
.
.
.
Heppy Reading, Good Reader ^_^
.
.
Yonggi akhirnya terbangun dari tidurnya. Kedua matanya berair entah sejak kapan. Mimpinya terhenti bersama dengan suara elektrokardiogram ditubuh Taehyung yang berbunyi nyaring. Sangat nyaring hingga menulikan telinganya.
Yonggi mengerjapkan matanya, melirik kearah ranjang disampingnya yang penuh dengan kegaduhan yang tak bisa ia dengar. Ia bisa melihat betapa kacaunya Hoseok yang mencoba mempertahankan Taehyung-nya. Yonggi masih bergeming.
Ia belum ingin melihat wajah adiknya yang sudah ia yakini tak bernyawa lagi. Yonggi melihat langit-langit tempat ia berada saat ini. Menatapnya lekat dan air matanya mengalir pelan kemudian, terdiam tanpa ada isakkan.
"Taehyung-ah... Min Taehyung" panggilannya lirih
Yonggi mencoba menegakkan tubuhnya yang jujur saja sudah menghentikan acara 'penyelamatannya'.
Yonggi perlahan mendekati Taehyung yang sudah dapat ia pastikan sudah benar-benar meninggalnya.
"Kematian pasien Min Taehyung, 21 Juli 2021. Pukul 10.15" ucap Hoseok yang terdengar tengah menahan tangisnya.
"Yonggi-ah.." panggilan Hoseok yang sudah berdiri tepat disampingnya tubuh Taehyung.
Yonggi tampak menggenggam erat tangan sang adik, mengelus wajah serta surai coklat milik adik tampannya secara perlahan sembari tersenyum tipis.
"Maaf Yoon, aku tak bisa mempertahankan Taehyung" Yonggi menggeleng pelan mendengar ucapan Hoseok.
"Tidur nyenyak adikku, Hyung sangat menyayangimu.
Berbahagialah disana, jangan lupa pesan Hyung ya.
Anak pintar"
Yonggi mengecup pelan dahi dan kedua pipi sang adik.
Hoseok yang berdiri disamping Yonggi sudah berlinang air mata. Ia tak bisa dan tak sanggup melihat adegan yang begitu menyakitkan hati ini. Yonggi memeluk pelan tubuh sang adik yang sebenarnya sendari tadi sudah mulai membeku.
Diselimuti nya tubuh Taehyung hingga menutupi seluruh tubuhnya. Entah mengapa Yonggi merasa mulai dari tenang, meskipun sangat sedih atas kehilangan nya orang yang merupakan alasan ia bertahan hidup selama ini, tapi ia begitu tenang, Hatinya begitu hangat.
Adiknya, Min Taehyung sudah pergi dan tak akan pernah kembali lagi bersama nya.
Tak ada pelukan hangat sang adik.
Tak ada senyum kotak nan khas dari adik kecilnya,
dan Tak ada lagi kebersamaan yang selalu mereka setiap waktu.
Semua itu tak ada dan Yonggi sangat sadar akan hal itu, tapi tak bisa ia pungkiri jika sekarang ia merasa tenang.
Adiknya sudah tak merasa sakit,
Adiknya sudah sembuh dan tak lagi menderita, Adiknya sudah bahagia bersama orangtuanya dan mungkin Taehyung akan bertemu dengan Jimin disana juga.
Yonggi begitu beruntung memiliki Taehyung dihidupnya. Ia selalu berpikir apa yang akan ia lakukan jika Taehyung tak ada disisinya. Yonggi selalu dirundung rasa takut dan khawatir jika menyangkut adik kecilnya, tapi Yonggi kembali ingat dengan perkataan Taehyung.
Ia harus baik-baik saja. Ia harus bangkit, ia harus tetap hidup untuk sang adik dan untuk dirinya sendiri, dan yang lebih Taehyung inginkan adalah Yonggi Hyungnya menikah dan memiliki keluarga kecilnya sendiri agar Yonggi Hyungnya tak merasa kesepian dan menderita lebih lama.
Tidakkah Taehyung nya begitu berhati malaikat?
Bahkan diakhir hidupnya, ia masih mementingkan dan terus berdoa pada Tuhan untuk sang Hyung, hanya untuk Min Yonggi, Hyung tersayangnya.
Karna menurutnya itu sudah cukup, kebahagiaan nya adalah melihat sang Yonggi Hyungnya bahagia dan itu akan selalu menjadi yang pertama untuknya.
.
.
Pemakaman Taehyung begitu sederhana, hanya ada sahabat dan rekan-rekan Yonggi dan Taehyung yang menghadirinya. Yonggi selama sesi pemakaman hanya menatap diam peti mati sang adik yang berada disampingnya. Bunga Krisan dan aster dimana-mana.
Foto Taehyung terpajang dengan manis dan tampan secara bersamaan dan itu membuat Yonggi tersenyum melihatnya. Aku akan sangat merindukan senyuman itu, batinnya.
Tubuh Taehyung tak dibakar seperti layaknya tubuh kedua orangtuanya yang ia siapkan sebelum nya. Tetapi ia memberikan sehalaman ladang penuh bunga dandelion kuning dan bunga-bunga liar yang begitu cantik. Karena Yonggi tahu, adiknya itu akan sangat menyukainya.
Namjoon, Seokjin dan Hoseok menunggu Yonggi yang masih setia didepan gundukan tanah Taehyung sembari membawa sebuket bunga penuh dengan warna ungu. Yonggi menatap makam Taehyung yang sudah sangat dipenuhi akan kelopak-kelopak bunga.
"Taehyung-ah, Min Taehyung adiknya Min Yonggi. Apa Taetae Hyung sudah bahagia sekarang? Jika sudah, kali ini Hyung yang bahagia juga. Mari bahagia bersama, Yonggi Hyungmu disini akan hidup baik-baik saja seperti yang Taetae minta.
Salam kan pada Ayah dan Ibu, bahwa Yonggi Hyung mereka akan hidup lebih baik mulai sekarang.
Sampai jumpa, adikku" Yonggi mencabut kelopak demi kelopak bunga yang ia bawa tadi dan ia taburkan diatas makan sang adik.
Angin tiba-tiba berhembus kencang dan menerbangkan beberapa kelopak yang ia pegang.
'Terimakasih Hyung'.
Suara samar-samar yang begitu tinggi kenal terdengar.
Yonggi kembali tersenyum dan mengangguk pelan.
.
.
.
"Hyung sangat menyayangimu Min Taehyung!".
..........................
...[TAMAT]...
....
BY by by Good Reader nya author 👋👋
Jumpa lagi di chapter author selanjutnya di cerita yang lain......
.
.
Eittttt... tunggu tunggu...
author sebenarnya mau buat spesial chapter,,,
Jadi buat Good Reader-nya author jangan bosen nungguin ya👌👌👌
Sampai jumpa lagi
Salam dari Uri TaeGi
Romantice Brother^_^
AYEOONNNGGGGG.........