Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
Percintaan?



.


.


...........


.


.


Heppy Reading, Good Reader


.


.


.


Pagi ini harusnya Namjoon dan Yonggi sudah kembali ke studionya dan kembali mengurus proyek mereka. Namun dibatalkan karena Taehyung menyuruh Yoongi untuk beristirahat sehari lagi. Tapi bukan Yoongi namanya jika tidak keras kepala dan pandai berbohong.


"Hyung hanya akan mengubah beberapa bagian setelah itu kuserahkan semua pada Namjoon, Tae. Hyung hanya akan memeriksa kerja Namjoon.


Hanya itu tidak lebih.


Jadi kau bisa kan mengijinkan Hyungmu ini untuk pergi ke studio?".


Ucap Yonggi yang duduk di ranjang sembari memperhatikan sang adik yang sedang merapikan dasi.


"Taehyung tahu Hyung sangat suka bermusik tapi kesehatan Hyung nomor satu.


Istirahat dirumah satu hari lagi ya.


Setelah itu Hyung bisa kembali ke studio"


"Hyung baik baik saja Tae. Hyung hanya lelah, tidak lebih".


"Bagaimana bisa kelelahan hingga seperti 'itu' Hyung?"


ucap Taehyung lirih namun masih bisa di tangkap telinga Yonggi.


wajah Taehyung seketika menjadi sedih.


Matanya menjadi sendu.


Yonggi merasa bersalah dengan sikapnya.


"Baiklah. Hyung akan dirumah untuk istirahat.


Maaf karena Hyungnya ini keras kepala Tae" ucap Yonggi yang kemudian ditatap Taehyung lekat.


"Maaf Hyung. Aku tak bermaksud melarangmu untuk melakukan apapun yang Hyung sukai.


Hanya saja, Hyung juga perlu beristirahat.


Taetae tahu, tak bisa membantu Hyung banyak justru hanya membebani Hyung. Taehyung yang harusnya meminta maaf bukan malah Hyung"


Yonggi tersenyum mendengar ucapan sang adik yang entah mengapa terkesan lebih dewasa. Yonggi melambaikan tangannya, menyuruh Taehyung untuk mendekati nya dan duduk di sampingnya.


"Adik Hyung sudah dewasa ternyata. Hyungmu sampai tak menyadari nya. Maafkan Yonggi Hyungmu ini ya?


Maaf sudah membuat khawatir. Terima kasih sudah tumbuh dengan baik juga" ucap Yonggi sembari mengelus Surai coklat milik sang adik.


Taehyung hanya bisa terdiam sembari menikmati elusan lembut Hyungnya.


.


.


"Aku yang harusnya berterima kasih Hyung. Terima kasih sudah merawat ku hingga sebesar ini".


.


..............


.


Pada hal-hal seperti itu terkadang hanya Allah hal sepele terbanyak orang tak menyadarinya.


Taehyung suka membaca.


Taehyung juga memiliki orang-orang di sekitarnya. Taehyung belajar banyak hal karena Yongki.


Taehyung belajar bagaimana menghargai sesuatu meski nilai itu tidak lebih besar dari hal yang mereka miliki lainnya.


...'Setiap hal yang di ciptakan ini pantas untuk mendapatkan perlakukan baik dari kita Tae'...


Taehyung ingat betul perkataan Hyung tercintanya.


Ya, tercinta. Setelah dua orang yang begitu yang sayangi pergi jauh dan tak akan kembali. Hanya Yonggi Hyungnya yang berada di sampingnya hingga saat ini.


Hanya dialah seseorang yang di labelinya 'orang paling berharga' setalah orang tuanya tiada. Meski Yonggi terkesan tertutup dan Sibuk karena pekerjaannya. Taehyung dapat mengerti hal itu.


Bahkan setelah dia lulus dari kuliah nya dan bekerja di perusahaan yang sama dengan Hyungnya, Taehyung tak pernah sekalipun lupa untuk menengok walau hanya sekedar melihat keadaannya. Namjoon bahkan terheran dengan rutinitas yang Taehyung lakukan itu.


"Melihatmu setiap makan siang kemari membuatku berpikir keras Tae. Sebenarnya kau itu benar benar adiknya 'es batu' atau pacarnya?"


Ucapan Namjoon yang asal keluar dari bibir seksinya itu membuat nya mendapat tumpukan botol kosong oleh Yonggi.


Tapi mau bagaimana pun mereka memang terlihat seperti sepasang kekasih, Seokjin bahkan menyetujui pendapat rekannya itu.


"Aku masih doyan dua bantalan empuk atas bawah, Yoon".


"Kursi pijat mu itu empuk Yoon.


Pacari saja, aku jamin dia juga memberimu kenikmatan".


"Kau katakan itu lagi, habis komputer mu Joon".


Kala itu Yonggi dmembantah dan membuat seluruh studio tertawa keras.


Bahkan Taehyung yang menjadi bahan gosip mereka ikut terkekeh.


Otak dan omongan Namjoon benar benar membuat semua orang disana menggeleng keheranan.


Taehyung merasa senang melihat Yonggi Hyungnya mulai membaik. Bahkan melihat bagaimana orang-orang perhatian dan baik pada Hyungnya membuatnya merasa benar benar bahagia.


Mungkin sikap Taehyung terkesan seperti berlebihan tapi apa salahnya menyayangi Yonggi Hyungnya yang notabenenya satu-satunya anggota keluarga yang dia punya saat ini. walaupun begitu Taehyung tetap merasa khawatir. Bukan tentang keadaan Hyungnya, tapi keadaan percintaan sang Hyung.


Iya, percintaan.


Usia Yonggi sudah matang bahkan saking matangnya terlihat seperti seorang kakek kakek yang berada di tubuh seorang pria.


Bahkan Taehyung terkadang sering terheran melihat tingkah sang Hyung yang suka sekali berdiam diri, sering tidur, melamun dan minum teh di sore hari sembari mendengarkan music tahu 90an.


Sampai hari ini Taehyung belum mendengar sang Hyung menjalani hubungan spesial dengan seorang wanita man pun.


Bahkan kalaupun ada rumit tentang Yonggi, biasanya seputar 'Yonggi merusak piano di studio, lagi' atau kalau tidak pasti tentang 'Yonggi hampir membunuh PD nim saat rapat'.


Taehyung bahkan terheran heran dengan temperamen sang Hyung sampai sekarang sulit untuk di kontrol tanpa ada dirinya itu. Paham akan sikap sang Hyung, Taehyung jadi ragu sekaligus penasaran. Wanita mana yang akan bisa meluluhkan hati dan temperamen parah Yonggi Hyungnya itu.


.


.


.


ok,, sampai sini dulu...


.


By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