Ceo'S A 3000 Year Old Mafia

Ceo'S A 3000 Year Old Mafia
lintah darat vs brian



brian yang memegang erat pinggang ruby dengan menatapnya dengan tatapan tajam,dia mengira jika gadis itu ingin melarikan diri dari nya


"apa kau ingin kabur lagi?"tanya ruby dengan tatapan kesal dan menarik pinggang ruby dengan menempel ke tubuhnya


"bukan aku sebenarnya"jawab ruby dengan cemas karena tatapan brian pada dirinya


"jadi kenapa kau lari begitu cepat?apa kau ingin kabur dari ku lagi?"tanya brian dengan nada emosi


"mereka masih di sini ingin menangkap ku maka nya aku lari"jawab ruby dengan cepat


"nona,siapa yang ingin menangkap mu?"tanya serentak sean dan willliam dengan melihat sekeliling lalu menatap ke arah ruby


"lintah darat itu ,mereka bertiga masih disini"jawab ruby dengan menatap sean ,william dan brian


"ha mereka ada disana"kata ruby dengan kaget saat melihat ke arah 3 pria itu yang berada tidak jauh dari nya,karena ketakutan ruby pun memeluk kuat tubuh brian..


"itu wanita itu ada di sana"teriak serentak 3 pria itu dengan melangkah maju ke arah ruby


"sean,william,urus mereka"perintah brian dengan menatap tajam ke arah 3 pria itu.


"baik ketua"jawab serentak sean dan william yang kemudian maju mendekati 3 pria itu.


"apa kau begitu takut sama mereka?"tanya brian dengan memeluk erat tubuh tunangan nya itu,sebenar brian sangat senang gadis itu memeluk nya karena butuh perlindungan dari nya.


"bercanda,wanita mana yang tidak takut jika kena culik dan di jual ke club malam"jawab ruby dengan gemetaran dan memeluk kuat tubuh brian


"seluruh tubuhnya gemetaran dan ketakutan, apakah karena mereka makanya dia jadi mimpi buruk "batin brian..yang mengelus ujung kepala ruby


"siapa kalian serahkan wanita itu"teriak pria bertato dengan menunjuk ke arah ruby


"kalian berani menyentuh istri ketua kami, kelihatannya kalian tidak mau hidup lagi"ujar william dengan tatapan tajam


"istri ketua kalian???hahahahaah...dia itu adalah wanita kakak kami dan dia harus mengikut kami pulang"kata salah satu teman pria bertato itu dengan ngejek


"berani sekali"bentak serentak william dan sean yang sama menendang ke arah dua teman pria bertato itu


bruuuukkkkkk....


"aarrgghhtt..kalian berani sekali"kata dua pria yang jatuh tersungkur ke lantai akibat terkena tendangan


"kau-kau berani melukai anak buah ku?"bentak pria bertato yang masih berdiri di hadapan sean dan william.


"kau adalah ketua mereka bukan?dan selama ini kau ingin menangkap nona ruby?"tanya william dengan mendekati pria tato itu


"iya,memang kenapa?flower garden berhutang kepada kami dan kami harus mengunakan wanita cantik ini untuk melunasi hutang mereka"jawab pria bertato itu dengan kesal


"aarrgghtt.."teriak pria brtato yang tiba tiba di cengkram leher nya oleh brian dan di angkat


"berani sekali kau ingin menyentuh nya"bentak brian dengan emosi tinggi


"ka-kau"kata pria tato dengan terbata dan memucat.


brukkkkkkkk.


brian dengan emosi tinggi nya langsung menghempaskan tubuh pria bertato itu ke dinding hotel sehingga menyebabkan keretakan parah di dinding tersebut


"ka-kau siapa?"tanya pria tato yang terluka parah


"aku brian downson,jika kau menyentuh istri ku maka kau tahu akibat nya"kata brian dengan menarik tubuh pria itu kembali


"brian downson?kau mafia naga hitam?"ujar pria tato yang kemudian tidak sadarkan diri


sementara dua teman lainnya gemetaran mendengar nama brian downson mereka tahu jika menyinggung orang ini akan berakhir dengan mengenaskan


"william,sean,urus mereka dan juga kumpulan mereka"perintah brian dengan tegas


"baik ketua"jawab serentak william dan sean.


"brian,apa kau tahu apa yang kau lakukan?kau menghancurkan dinding hotel yang berlapis emas ini?kekuatan apa yang kau gunakan?kata ruby yang mendekati dinding yang retak parah


"aku hanya mengunakan tenaga ku sebanyak 20% dinding ini yang tidak berkualitas maka nya begitu mudah hancur"jawab brian dengan senyum


"tidak berkualitas?apa kau tidak salah?apakah pohon di hutan itu kau juga yang menghancurkan nya?"tanya ruby dengan menatap brian


"benar,kau sudah melihat nya?"tanya brian dengan menatap ke arah ruby


"iya,dan juga malam itu aku mendengar ada suara teriakan yang sangat kuat,apakah itu suara mu?bahkan seluruh desa juga mendengarkan nya sehingga menjadi topik di keesokan nya"ujar ruby lagi


"jadi apakah di saat itu kau tahu aku pelakunya?"tanya brian dengan serius


"tentu saja aku tidak tahu,aku tidak yakin jika klan mu yang di sana,aku mengira jika ada vampir lain"jawab ruby


"kenapa di saat itu kau menghancurkan pohon itu atau kau berdendam dengan pohon itu?dan apakah darah biru itu milik mu atau kau membunuh vampir lain sehingga darah menempel di sana?"tanya ruby dengan polos yang tidak tahu jika saat itu brian sedang emosi karena sedang mencari keberadaan nya


"nona, kau tidak tahu saat itu ketua emosi karena tidak ada kabar mu"batin sean.


"tidak, aku tidak membunuh siapa pun,aku hanya emosi sehingga tidak bisa menahan diri dan kemudian aku melampiaskan semua emosi ku pada pohon itu"jawab brian senyum menatap ruby


"apa setiap kau emosi kau akan menghancurkan sesuatu yang berada di dekat mu?"tanya ruby dengan santai


"dulu iya,semua akan ku hancurkan,akan tetapi sekarang tidak akan lagi,karena yang ku inginkan sudah ku temukan"jawab brian dengan menatap dalam ruby dan menyentuh wajah mulusnya


"brian ,apa kau tahu dengan kejadian ini kau harus ganti rugi,ini tidak kecil jumlah bayaran nya"ujar ruby dengan serius dengan melihat kerusakan dinding hotel itu


"aku akan membeli hotel ini"jawab brian dengan senyum


"beli?untuk apa kau membelinya?kaukan bukan bisnis hotel."


"aku akan mengurusnya,kau tidak perlu khawatir dengan ini,jika aku bisa merusakkan nya maka aku juga bisa bayar ganti rugi"jelas brian yang kemudian mengangkat tubuh ruby dengan ke dua tangan nya


"eeh turunkan aku disini banyak orang"kata ruby yang di gendongan brian


"ketua,aku akan membawa anggota untuk menangkap mereka"kata william yang berada di ruangan hotel bersama brian dan ruby


"tangkap mereka semua,jangan menyisakan siapa pun"perintah brian dengan tegas


"brian apa kau benar akan menangkap mereka semua?"tanya ruby dengan senang


"iya,kenapa kau bisa begitu senang?"tanya brian yang memeluk ruby yang duduk di pangkuannya