
..............
.
.
.
.
Yonggi itu orang yang baik dan penyayang. Itu yang Taehyung tahu selama hidup bersama Hyungnya. Hyung nya itu juga pekerja keras.
Terbukti seberapa kerasnya Yonggi untuk menyelesaikan pekerjaan hingga mengorbankan tubuh dan pikiran nya demi hasil yang maksimal.
Tapi Yonggi itu juga orang yang temperamental. Salah satu hal yang terkadang membuat Taehyung sendiri kewalahan menangani nya.
Iya tak habis pikir atau mungkin sudah lupa kapan kali Hyungnya itu mengamuk dengan hebat di masa lalu.
Yang tersisa sekarang tinggal luka di lengan kanannya yang masih berbekas itu.
Setiap kali Taehyung melihat bekas luka itu, setiap kali itu juga ia teringat kengerian sang Hyung.
Pertama kali melihat Yonggi mengamuk, ia pikir Hyungnya sudah mulai gila.
Karna hidupnya mulai kacau.
Karena di tinggal orang tua tercinta pergi selamanya. Hal itu yang ia pikirkan.
Namun beruntung nya sahabat dari Hyungnya, Namjoon mengulurkan tangan untuk nya, untuk mereka berdua.
Ingatkan Taehyung untuk selalu bersyukur dan juga berterima kasih kepada sahabat Hyung nya yang ini.
.............
Setelah insiden mengamuk yang tak bisa di hitung lagi berapa kali. Yonggi kembali ke kantor karena mendapat panggilan dari Namjoon.
Kata PD Nim ingin melihat projek mereka yang sebentar lagi selesai itu.
Taehyung yang sebenarnya libur sehari itu memilih ikut Hyungnya melihat projek Hyungnya.
Penasaran seberapa hebat dan keren nya sang Hyung dan sahabat nya menciptakan lagu.
...............
Di ruang studio sudah banyak orang yang menunggu mereka. Taehyung melihat PD nim yang tengah mengobrol dengan salah satu staf.
lalu beberapa kepala divisi pemasaran dan komunikasi juga melakukan hal yang sama.
*Pukk
sebuah tepukan mendarat di bahu nya
"Jin Hyung"
"Hai.. ingin melihat juga?" Taehyung pun mengangguk sebagi jawaban
"Sebenarnya aku sudah lebih dulu melihat projek nya, tapi sebagain seorang yang bercita cita tinggi Hyung datang kesini" ucapnya mencoba menjelaskan, walau Taehyung tak bertanya 😁😁
Taehyung kemudian duduk di kursi yang sudah di sediakan. Di lihatnya Yonggi Hyungnya tengah serius mengobrol dengan Namjoon Hyung.
Entah apa yang mereka bicarakan, tapi terlihat begitu serius dan penting. Setelah mereka mengakhiri rapat dadakan, Namjoon Hyung mengambil ahli obrolan di ruangan itu.
"Terima kasih karena sudah menyempatkan waktu ke studio yang begitu luas ini. Dan juga.." ucap Namjoon terpotong..
"To the points saja, projek yang kami tampilkan adalah projek yang akan di pasarkan ke seluruh dunia yang akan di nyanyikan idol agensi kita. Silahkan mendengar kan"
Ya,, Yonggilah yang memotong ucapan Namjoon dengan tanpa etika itu. Mungkin saja orang yang belum tahu Yonggi seperti apa pasti sudah menggerutu dan mencapnya sebagian orang yang tak tahu sopan santun.
Tapi mau bagaimana lagi, Yonggi memang terkenal dengan keketusan nya. Dan syukurnya orang orang di studio sudah hafal perilaku Yonggi. Makanya hanya di balas gelengan kepala.
Selama lagu di putar semua orang fokus mendengar kan. Lagu yang begitu keren dan memiliki makna yang begitu mendalam meskipun itu baru musik demo, pikir Taehyung.
Taehyung entah sudah berapa kali berdecak kagum mendengar setiap detik lagu yang di putar. Bentar benar membuat candu di telinga.
*PROKK PROKK PROKK
Tepuk tangan mengiringi berakhirnya lagi itu. Semua orang di sana begitu puas akan kerja Yonggi dan Namjoon itu, kecuali satu orang yang tidak bertepuk tangan. Seakan bum puas akan hasil dari kerja keras dua orang ini.
"Ada berapa part yang miss. Di bagian tengah seharusnya kau ganti dengan beat yang lebih cepat namun dinamis dan diakhiri dengan Sura piano yang lebih ditekankan".
Ucap PD nim membuat seisi studio itu terdiam. Ucapan yang begitu pedas menurut Taehyung sendiri.
"Emm... Sebenernya itu ideku untuk mengubah sedikit instrumennya agar lebih menarik PD nim"jelas Yonggi
"Tidak,. itu bukan inovasi. Itu penghancuran. masih banyak miss di beberapa bagian. Seharusnya kalian menyadarinya bukan mengabaikannya.
Tinggal dua minggu lagi dan hasilnya seperti ini? Apa yang kalian lakukan selama ini di studio?Tidur?".
PD nim marah, itu yang bisa Taehyung lihat saat ini. Di lihat Yonggi Hyungnya tengah menahan agar tidak emosi di ruangan itu. Wajahnya merah padam
"B-baik PD nim, saya dan Yonggi akan segera memperbaiki beberapa bagian itu. Terima kasih atas masukan Anda" ucap Namjoon sembari mencengkram nahi Yonggi sebagi tanda bahwa dia harus menahan emosinya saat ini.
"Bukan saatnya Yoon"bisik Namjoon yang mampu di dengar oleh Yonggi.
Setelah PD nim dan staf yang lain pergi. Tersisa lah Namjoon, Yonggi, Jin dan Taehyung di ruangan itu.
"BRENGSEK!!"..
.
.
.
.
.
By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋
maaf tepo;-)