
"ruby.."teriakan brian yang terbangun dari tidur nya
*aku mendengar ruby memanggil ku."gumam brian
sesaat kemudian brian pun bangkit dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar dan menuju ke dapur...
"ruby....ruby....."teriakan brian yang memenuhi satu ruangan itu..sehingga pelayan nya kedengaran dan lalu mendekat.
"tuan ada apa?"tanya pelayan rumah
"bibi, di mana ruby kenapa dia tidak ada di dapur?"tanya brian dengan cemas..
"tuan, nona mendapat panggilan dari nona shery yang mengalami kecelakaan,kemudian nona membawa mobil sendiri,dan nona pesan pada ku untuk tidak membangunkan tuan,dan mengatakan dia ingin menghantar teman nya ke rumah sakit."jelas pelayan itu dengan gemetaran.
"rumah sakit!?"gumam brian dengan mencuba menghubungi nomor ruby akan tetapi tidak aktif..dan kemudian brian pun menghubungi shery ...
"hallo?"jawab shery yang di seberang sana..
"shery, apa ruby masih di sana?*tanya brian dengan suara cemas..
"ruby?ruby sudah pulang dari tadi tuan downsonseharus sudah sampai rumah."jawab shery
"apakah sudah lama dia keluar dari rumah sakit?"
"sudah selama satu jam tuan."
mendengar jawaban shery membuat brian semakin pucat..ruby yang seharus nya sudah pulang ke rumah tapi belum juga tiba..
"william, kumpulkan anggota kita cari keberadaan ruby."perintah brian pada william yang di seberang sana,dengan sambil berlari ke arah mobil brian lalu menyetir pergi ke arah rumah sakit.
setiba di rumah sakit brian turun dari mobil nya ,dia melihat banyak orang yang sedang berkumpul di sana...
"kasihan ya! siapa wanita tadi?"kata salah satu warga dekat..
"iya ,dia banyak mengeluarkan darah."jawab warga lain
brian mendekati lokasi kejadian akan tetapi yang dia lihat hanya mobil yang di bawa ruby...
"apa kah ada yang tahu mana gadis yang membawa mobil ini?"tanya brian kepada warga di sana sambil menunjukkan ke arah mobil ruby..
"gadis itu tadi di tabrak mobil ,dan kemudian di bawa pergi seseorang."jawab salah satu warga yang di lokasi
"iya ,ada seorang pria yang memakai topi tidak tahu siapa,dan nona itu kritis kepala nya banyak mengeluarkan darah."sambung salah satu warga lain.
brian mendekati darah yang di lantai tempat kejadian ruby ,dengan mendekati brian lalu menyentuh darah itu dengan jari telunjuk nya..dan mencium aroma darah itu...
"ini memang darah ruby."gumam brian yang wajah nya semakin pucat. brian yang memiliki indera penciuman tajam bisa mengetahui aroma darah yang di tubuh ruby
kemudian dia melihat sekeliling rumah sakit dia mendapati ada kamera cctv...lalu dia pun msuk ke dalam rumah sakit. dan meminta memperlihatkan kamera tersebut.
klek...
"tuan, anda siapa?"tanya petugas yang mengawasi cctv
"tapi anda siapa?*tanya petugas sana lagi
*aku beri kau waktu satu detik untuk melakukan nya, jika tidak akan segera aku hancurkan rumah sakit kalian ini ."bentak brian dengan mencengkram leher petugas itu sehingga hampir tidak bernafas
"ba..baik lah."jawab petugas itu dengan ketakutan
saat di putar brian melihat kejadian dengan mata berkaca kaca..dia melihat bagaimana kejadian menimpa gadis kesayangan nya itu,dan di bawa pergi oleh pria yang tidak memperlihatkan wajah nya..
"kian,perintah semua anggota tutup bandara,pelabuhan dan jalan yang menuju keluar kota dan cek semua rumah sakit di seluruh kota A.cari ruby sampai dapat."perintah brian dengan sambil berjalan menuju keluar rumah sakit
"baik ketua"jawab kian yang di seberang sana.
