
kediaman brian
ruby yang masih kesal dengan paksaan brian membuat nya diam seharian.duduk di pojokan dengan menatap keluar jendela
tok tok tok
brian yang membuka pintu karena ruby tidak menjawab saat dia mengetuk pintu.brian yang melihat gadis itu duduk di pojokan dan kemudian mendekati nya dengan duduk di meja pas berhadapan dengan ruby yang sedang duduk sofa
"apa kau masih marah pada ku ,ruby?"
"brian,kenapa kau tidak tanya pendapatku dulu?"
brian memegang kedua tangan ruby dengan senyum dan mengatakan niat nya yang sebenarnya
"ruby,apa kau tahu di luar sudah tidak aman?dan pria yang datang tadi adalah dektektif,"
"detektif?apa yang telah terjadi?"tanya ruby dengan sandar di sofa
"ruby,ada yang harus ku katakan pada mu, kau ingat kan kasus elice?dia sudah tewas dan semalam jatuh korban lagi.makanya detektif tadi yang akan menyelidiki kasus ini,"terang brian yang sedang duduk di hadapan ruby
brian telah menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya pada ruby..
"brian ,maksud mu elice dan korban semalam adalah ulah vampir?kenapa bisa ada vampir apakah mungkin di abad ni masih ada makhluk seperti itu?"tanya ruby dengan wajah pucat
"ruby ,apa kau takut sama vampir?"
"jangan bercanda ,bukan kah sudah jatuh korban?"
"ruby,jika aku memberitahu mu vampir ada juga yang baik dan mencintai orang yang dia sayangi,apa kamu percaya?"
"brian,jangan bahas vampir di depan ku,jika mengingat kondisi korban tersebut aku merasa merinding,"kata ruby dengan gemetar
brian yang melihat gadis pujaan nya ketakutan dia pun langsung duduk di samping ruby dan memeluk nya...
"jangan takut ruby,aku tidak akan membiarkan dia melukai mu.inilah alasan nya aku ingin kau tinggal di sini.agar aku bisa melihat mu terus dan aku merasa lega.tinggallah bersama ku,"kata brian dengan pelukan hangat nya
"maaf ,brian aku marah pada mu tadi,"
"tidak apa apa,karena aku belum jelaskan kejadian yang sebenarnya ,"balas brian dengan mencium kening ruby
"ruby,jangan pernah keluar di malam hari,dan kalau kamu mau keluar harus beritahu ku dulu ya,"
"iya,aku tahu."!jawab ruby yang melingkar tangan nya ke tubuh brian
"lalu apa aku bisa ke kantor?"tanya ruby yang melepaskan pelukan nya
tentu bisa,karena kau pergi dan pulang akan bersama ku,"jawab brian dengan manarik tubuh ruby ke pelukan nya
mereka berpelukan dan berbaikan semula.ruby merasakan lagi kehangatkan yang diberikan oleh pria ini..dia menyadari jika brian sangat melindungi dan memerhatikan nya..di dalam pelukan brian ,ruby merasakan bahagia yang belum pernah dia rasakan selama ini..
sementara brian yang sangat mennyayangi gadis itu sangat lah bersikap hati hati pada gadis itu,dia tidak ingin membuat gadis itu benci atau takut pada nya.oleh di sebabkan itu dia tidak memberitahu bahwa dia adalah ketua mafia dan juga makhluk yang usia nya sudah 3000 tahun
dia hanya ingin gadis itu mengenal nya sebagai seorang pengusaha biasa...
"ruby"
"iya?"
"apa kau bahagia?"
"iya"
"ruby,apa kau sudi bersama ku selama ny?"
"kenapa kau tiba tiba bertanya seperti itu?"
