
.
.
.
Hehehehe, author comeback untuk menyelesaikan scene terakhir dari Min brothers
Semoga suka sama chapter kali ini.
.
.
.
.
Heppy Reading Good Reader')
Terlihat seorang pria menggendong seorang balita berumur 5 tahun. Balita itu dengan tenang memakan kimbab segetiganya dengan khusyuk sedangkan sang Appa nampak tak terganggu dengan beberapa butir nasi yang menempel di bajunya.
Masih dengan posisi berdiri, ia menatap lurus kearah figuran pemuda tampan yang sangat ia kenal. Sudah lama sekali ia tak melihat senyuman itu selain hanya difiguran.
Bibirnya tersenyum pelan ketika membayangkan seseorang itu tersenyum padanya dengan penuh ketulusan. Ia benar-benar merindukan senyum kotak itu.
'Kau lihat k ponakanmu ini Tae? Dia sudah besar dan begitu aktif sepertu...
Ah, ani bukan hanya itu bahkan wajah kalian sangat mirip' Gumamnya dalam hati.
Kalian pasti sangat tahu siapa pria yang tengah menggendong putrinya itu.
Iya, itu Yonggi, Min Yoongi.
Sudah 8 tahun setelah kepergian Taehyung yang menyisakan banyak kesedihan bagi semua orang terdekatnya. Yonggi pun sama, ia juga merasakan kehilangan tapi ia tetap harus meneruskan hidupnya seperti yang Taehyung bilangan dalam mimpi.
Taehyung bilang ia begitu ingin menggendong keponakannya saat Yonggi sudah menikah nanti
Ia juga ingin bermain dengannya dimasa depan tapi keinginan itu harus ia pendam dalam-dalam.
"Appa..."panggilan balita cantik itu.
"Iya sayang? Kau sudah memakan semua kimbabmu?"
tanya Yonggi pada putrinya. Putrinya mengangguk gemas.
"Samchon itu siapa?" tanyanya sembari menunjuk foto Taehyung.
"Dia adik Appa, ayo beri salam dulu.." Putri Yonggi menatap sejenak foto Taehyung. Dengan sedikit ragu gadis kecil itu menuruti permintaan sang Appa.
"Halo samchon, namaku Taenny. Senang bertemu dengan samchon.." Yonggi terkekeh pelan melihat tingkah putrinya.
"Samchon tampan"
"Tampan mana dari Appa?" tanya Yonggi.
Taenny berpikir sejenak sembari meletakkan jarinya dibibir.
"Appa? Tapi Appa keren, jadi samchon lebih tampan" Yonggi terkekeh mendengar jawaban putri kesayangannya ini.
"Namanya Taehyung, Taetae samchon itu sangat tampan Taenny-ah.
Dia juga sama seperti mu sangat aktif...
Bahkan wajah kalian saja sangat mirip Taenny-ah...
Dan dia begitu... berharga bagi Appa" Taenny tiba-tiba memeluk dada bidang Yonggi dan membuatnya terheran.
"Appa jangan sedih, nanti Taenny ikut... Hiks... Hiks..." Yonggi mengelus Surai putrinya pelan.
"Tidak, Appa tidak sedih. Jadi jangan menangis.... Nanti samchon ikut sedih" Taenny tiba-tiba diam sajenak.
"Nanti samchon sedih?" Yonggi mengangguk dan Taenny langsung menghapus air matanya. Yonggi bangga dengan putrinya, diumurnya yang masih balita Taenny nya lebih terlihat dewasa dari balita kebanyakan.
"Pulang yuk? Nanti eomma masak apa yah?" tanya Yonggi pada putrinya.
"Mandu... Mandu..." Yonggi terkekeh melihat tingkah Taenny.
"Tapi beri salam perpisahan dulu dengan samchon ya... Taenny bisa panggil Taetae samchon" ucap Yonggi.
"Emm... Taetae samchon, Taenny dan Appa pulang dulu ya. Eomma Taenny memasak mandu hari ini.
Apa samchon suka mandu? Taenny sangat suka mandu. Besok Taenny kemari lagi, sampai jumpa Taetae samchon" Yonggi tersenyum hangat mentap Taehyung dan Taenny bergantian.
"Kau lihat Tae, dia begitu pintar sama seperti mu"
Gumam Yonggi lirih
"Ayo Appa, pulang" ajak Taenny
"Hyung pulang dulu Tae. Sampai jumpa besok" pamit Yonggi dan pergi membawa putrinya kembali kerumah, ke keluarga kecilnya yang sekarang sudah lengkap dengan keberadaan Taenny dan juga bayi yang masih dalam kandungan sang istri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dulu Yonggi tak bisa membayangkan bagaimana menjalani hidupnya tanpa sang adik. Karena nyatanya, alasan hidupnya dan berjuang hingga saat ini adalah Taehyung. Jika Taehyung sudah lebih dulu pergi dari hidupnya, bahkan tak akan kembali lagi, ia bisa apa sekarang.