"sean,perintah klan kita berpencar ke seluruh kota A ,di setiap rumah cari ruby sampai dapat."perintah brian yang sudah berada di luar rumah sakit
"baik ketua"jawab sean yang di seberang sana.
di hari itu brian menyetir seharian mencari keberadaan ruby..dengan wajah nya yang sudah pucat dan perasaan yang sudah bercampur aduk yang tidak bisa lagi dibayangkan....
kediaman downson...
"ketua"sapa serentak kian william dan sean
"bagaimana?"tanya brian yang lemas.
"ketua ,semua anggota sudah ku kerahkan,nona ruby belum meninggalkan kota ini.tentu dia masih di dalam negeri ini, jadi kita masih bisa mendapatkan nya."jawab kian dengan menatap ketuanya yang lemas.
"ketua, aku sudah mengutuskan semua klan kita. selagi nona masih di dalam kota kita bisa mendapatkan nya."sambung sean
"dia terluka parah aku sudah melihat kejadian di rekaman rumah sakit,dia kesakitan dan tidak sadar kan diri,dan pelaku pembunuhan itu juga di bunuh oleh pria yang membawa ruby pergi,dan bukan itu saja setelah dia membawa ruby pergi jasad penabrak itu juga di bawa pergi oleh orang lain."ujar brian yang duduk di kursi dengan lemas
*ketua,aku sudah memantau kediaman giswen ,samuel berada dalam rumah nya seharian dan tidak kemana pun,awalnya aku curiga dia yang membawa nona pergi akan tetapi dia tidak melakukan apa pun."kata william...
"jika samuel ingin melakukan sesuatu dia tidak butuh turun tangan."jawab brian dengan mata berkaca kaca.
"pembunuh itu di perintahkan membunuh nona,tapi dia dibunuh juga oleh pria itu ,sebenarnya siapa dalang utama nya."!kata kian dengan heran..
"siapa pun pelaku nya ini sengaja untuk menentang ku. dan orang ini tahu jika ruby adalah titik kelemahan ku."lanjut brian
"tuan,maaf ini salah ku, andaikan aku melarang nona tidak keluar atau langsung membangun kan tuan mungkin ini semua tidak akan terjadi."kata pelayan dengan menunduk..
"nona tadi menyiapkan sarapan untuk tuan,dan sarapannya aku simpan."lanjut pelayan dengan menangis
"apa ruby masih hidup?aku mendengar dia memanggil nama ku,dia mengatakan dia tidak tahan dan merasa sakit.kenapa pria itu membawa nya pergi dan di saat tabrakan sudah terjadi pembunuh itu ingin sekali lagi menabrak ruby yang sudah tidak berdaya dan pria itu kemudian membunuh nya."kata brian dengan penasaran.
"ini memang menjadi tanda tanya,jika pria itu berniat jahat pada nona kenapa dia juga membunuh si penabrak itu?akan tetapi kenapa dia membawa pergi nona?sebenar siapa dalang semua ?"tanya william dengan memandang kian dan sean..
"anggap saja yang ingin membunuh nona adalah samuel,jadi pria itu suruhan siapa?jika dia di pihak kita seharus nya membawa nona ke rumah sakit itu bukan membawa nya pergi."sambung kian...
"siapa pun dua orang ini tahu tentang hubungan ku dan ruby,maka mereka sama sama ingin menentangku,di satu sisi ada yang benar benar ingin membunuh ruby,dan yang satu sisi lagi berniat menyelamatkan ruby dan aku yakin pria ini ingin mengunakan ruby untuk melawan ku."ujar brian.
"ketua,aku rasa bisa di katakan ini bagus juga,jika pria itu tidak muncul maka nona pasti sudah meninggal,akan tetapi pria itu membawa nya pergi dia pasti akan merawat nona jadi setidak nya nona masih ada peluang hidup."ujar kian