
hy
.
.
Author comeback 😉
kali ini author akan double up
.................
sudah seminggu ini Taehyung berkutat dengan tugas akhirnya. Dia berusaha siang dan malam untuk segera menyelesaikan tugasnya, sampai-sampai Hyungnya yang pulang ke rumah ya baikan.
Tapi jangan salahkan dia, dia tak punya pilihan 😥.
Karna dia memang harus menyelesaikan sesegera mungkin agar cepat lulus.
(semangat Taehyungaaa💪💪)
Bahkan ia harus meminta izin Hyungnya itu untuk seminggu ini fokus pada tugas akhirnya. Dan Yonggi juga memaklumi nya. Meskipun Yonggi sendiri tidak tahu bagaimana mengerjakan tugas akhir itu seperti apa, karna ia hanya lulus sekolah menengah atas (ciri-ciri Hyung yang baik😉)
Sebenarnya ia bisa saja melanjutkan studinya tapi dia lebih memilih bekerja untuk menghidupi dirinya dan Taehyung setelah mereka kehilangan kedua orang tua Mereka.
................
"Makanlah dulu Tae"
Yonggi mencoba mengalihkan fokus Taehyung pada leptop yang masih didepannya. Sungguh dia mulai kesal karena terus diabaikan.
"Sebentar lagi Hyung"
Taehyung masih sibuk dengan acara mengetikny. Dengan kaca mata kotak nya yang setia bertengkar, terlihat tampan jika dilihat.
"Berhenti sekarang atau Hyung akan pergi ke studio"
Taehyung terkejut mendengarnya dan dengan segera menyimpan filenya dan lalu fokus pada Hyungnya itu. Yonggi terkekeh pelan, gemas rasanya melihat tingkah sang adik.
"Jangan coba coba pergi tanpa pamit pada ku Hyung".
Taehyung melirik Hyung nya kesal, sedangkan Yonggi malah terkekeh.
"Jangan seperti itu Tae, aku bekerja juga untuk mu. Karna uang Hyung adalah uangmu juga"
"Dan uangku adalah uang Hyung juga" Jawaban Taehyung
"Tidak. Uangmu ya uangmu" jawab Yonggi mutlak
"Hyung juga harus merasakan uangku, Ya meskipun tak sebanyak uang milik mu Hyung"Ucap Taehyung lalu menyuapkan nasi ke dalam mulut nya.
"Kau pikir uang mu itu makanan sehingga harus di makan sehingga bisa dirasakan?. Udah, cepat di makan. Hyung ada urusan setelah ini"
"Kemana?"
"Ke studio, Hyung harus rapat dengan Namjoon untuk proyek baru kami"
Entah mengapa selera makan nya tiba tiba hilang.
"Tae, Hyung mohon bersikap lah dewasa"
Yonggi paham dengan situasi ini. Akan ada pertengkaran kecil antara mereka dan akan menjadi rumit jika tak segera ia selesai kan.
Yonggi menghela nafas pelan, jujur saja dia ingin cepat cepat menyelesaikan hal yang menurut nya sepele ini, karna bagaimana pun ia melakukan ini semua juga untuk Taehyung.
"Sabar Yonggi, kau harus menjelaskan baik baik.
selesai dengan kepala dingin, dia masih kecil sehingga belum bisa berpikir dewasa"*Batin Yonggi
"Tae"
"Aku akan wisuda beberapa minggu lagi, dan Tae harap Hyung akan ada di kursi itu untuk melihat ku berdiri di podium. Aku sudah mencoba dewasa Hyung.
Tapi Tae mohon sisihkan waktu Hyung untuk ku saat wisuda"
Yonggi terdiam di tempat- tanpa niatan untuk membela atau membalas omongan Sanga adik itu.
"Akan Hyung usaha kan Tae"
"Biarkan aku egois untuk hal ini Hyung".
"......"
"Tae, Hyung pergi dulu"
Yonggi masih setia berdiri di depan pintu kamar sang adik. karena pertengkaran beberapa minggu yang lalu hubungan mereka menjadi sedikit renggang.
Taehyung lebih suka menghabiskan waktunya di kamar dan berkutat pada tugas akhirnya. dia jadi lebih sering merupakan makanan juga tidurnya.
Yonggi mulai khawatir, tapi dia tidak bisa berbuat lebih. Adiknya adalah orang yang keras kepala sama sepertinya, dan Projek yang dia kerjakan juga Mulai menumpuk karena diabaikan. Bahkan namjoon mulai stres dibuatnya.
"Hah.. Tae.. Hyung pergi. Akan Hyung usahakan untuk pergi ke wisuda mu Minggu depan. Makanan ada di meja, jika kau lapar, Hyung sudah memasak makanan kesukaanmu. Hyung pergi dulu"
Yonggi menunggu sedikit lama untuk jawaban sang adik. Namun ternyata didalam sana masih terdiam enggan untuk menjawab. Diapain memutuskan untuk benar benar pergi ke studio.
Akan buruk waktu untuk menyelesaikan projeknya karna projek itu cukup penting bagi karirnya juga.
.................
.
.
.
.
By,,,, Samapi jumpa di chapter selanjutnya 👋👋