"aku hanya berharap kau hanya akan memberi hati mu pada ku"
gadis bodoh,kau satu satu nya yang ku ingin kan,ruby aku menginginkan mu sudah lama.dan sekarang akhir nya kau sudah di pelukan ku.jadi mana mungkin aku akan melepaskan mu lagi,"kata brian dengan tangannya yang memeluk erat
baiklah,brian aku hanya ingin katakan.jika suatu saat kau sudah bosan dengan ku,dan sudah punya yang lain,tolong katakan pada ku agar aku bisa segera pergi menjauh,jangan membiarkan ku mengetahui nya sendiri,"kata ruby dengan terus terang..
ruby memang tidak percaya yang namanya cinta.baginya cinta hanyalah sementara saja.dia takut jika pria yang dia cintai berpaling ke wanita lain.
"ruby ,selama hidup ku belum pernah menyukai siapa pun,hanya diri mu.jika kau mengusir ku,aku juga tidak akan pergi.maka jangan harap juga kau bisa lari dari ku,"kata brian dengan senyuman dan mengelus ujung kepala ruby
di malam hari....
albert yang sudah mengetahui kemunculan vampir dia telah memberitahukan pada 4 orang bawahan nya..mereka berlima bekerja sama untuk mengincar si pelaku tersebut.walau albert sudah mengetahui orang yang di incar adalah vampir tetap tidak membuat nya mundur..
"pak,apakah kau yakin makhluk tu akan muncul?"kata bawahan 1 dengan mengunakan alat komunikasi khusus
"aku di sini belum nampak apa apa,"kata bawahan 2
mereka berempat berada dalam satu mobil..
sementara albert menyamar demi ingin menangkap si vampir jelek itu...
"di tunggu saja ,"printah albert yang sedang pura pura berdiri di tepi jalan
tidak lama kemudian seorang pria menampakan diri dan mendekati seorang wanita yang berdiri di tepi jalan....
"ada yang muncul,"kata bawahan 3
"apakah dia incaran kita?"kata bawahan 4
"siap kan senjata kita,jika menemukan tidak beres maka segara bertindak,"
4 bawahan albert bersiap siap untuk beraksi saat melihat ada pria yang muncul....
sementara albert masih pura pura tidak tahu....
"hai nona ,"sapa pria itu pada wanita itu.
di sisi lain ada brian dan william yang mengawasi mereka.hanya saja keberadaan mereka tersembunyi sehingga albert tidak mengetahui jika mereka ada di sana....
"ketua ,pria itu mendekati nya,"kata william yang sedang berada di tempat tinggi
dengan penglihatan brian yang tajam dia bisa mengetahui jika pria itu adalah vampir bukan manusia biasa...
"dia adalah vampir ," kata brian yang sedang mengamati dari atas....
"apa kita harus segera turun?"
"tidak,biarlah pak tua itu tahu ,jika lawannya itu tidak mudah di atasi,"
"hai ,pria jelek ?"sapa wanita yang berdiri di tepi jalan itu.
apa ingin aku menghantar mu pulang?"tanya pria itu dengan memegang tangan wanita itu
kau mengoda ku?katakan dulu apa kau layak mengoda ku?"tanya wanita itu seraya mengoda,pakaiannya yang terbuka dan dua tonjolan depan dan rok pendek di atas lutut serta bulu kaki yang kasar....
"aku baru satu hal ternyata atasan kita bisa mengoda juga,"kata bawahan 1 yang sedang melihat albert mengoda pria itu
"dan ,dia cocok jadi wanita juga,asal jangan melihat bulu kakiny," lanjut bawahan 2.
baiklah ,pria aku ikut dengan mu sekarang juga,"
di saat mereka berjalan albert menyamar sebagai wanita menodongkan senjata nya ke kepala pria itu
kemudian pria itu pun menoleh ke arah wanita itu yang ternyata adalah seorang pria.albert melepaskan rambut palsu nya dan jeruk yang di selip di dada nya..serta sepatu bertumit..
,kau kau bukan wanita?"tanya pria itu yang melihat albert melepaskan penyamarannya