Hidupnya sempat terkesan monoton selama satu tahun setelah kepergian Taehyung. Ia hanya akan bekerja saat ingin, makan saat benar-benar lapar, dan mandi sat benar-benar badannya lengket. Benar benar kacau.
Bahkan setiap harinya ia selalu betah menatap figuran sang adik yang sengaja ia letakkan di setiap sudut rumah. Katanya agar ia sendiri tetap merasa sadar bahwa adiknya tetap mengawasinya meski dalam figuran. Aneh memang tapi itu satu-satunya cara untuk Yonggi agar tetap hidup hingga sekarang.
Ia bahkan lupa saat-saat bertemu dengan Jenny yang sekarang menjadi istrinya sekaligus eomma dari Taenny. Saat saat itu terlalu kacau untuknya hingga pada akhirnya seorang pemilik toko bunga sering memberikan bunga gratis setiap kali akan membeli buket untuk mengunjungi Taehyung seminggu sekali.
Jenny selalu memberikan bunga yang berbeda setiap Yonggi datang. Perempuan itu juga tak segan menceritakan makna bunga yang selalu ia berikan padanya. Sampai pada akhirnya Yonggi, entah setan apa yang merasukinya dirinya, ia melamar Jenny tepat didepan pintu toko bunganya.
Memang sedikit aneh, tapi menurut Yonggi ia tak ingin repot dan tanpa pikir panjang dengan membuka kotak perhiasan yang ia pilih acak yang berisikan cincin langsung memasang kan kejari manis Jenny.
Jenny tentu terkejut namun juga senang, akhirnya bunga yang ia berikan untuk Yonggi pesannya tersampaikan dan mereka menikah setahun setelahnya.
Hidup Yonggi banyak berubah karena kehadiran sang istri. Ia menjadi kembali hidup dan mulai menerima fakta yang ada. Yonggi bersyukur, untuk kesekian kalinya, ia bersyukur karna Taehyung dan sekarang ia juga memiliki keluarga kecilnya yang ia jaga seperti ia menjaga Taehyung nya.
Sahabat dekatnya seperti Seokjin, Hoseok dan Namjoon tentu ikut senang. Akhirnya Yonggi kembali hidup setelah setahun merana. Tak berbeda jauh dengan Yonggi, Ketiga sahabatnya juga memiliki keluarga kecil mereka. Seokjin sudah menikah lebih dulu dari Yonggi, Hoseok yang baru saja menikah dengan istrinya dan sekarang sedang mengandung, dan akhirnya Namjoon yang sudah sebulan lalu baru saja melamar sang istri.
Waktu berjalan cepat dan semuanya kembali seperti biasa. Yonggi masih sangat betah menjadi produser musik dan terus membuat musik yang mampu membawa pesan baik untuk pendengaran nya. Bahkan lagu ciptaannya yang berjudul 'Spring day' sangat booming dan bahkan menghapus bersih semua chat dihalaman musik Korea.
Senang rasanya musik yang sengaja ia buat untuk Taehyung akhirnya bisa tersampaikan pada semua pendengarnya. Tak jarang setiap kali ia mendengar lagi itu, ia selalu sukses menitihkan air mata. Terkadang ia tersenyum sendiri detail mengenang keberadaannya bersama sang adik.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>
"Appa..." Teriak gadis cantik yang sedang berlari dari tanggga lantai dua menuju lantai satu tempatnya ruang keluarga.
"Yak!.. Yak!...
Jangan berlari Taenny-ah"Suara sang Appa
"Hehehehe" Ya itu suara Taenny, yang entah mengapa sangat heboh sore ini...
"Ada apa Taenny-ah, kenapa berlari, kalau jatuh bagaimana?" suara lembut Jenny bertanya pada Taenny..
"Hehehehe,, mian eomma..
Taenny ingin menunjukkan sesuatu pada eomma dan Appa" uaconya semangat.
"We? We? katakan pada Appa, apa itu"
"Emmm,, paling mau pamer tuh" suara cempreng sang adik berasal dari pintu depan rumah yang menuju ruang keluarga.
"yeeehhhh, bilang saja kau iri padaku" sombong Taenny
"Yak!... Yak!...
Nuna.. Nuna panggil aku Nuna, aku lebih tua darimu paboo"
"Hoho jadi kau mengakui nya kalau kau tua eoh?" ejek Yeonjun
Ya, Yeonjun adalah anak kedua dari pasangan Yonggi dan Jenny.
