya"sambung william
"aku sangat berharap nona akan bersama ketua lagi,atau kalau tidak kehidupan ketua di penuhi kebencian dan hanya nona lah yang bisa meredakan kebencian nya"lanjut sean dengan berharap
di malam hari..
"wah ruby, kau sangat pintar memasak"puji cavon yang sedang menyantap makanannya
"biasa saja,bib,cavon, bantu aku habiskan ya."kata ruby dengan senyum
"tentu saja, jika ruby yang masak pasti bibi mau habiskan,andaikan anak bibi di sini dia juga bisa menikmati makanan ini."lanjut bibi shen dengan ketawa
"bibi,tunggu jacob pulang maka aku akan memasak untuknya dan di saat itu kita semua bisa makan bersama"jawab ruby dengan ceria
"benar-benar hahahah"jawab serentak bibi dan cavon dengan ketawa
"ruby,kau belum tidur?"tanya cavon yang mendekati ruby yang duduk di belakang rumah..
"apa kau tidak berencana bertemu dengan pemilik kalung itu?"tanya cavon dengan menatap ruby
"tidak,ini sudah berlalu lama,sudah tidak mungkin"
"jika kau tidak mencobanya bagaimana bisa kau tahu tidak mungkin?"
"cavon ,aku bersalah pada nya,karena kondisi ku aku meninggalkan nya,aku lebih berharap dia menikah dengan wanita pilihan nya dan melahirkan keturunan nya ini akan lebih lengkap untuk sebuah keluarga"
"apa kau yakin dia sudah menikah?"tanya cavon lagi..
"tentu saja,sudah 20 tahun jadi mana mungkin dia masih mencari ku yang dulu menyakitinya"jawab ruby dengan senyum tipis
"ruby,selama ini kalung ini kau anggap sebagai nyawa mu,saat itu kalung mu terputus dan jatuh ke sungai yang deras.tanpa memikirkan nyawa mu sendiri kau tanpa ragu terjun ke sungai itu,ini telah membuktikan kau sangat mencintai nya,walau sudah berlangsung lama"
"mungkin saja kami tidak berjodoh,dan juga dengan sifat dia pasti sangat membenci ku"
"ruby,aku mendengar desas-desus di desa ini.ada yang melihat cairan biru yang dihutan itu,apakah menurut mu itu adalah vampir ??darah itu mirip dengan darah mu yang di saat kau kecelakaan aku melihat kepala mu berdarah juga warnanya sama seperti itu"
"iya, aku rasa itu adalah darah vampir ,hanya saja aku tidak habis pikir di zaman sekarang sebenar nya ada berapa banyak jumlah mereka"
"dalam tubuh mu mengalir darah tunangan mu,apa mungkin klan nya ada sekitar sini?"
"tidak mungkin,mereka tidak akan di perdesaan"jawab ruby dengan penasaran
markas naga hitam..
"ketua"sapa serentak sean dan william
"hm"jawab cuek brian dengan menatap keluar jendela..
"ketua,anggota kita sudah mencari keberadaan orang itu di sekitar desa ini akan tetapi tidak mendapatkan jejak nya juga,ini sangat aneh kami ada mengamati flower garden ,di sana seperti biasa tidak ada yang mencurigakan"kata william dengan hati-hati.
"flower garden?apakah kebun nya sangat luas dan bunga indah?"tanya brian tanpa menatap mereka
"benar ketua"jawab sean dan william yang heran dan saling menatap..
"flower garden, kenapa perasaan ku ingin sekali ke sana"gumam brian dengan penasaran,brian tahu jika gadis yang dia cintai sangat menyukai halaman bunga oleh sebab itu setiap mendengar nama flower garden membuat dia teringat gadis itu yang sangat menyukai halaman bunga yang ada di rumah nya.
"ketua, tadi anggota kita bertemu dengan tiga preman desa sini.mereka sedang mengejar seorang wanita yang dari flower garden,dan karena anggota kita maka usaha mereka gagal"kata william dengan menatap brian
"preman yang kamu maksud apakah lintah darat itu?"tanya sean yang berada di samping william
"benar"jawab william..
"kalung siapa yang ada di tangan mu?"tanya sean dengan melihat kalung yang di pegang willian..
"ini kalung wanita itu,tadi anggota kita memberi nya pada ku"jawab william dengan memperlihatkan ke sean
"ketua ,bagaimana kalau besok kami mengembalikan kalung ini ke flower garden, sekalian kami bisa mengamati dari jarak dekat"kata sean yang memegang kalung itu dan mendekati ketua nya
brian yang merasakan ada aroma langsung menoleh ke arah sean,kemudian brian menatap lama kalung itu tersebut dan kemudian mengambilnya dari tangan sean
"kalung ini kenapa ada aroma tubuh nya?"gumam brian yang mengenali pemilik kalung tersebut
sean dan william merasa aneh melihat ketua nya menatap lama kalung itu sehingga mata ketua nya berkaca kaca dan mengepal erat kalung tersebut dengan wajah yang berubah menjadi sangat emosi