Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
Amplop



Heppy Reading, Good Reader')


.


.


.


.


Pagi ini Yonggi berangkat pagi sekali untuk pergi kekantor karena ada yang harus ia bicarakan dengan Namjoon dan PD nim.


Jujur saja, ia sebenarnya tidak ingin meninggalkan Taehyung yang masih tertidur pulas.


Tapi karena hal penting yang mau tak mau ia harus meninggalkannya sampai siang nanti.


Syukurlah Yonggi sudah menyiapkan sarapan dan makan siang yang ia simpan dikulkas untuk sang adik.


Dengan begitu Taehyung tak perlu repot-repot untuk memasak, meskipun sebenarnya Taehyung bisa saja membeli makanan pesan antar.


Namun, Yonggi pikir itu tak baik untuk kesehatan Taehyung ditambah dengan dia yang sedang sakit.


Taehyung terbangun dan mendapati rumah kecilnya kosong.


Yang berarti Yonggi Hyungnya sedang pergi.


Taehyung tahu tentang hal hal kecil seperti ini, itulah mengapa ia tak mempermasalahkan nya.


Taehyung selama satu jam masih terbaring di kasur, tak berniat untuk beranjak dari tempat empuk itu.


Padahal hari sudah mulai siang, tapi dia sama sekali tak ingin beranjak dari tempat nyaman itu.


"Lapar, tapi malas sekali untuk pergi kedapur"


Gumamnya sambil guling-guling dikasur.


"Apa Yonggi Hyung akan lama perginya?


Eh? Dimana ponselku?"


tanyanya pada diri sendiri lalu mengendarkan pandangan nya mencari ponselnya.


"Ah,, kau disini rupanya"


ucap Taehyung setelah menemukan ponselnya yang tergeletak dinakas samping pintu kamar.


Taehyung pada akhirnya beranjak dari kasur dan berjalan mengambil ponselnya.


Ia merasa heran dengan amplop coklat yang tergeletak disana. Seolah lupa akan tujuan utamanya, Taehyung mengambil isi amplop yang berisikan selembar kertas putih


Dibacanya perlahan berulang kali karena takut ada yang tertinggal dan tak dapat dia pahami.


Taehyung cukup terkejut namun dia cepat dapat menenangkan dirinya yang sebenarnya cukup gemetar.


Dihirupnya udara disekitarnya dalam-dalam seolah udara itu akan segera habis.


Lalu memandang kertas itu lagi lalu terkekeh pelan.


Taehyung kemudian meletakkan kertas itu kemudian seolah tak terjadi apa-apa. Taehyung segera mengambil ponselnya dan keluar dari kamar.


Berjalan menuju meja makan yang terdapat tudung saji.


Mungkin Yonggi Hyung membuatkan sarapan untuknya, pikir Taehyung.


Ia mengambil air dan meneguknya sampai tandas.


Membuaka tudung saji dan terlihat ada cukup banyak lauk serta sayuran yang berada disana.


Taehyung menatap itu diam, seolah napsu makanya hilang seketika teringat akan kertas yang ia baca tadi.


Ia meletakkan tudung saji disisi lain dari meja tersebut dan mengambil bubur didepannya.


Memasukkan sesuai bubur dalam mulutnya dan mengunyah pelan


"Sudah dingin, tapi masih enak" gumam nya.


Maklum saja Yonggi Hyungnya memasak jam 5 pagi dan pergi jam 6. Tentu saja buburnya sudah dingin mengingat hari sudah mulai siang.


Taehyung memakan nya dengan lahap hingga semua makanan disana tandas.


Sangat enak, itu pikirannya. Yonggi Hyungnya selalu sukses membuat napsu makanya meningkat.


Ingatkan Taehyung untuk mengucapkan terima kasih pada Yonggi Hyungnya, ok.


.............


Yonggi pulang jam 2 siang dengan tak lupa membawa beberapa kantor plastik yang berisi sayur serta daging untuk persediaan mereka di dapur.


Yonggi yang baru masuk kerumah mendapati Taehyung tengah mengerjakan sesuatu didepan leptop.


Setelah semua kantor plastik ia taruh dimeja dapur.


Yonggi mendekat pada sang adik yang tampak serius sampai mengabaikan kepulangan nya.


"Kau sedang apa?"


Taehyung seketika terkejut mendapati wajah Hyungnya yang terlewat putih itu berada tepat disampingnya. Hidung manggirnya sampai membentur pipi sang Hyung.


"Aishh... jangan muncul tiba-tiba Hyun"


Yonggi menatap sang adik datar


"Aku sudah pulang dari tadi Tae"


Jitakkan pelan memdarat dikepala Taehyung


"Sedang apa kau?


Hyung sudah bilang untuk jangan berkerja beberapa waktu ini, Tae" Yonggi terdengar begitu cerewet ditelinga Taehyung.


"Aku hanya bertukar Jabra dengan Seokjin Hyung sekalian bertanya bagaimana pekerjaan dikantor akhir-akhir ini saat ku tinggal" jelasnya pada sang Hyung


"Hyung sudah memberitahu kan PD nim untuk memberikan keringanan padamu mengenai pekerjaan.


Hyung juga sudah berunding dengan Seokjin soal ini"


Taehyung menatap Yonggi dengan heran.


Yonggi menatap nya balik.


"Hyung, aku heran. Perusahaan itu milikmu atau milik siapa sih?" ucap Taehyung asal


"Bahkan jika aku, Namjoon dan Seokjin keluar dari perusahaan itu.


Hyung jamin, perusahaan itu akan bangkrut"


"Percaya diri sekali Hyung"


ucap Taehyung tak percaya dan hanya dibalas gidikan oleh Yonggi.


Yonggi masuk kedalam kamar, berencana untuk mengganti baju dan beristirahat sejenak.


Namun pandangannya terpaku pada amplop yang tentu sangat ia kenal.


Karena kemarin membicarakan isi amplop itu bersama Hoseok.


Yonggi dirundung perasaan cemas.


'Apa Taehyung membuka nya?'


Batinnya lalu segera meletakkan amplop itu ketempat aman.


.


.


.


By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


Tepo adalah hal yang Ceritawi๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜Œ