Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
Baikan^_^



...........


*masih di tempat yang sama 'meja malam'


.


.


.


.


.


.


.


Heppy Reading..


Suara dentingan alat makan begitu kentara terdengar. Memecahkan keheningan tiap sekon nya agar tak ada rasa canggung yang semakin besar. Mereka masih larut dalam pikiran masing masing.


Mencoba merangkai kata demi kata sedemikian rupa agar terasa enak dan nyaman saat di dengar nantinya.


"Aku selesai. Terima kasih atas makannya"


Yonggi tersadar dari lamunannya ketika sang adik yang beranjak dari tempat duduknya.


"Tae.... Tunggu sebentar"


Yonggi segera menahan sang adik untuk duduk kembali di tempat nya. makanan nya masih tersisa hanya di piring yang di gunakan Taehyung, itu yang dia lihat sekarang.


"Apa kau tak enak badan Tae? kenapa makanan nya masih tersisa banyak? Emm.. Apa masakan Hyung tak enak?"


Yonggi bertanya hangat. Taehyung masih setia dengan diamnya. Yonggi mulai khawatir. Sungguh, dia harus segera menyelesaikan masalah yang mengakibatkan kecanggungan diantara mereka berdua.


"Tae... Hyung minta maaf. Hyung Sadar tak seharusnya Malakukan hal ini, seharusnya Hyung hadir di acara wisuda mu dan bukannya menyiapkan perayaan ini. Tidak seharusnya Hyung mengecewakan mu Tae. atidak seharusnya Hyung menyakitiku. Maaf, Hyung benar benar minta maaf atas semuanya"


Taehyung masih setia saja menunduk kan kepala. Memainkan ujung baju longgar nya di bawah meja.


"Tae.."


Yonggi menghela nafas pelan. Tak tahu lagi apa yang harus dia lakukan untuk meluruskan kesalah pahaman


yang terjadi.


"Emm.. Tak apa jika kau belum bisa memaafkan Hyung. Hyung tahu Hyung bersalah. Hyung tak memaksa".


"Jika kau tak enak badan, beristirahat lah. Biar Hyung yang membersihkan semuanya".


"Hyung"


Panggilan Taehyung seketika menghentikan atensi Yonggi membereskan meja makan. Ditatapnya Taehyung sembari menunggu nya bicara.


"Mengapa Hyung melakukan ini? Hyung tahu Taetae tak suka perayaan seperti itu. Tae hanya mau Yonggi Hyung. Tae mau Yonggi Hyung menghadiri wisuda Tae. Tae tak mau Hyung menghamburkan uang hanya untuk perayaan itu. Tae hanya butuh senyum hangat dan pelukan. T-tae.... Hiks... Hanya mau Hyung... bukan yang... hiks..... lain...hiks..."


Tangisan itu pecah. Adik kecil nya Yonggi menangis seketika itu juga. Yonggi dengan segera membawa sang adik dalam dekapannya. Dielus nya punggung sang adik sembari berucap kata maaf dan sayang pada Taehyung nya.


Benar benar hangat. Itu yang mereka rasakan saat ini. seolah rasa kecewa Taehyung kecewa dan sedih Taehyung hilang seketika setelah mendapat pelukan dari sang Hyung. Taehyung ingin seperti itu dalam waktu lama. Ingin rasanya harus mendapatkan pelukan dan elusan kepala dari Hyung satu satunya ini.


Setelah Taehyung mulai kembali tenang. Yonggi melepas pelukannya. mengecup pelan dahi sang adik yang dirasa sedikit menghangat itu.


Begitu besarkan pengaruh Yonggi hingga Taehyung dalam semalam terserang demam. Yonggi merasa bersalah saat itu juga.


"Kau demam Tae. Ayo pergi ke kamar dan beristirahat"


Yonggi mengajak Taehyung yang masih sesenggukan pelan itu. Di bawanya sang adik masuk ke kamar mereka.


"Tidurlah dulu, Hyung akan keluar membeli obat sebentar".


Taehyung seketika menarik tangan Yonggi. menggeleng pelan tanda menolak Hyungnya pergi.


"Tidak, Hyung temani Tae disini. Taetae tahu Hyung tidak tidur semalam. Taehyung minta maaf membiarkan Hyung tidur di sofa semalam. T-tidak seharusnya Tae seperti itu... hiks.."


Taehyung kembali menangis. Entah mengapa akhir akhir ini Taehyung menjadi melankolis seperti itu. Yonggi segera naik ke ranjang mereka dan membaringkan tubuhnya di sisi sang adik.


"Shuutt.. Iya Tae. Hyung akan menemanimu. Aigoo.. Adik kecilku ini benar-benar cengeng. Sekarang berhenti menangis dan tidur. Nanti kepalamu bisa sakit".


Dielus nya surai sang adik yang muslim tenang kembali. Yonggi mengumumkan nyanyian yang dulu biasa di nyanyikan sang ibu untuk Taehyung. Mendengar dengkuran halus sang adik, Yonggi pun berhenti dan muslimah tertidur juga.


.


.


.


.


.


.


By,,,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋


.