
ruby hanya bisa mengikuti keinginan brian yang sedang di landa emosi.
"jangan,brian!apa yang kau lakukan?"teriak ruby karena tubuh nya di tarik oleh brian
"mandi"kata brian dengan nada tinggi dan mengangkat tubuh ruby dengan ke dua tangannya.
"aku mandi sendiri saja ,lepaskan aku"teriak ruby yang di bawa oleh brian
"diam,kalau berani menolak lihat saja bagaimana aku mengerjakan mereka"bentak brian dengan mengancam
"aku mandi sendiri jangan menarik selimut ku"
"bukankah dulu aku yang memandikan mu ?kenapa sekarang kau tidak sudi?jangan memaksa ku untuk melakukannya lagi"ujar brian yang sudah berada di kamar mandi bersama ruby
"aku bukan anak kecil,aku bisa mandi sendiri,brian downson"teriakan ruby dengan nada menembus ke luar kamar mereka
"apa mereka baik- baik saja?"tanya sean yang di luar mendengar teriakan ruby
"mereka sudah baikkan,sudah ku bilang jika ketua tidak akan membunuh nona dia memang sangat keras tapi hatinya sangat lembut"jawab william
setelah itu mereka pun meninggalkan perdesaan dan menuju ke kota.brian membawa 100 anggota nya untuk mengawasi ruby di saat dia bersendirian di luar
di dalam perjalanan ke kota
"brian,kenapa begitu banyak anggota mu mengikuti kita?"tanya ruby dengan menatap brian yang duduk di samping nya
"mereka ikut untuk mengawasi mu"jawab brian dengan dingin
"ha mengawasi ku?apa kau tidak salah?"tanya ruby dengan kesal
"kenapa?kau masih ingin kabur?ruby dengar baik-baik jangan sampai mengulang ke dua kali,ingat kau hanya bisa menikah dengan ku.kalau pun kau sudah menikah dengan pria lain kau tetap harus menikah dengan ku,apa kau mengerti?"ujar brian dengan tatapan serius.
"aku tidak bilang aku akan kabur"
"tapi kau sudah melakukannya bahkan sudah 20 tahun,seharus nya semalam aku membunuh mu saja saat di flower garden"bentak brian dengan emosi tinggi
"jadi kenapa kau tidak melakukan saja ,malah membawa ku pergi"balas ruby dengan kesal
"aku tidak akan membunuh mu,jika aku mau bunuh maka aku akan bunuh pria yang bersama mu itu,agar kau merasakan sakit seperti yang ku rasakan"jawab brian dengan tangan menahan pinggang ruby
"jangan melukai nya,dia bukan siapa siapa ku,dia hanya seperti kakak ku saja"jawab ruby yang ingin meronta akan tetapi tenaga brian sangat lah kuat sehingga pinggang ruby di pegang erat oleh nya
"kakak?apa kau kira aku bodoh?jangan pernah memikirkan pria lain atau jika tidak lihat apa yang akan aku lakukan pada mereka"ancam brian dengan mencium paksa bibir gadis yang di dekap nya
sepanjang jalan william dan sean hanya bisa terdiam seribu bahasa dengan pertengkaran brian dan ruby.mereka tahu hanya ruby yang bisa membuat ketua mereka merasakan cinta dan menangis
setelah tiba di hotel mereka pun turun dari mobil.brian sama sekali tidak melepas pegangannya dari tangan ruby.ruby hanya bisa mengikuti langkah pria itu dengan nurut
pihak hotel menghidangkan semua makanan kesukaan ruby sesuai yang di printah oleh brian..brian mengingat semua makanan kesukaan gadis pujaaan nya,walau selama 20 tahun ruby meninggalkan nya brian tetap mengingat semua apa yang di sukai dan apa yang tidak sukai oleh gadis pujaan nya itu....
"wah bukankah ini makanan kesukaan ku?apa kau yang menyuruh mereka siapin?"tanya ruby dengan menatap brian
"iya aku tahu,mana mungkin kau akan melakukan hal bodoh seperti ini"jawab ruby dengan kesal
sambil makan dengan lahap ekspresi ruby sangat kesal dengan jawaban yang di berikan oleh brian pada nya. exspresi wajah cemberut nya seakan akan ingin menelan semua piring yang berada di atas meja,brian yang memerhatikan wajah gadis itu sambil senyum karena merasa lucu.
"william"
"hm"
"ketua kita sudah sudah senyum ,ini pertama kali dalam 20 tahun terakhir ini"ujar sean yang duduk di lain meja bersama william
"benar,marah dan benci selama 20 tahun,dan bisa berubah hanya dalam satu hari itu semua terjadi hanya karena nona"jawab william dengan menatap ke arah brian dan ruby
"apa aku boleh jalan-jalan jika aku bosan?"tanya ruby dengan sambil nyantap makanannya
"boleh,tapi ada syarat kau harus di awasi mereka semua"jawab brian dengan menunjuk ke arah semua anggota yang ikut mereka
"brian,aku bukan tahanan,jika aku keluar jalan-jalan saja harus di ikuti seperti itu bukan nya kelihatan seperti tahanan"ujar ruby dengan kesal
"kau bisa di kamar saja jika tidak ingin di ikuti"jawab brian dengan senyum...
"kau berlebihan"kata ruby dengan kesal dan mencabik cabik makanan yang di piringnya
lagi-lagi ekspresi nya membuatnya brian tersenyum dengan gembira karena merasa lucu dengan tingkah gadis itu.
"ketua,pria yang mengejar nona sebelum nya adalah lintah darat,menurut info mereka sering saja mengincar nona dan juga nona sudah pernah diculik oleh mereka akan tetapi nona bisa melarikan diri"kata william dengan berdiri di depan brian
"nona,datang ke flower garden sejak 5 tahun lalu,saat itu nona di bawa pulang oleh pria bernama cavon,cavon adalah keponakan bibi shen,dan semenjak itu nona tinggal bersama mereka seperti keluarga sendiri."lanjut sean ..
"keluarga sendiri ?tinggal bersama dengan pria yang tidak ada hubungan dengan nya?sangat tidak bisa di terima"kata brian dengan kesal
"apa hubungan mereka berdua?"tanya brian lagi dengan nada tinggi
"kata warga sana mereka seperti sepasang kekasih akan tetapi mereka menyangkalnya."jawab sean dengan cepat
"ketua,aku rasa mereka tidak ada hubungan apa pun,mungkin mereka memang hanya seperti saudara"sambung william dengan niat meredakan emosi ketuanya
"saudara?alasan yang tidak bisa di terima"jawab brian dengan kesal
"selama 15 tahun sebelumnya dia kemana saja?"kenapa semua anggota tidak bisa mendapatkan nya?"tanya brian dengan kesal
"ini masih dalam penyelidikan ketua"jawab sean dengan pelan
"selidiki juga apa dia sudah menikah,jika sudah kirim pria itu ke afrika"ujar brian dengan api cemburu
"baik ketua"jawab serentak william dan sean
"ruby ,walau kau tidak ingin mengatakan nya aku tetap akan menyelidiki sampai tuntas.jika kau sudah menikah maka pria itu harus berhadapan dengan ku,dan kau tetap milik ku ,selama aku masih hidup jangan pernah berharap kau bisa pergi lagi dari ku."batin brian