"Appa,,, lihat Jun sangat menyebalkan" adunya sembari merengek sangat manja pada sang Appa.
"Yeonjun-ah, panggilan Nunamu dengan panggilan Nuna, berapa kali lagi eomma bilang Hem?"
"Hehehehe, Jun hanya sedang menggoda nya saja eomma" ucapnya sembari memamerkan senyuman yang sangat manis lalu ikut gabung duduk di sofa
"Hemmm.." Yonggi hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tinggal kedua anaknya ini.
.
.
"Jadi, apa yang ingin Taenny perlihatkan, eoh?" ucap Yonggi sembari mengusap pelan surai putri cantiknya ini.
"Paboo... kenapa aku bisa lupa" ucapnya sembari menepuk keningnya sendiri.
"Kau memang paboo Nuna" ejek Yeonjun lagi
"Yak!.."
"Sudah-sudah, Cepat perlihatkan pada eomma apa Itu"
" tunggu sebentar nee, Taenny ambil dulu"
Tak lama setelahnya Taenny kembali dari kamar nya, dengan membawa dua buah figuran dan baju yang ia kenakan tadi sudah berganti menggunakan baju yang sama seperti baja ringan angsuran digunakan dalam figuran yang ia bawa
"Lihatlah" ucap Taenny sembari menunjukkan figuran yang ia bawa tadi.
...Figuran pertama berisi foto Taehyung dan Taenny yang sangat mirip....
...Figuran kedua berisi foto Taenny sendiri....
"Lihat Appa, bukankah Taenny dan Taetae samchon sangat mirip. Kami terlihat seperti anak kembar saja"
ucapnya senang dan semangat
"Lihatlah lagi figuran disana" sembari menunjukkan foto Taehyung yang berjejer rapi didinding ruang tamu bersama foto keluarga mereka,, sembari mencocokkan foto miliknya sendiri.
...Foto Taehyung yang berada diruang tamu...
"Bukankah kami sama?"
"Hemmm,, apanya yang sama? Taetae samchon sangat tampan, sedangkan Nuna sangat jelek.
Taetae samchon itu mirip denganku, kami sama-sama tampan" ucapan sembari menyombongkan diri
"Heol, apa kau tak mengaca Jun? lihat wajah jelek mu itu tidak mirip Taetae samchon sama sekali.
Lihat aku, ayo ayo lihat aku dan Taetae samchon memiliki wajah yang sama" ucap Taenny tak mau kalah
"Yak!.. apa maksudmu aku jelek, tidakkah kau tahu Nuna, diluar sana banyak yang memuji ketampananku"
"Jinjjayo? Kenapa aku tak percaya dengan mu apalagi dengan wajahmu itu yang seperti tukang tipu, hahahaha.." ucap Taenny
"Yak! tukang tipu,, lihat wajahmu sendiri Taenny-ah... wajahmu seperti adonan saja, banyak tepung.. hahahaha.." ejek Yeonjun
"Hais.. kemari kau berani sekali kau menyamankan ku seperti adonan heh? tidak kah kau melihat wajah cantikku?" ucapnya semberi mengejar Yeonjun
"Tidak kau terlihat seperti nenek lampir" sembari berlari menjauh dari Taenny
"Kemari kau, aku akan menghabismu setelah ini"
Yonggi serta Jenny hanya bisa geleng kepala karna tingkah kedua anaknya ini.
Sudah sepuluh tahu sejak Yonggi memperkenalkan Taehyung pada Taenny, ya umur Taenny sekarang sudah 20thn, yang berarti umur Yeonjun 15thn.
Tingkah keduanya masih saja seperti anak kecil yang suka menggoda satu sama lain.
Dan hal seperti itu seakan sudah biasa bagi kedua pasangan suami-istri ini.
Pada akhirnya sore ini mereka menghabiskan hari mereka dengan candaan dan sesekali menggoda satu sama lain.
.
.
.
.
.
'Hyung bersyukur kau hadir dalam hidup Hyung, Taehyung-ah. Hyung akan hidup dengan baik sekarang, apa kau juga bahagia disana? Apa kau juga sudah bertemu dengan Jimin dan orangtua kita? Hyung titip salam untuk mereka...'
Aduh kita sudah sampai di penghujung cerita 😂😂
semoga para good Reader suka sama ceritanya ya....
maaf tepo*
.
By,, jumpa lagi👋👋
...Min Taehyung...
...Min Yonggi...
Â
Â
...Jenny kim/ Min jenny...
Â
Â
...Min Taenny...
Â
Â
...Min Yeonjun...
......Jangan lupa like and coment......