Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
Bersyukur...



........


.


.


.


.


.


Yonggi Bersyukur, untuk setiap harinya dan memang sudah seharusnya itu yang memang harus dia lakukan. Pekerjaan yang mapan, Gaji uang cukup, Rumah yang nyaman meskipun terkesan kecil dan memiliki adik yang begitu pengertian dan sayang padanya..... Dia sudah sepatutnya bersyukur.


Kebahagiaan tak ada kurangnya. Musik yang selalu menemani nya, sahabat yang selalu ada untuknya serta sang adik yang selalu disisinya,, itu sudah cukup untuk nya. Sangat Sangat cukup..')


.........


Yonggi bersyukur demam Taehyung sudah turun.


Dia jadi tak harus meninggalkan sang adik untuk membeli obat, tohh sang adik juga jarang minum obat.


Pagi ini dia membuat bubur untuk sang adik dengan tambahan beberapa sayuran di dalamnya. Dibangunkan nya sang adik untuk sarapan. Di suapinya hingga isi mangkuk yang yang tadi berisi bubur kini sudah habis tak tersisa disantap oleh Taehyung dengan bantuan sang Hyung yang menyuapi, lalu dibaringkan nya lagi sang adik untuk tidur kembali.


Taehyung pun tak menolak dan justru betah dengan perilakuan hangat sang Hyung. Karena seingatnya, sang Hyung jarang memperlakukan nya seperti itu. Secara otomatis dia memilih diam dan menurut.


........


Siang ini seharusnya dia ada meeting dengan Namjoon serta rekan rekan satu timnya. Tapi dia kembali berpikir, apa tak apa jika meninggalkan Taehyung dalam keadaan yang masih sakit?


Akhirnya dia bertanya pada sang adik.


"Tae?"Panggil Yonggi lembut.


Sang adik yang tengah membaca buku di ranjangnya pun mengehentikan kegiatannya. Menatap Hyungnya heran.


"Apa tak apa jika Hyung pergi meeting dengan Namjoon Hyungmu?


Ahh... Tapi jika kau.."


"Pergilah Hyung. Aku tak apa"


Sebelum ucapan Yonngi selesai, taehy. tapi sedang lebih dulu memotong nya. Memberi ijin pada sang Hyung untuk pergi karena urusan pekerjaan. Toh Taehyung juga tak bisa melarang Yonggi Hyung untuk soal pekerjaan dan hobi bermusiknya.



Karena bagi Taehyung. Mereka(musik) adalah alasan Yonggi hyungnya tetap bertahan setelah Taehyung sebagi alasan utamanya.


Taehyung senyum hangat pada Yonggi. Mencoba menyakinkan jika Taehyung memang sudah membaik. Yonggi pun mengangguk. Menyambar jaketnya di gantungan sisi pintu lalu berjalan kearah adiknya, mencium dahi sang adik lembut


"Hyung akan pulang secepatnya. Kau baik baik di rumah. Kalau ada apa-apa kabari Hyung segera. Oh.. Dan makanan mu ada di meja makan. Kau tinggal memanaskan nya jika dingin. Dan lagi ya... Emm.. Ah.."


"Sudah Hyung,, Taehyung paham. Pergilah sebelum Namjoon Hyung menjadi monster yang suka nge-rapp.. hehehehe"Taehyung tertawa membayangkan nya.


"Dasar kau ini. Baiklah, Hyung pergi dulu. Hyung menyayangimu.."


"Taehyung juga.."


.


.


.


.


Taehyung bahagia mengingat banyak hal yang terjadi dalam kurun waktu seminggu ini.


Ada banyak hal terjadi, dari mulai perayaan kecil Hyungnya yang berujung pertengkaran, perhatian sang hyung yang begitu hangat dan nyaman, serta tingkah Hyungnya yang entah mengapa cukup menggemaskan itu...


Dia bersyukur untuk kesekian Kali nya. sekarang dia sudah lulus dari bangku perkuliahan. Dengan nilai baik dan etika yang sudah tidak perlu di ragukan lagi.. Dia mendapat beberapa panggilan tawaran pekerjaan.Dan ternyata salah satunya dari perusahaan yang dimana Hyungnya bekerja.


Dia cukup terkejut ternyata orang seperti nya cukup di cari karena keahliannya dalam mengkoordinasi teknologi.


Dia pun memilih melamar pekerjaan disana(tempat hyunya bekerja saat ini). Agar bisa dekat dengan Hyungnya. Yonggi yang tak tahu itu pun menyetujui nya, toh kalaupun tak melamar di perusahaan tempatnya bekerja pun tak apa.


.


.


.


.


.


Maaf ya jika banyak yang tipoπŸ™


.


by,, sampai jumpa di chapter selanjutnya πŸ‘‹πŸ‘‹