
*Ada yang nungguin buat next story??
Kalo gak ada juga gak papa... Author strong kok..🤧🤧
.
.
.
.
.
Heppy Reading*..
.
............
"Selamat malam Tae.... Hyung menyayangi mu" ucap Yonggi lirih lalu tertidur lelap.
.
.
.
.
.
Taehyung terbangun dari tidurnya di tengah malam.
Tenggorokannya nya terasa kering dan butuh minum. Dia keluar menuju dapur dan tanpa sengaja melihat Yonggi tertidur meringkuk. Dia berhenti sejenak melihat Hyung nya itu, di pandangi nya Lamat Lamat sang Hyung.
"Apa aku sudah keterlaluan Hyung? padahal aku hanya minta Yonggi Hyung untuk menghadiri wisudaku tapi Hyung justru sibuk dengan perayaan ini. Maaf kan aku Hyung" ucapnya sesal, karna jujur ada rasa kasihan terhadap Hyung ini yang sudah mau menyempatkan waktu nya untuk memberikan kejutan untuknya, tapi apakah salah jika dia kecewa? karna dari hari hari lalu dia hanya ingin kehadiran Hyung satu-satunya ini hadir dan merasa bangga kepada nya, hanya itu saja. Apakah dia terlalu egois???
Taehyung pun berjalan menuju dapur setelah nya kembali ke kamar untuk mengambil selimut untuk Yonggi Hyungnya. Ingin rasanya membangun kan sang Hyung dan memintanya untuk pindah ke kamar mengingat jika mereka hanya punya satu kamar.
Tapi apa daya,, ras kecewa masih ada di dalam hatinya. Dia pun kembali kekamar setalah menyelimuti sang Hyung. Berencana untuk tidur kembali.
Namun semuanya gagal. Entah mengapa, melihat Hyungnya tertidur di sofa membuat nya di selimuti rasa bersalah. Ingin sekali rasanya Taehyung menghampiri dan memeluk sang Hyung nya itu dengan erat. Mengucapkan kata maaf sebayak mungkin pada Hyung satu satunya itu.
Tapi permikiran tetaplah hanya pemikiran jika tak di lakukan.
Itulah yang terjadi pada Taehyung Sekarang. Taehyung akhirnya menekan rasa bersalah nya dan memaksa dirinya untuk tidur kembali.
Berpikir mungkin esok hari masalah nya bisa segera diselesaikan dan tidak berlarut larut.
............
"Eunghh... Auww.." desah Yonggi sembari merentangkan otot badannya yang kaku.
Yonggi beranjak dari sofa dan membereskan sisa pesta yang gagal semalam. Menghangatkan ayam goreng serta sub rumput laut yang sama sekali tak tersentuh itu (ingatkah konflik yang terjadi reders🤕)
Menyempatkan diri untuk membuat kopi dan susu panas untuk dirinya dan juga sang adik. Setelah semuanya selesai, di ketuknya pintu kamar mereka. Dia sudah bertekad ingin menyelesai kan masalah semalam secepatnya. Sangat tidak nyaman jika terus bertengkar.
"Tae?.. Hyung masuk ya"
Yonggi masuk kamar, terlalu hafal adiknya yang jarang mengunci pintu kamar mereka jika sedang tertidur.
Di lihatnya Taehyung tengah tertidur pulas dengan posisi yang tidak biasa. Digoyangkan nya bahu kekar milik sang adik itu pelan, takut membuat adiknya kaget. Taehyung melenguh pelan, merasa tidurnya terusik.
"Tae. bangun. Ayo sarapan dengan Hyung" ucapnya lembut
Taehyung terbangun, mencoba membuka mata yang terasa berat itu
Mengingat jika dia baru bisa tidur pukul 3 tadi.
"Hyung tunggu di dapur" ucapnya lalu pergi meninggalkan Taehyung. Taehyung sendiri seketika terbangun, tersadar jika Hyungnya baru saja membangunkan nya.
Dia lalu mencuci muka dan keluar menuju dapur. Dilihatnya sang Hyung tengah menikmati kopinya sembari mengetik sesuatu di layar ponsel miliknya.
Taehyung merasa sedikit canggung duduk di hadapan Hyungnya itu. Mengingat pertengkaran kecil yang terjadi semalam.
melihat sang adik yang duduk dihadapannya. Seketika ponsel miliknya diletakan sedikit menjauh agar tidak menggangu mereka. Ditatapnya Taehyung dengan lembut sembari memberikan semangkuk sup rumput laut dan semangkuk nasi.
"Hyung ak-"
"Makanlah dulu. Makan yang banyak dan ambil beberapa telur dan ayamnya" potong Yonggi. Taehyung seketika terdiam, paham jika bukan waktunya untuk meluruskan semuanya sekarang.
Mereka makan dengan tenang. Tak ada salah satu dari mereka yang mencoba memecahkan keheningan suara alat makan itu. Samapi mereka benar-benar selesai sarapan.
.
.
.
.
.
.
.
By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋
Apa nihhh??