
..........
'Keesokkan harinya'
*Apartemen..
"Eunghh....Ahh.."ucap Yonggi yang baru bangun dari tidurnya. Mengerjapkan matanya yang belum sepenuhnya terbuka tersebut.
"Ah.. Kau sudah bangun Hyung? sebentar Tae bawakan air madu untuk mu" ucap Taehyung yang balas dengan anggukan kecil. Masih memegangi kepalanya yang rasanya ingin pecah itu.
"Ini Hyung, minumlah agar sakit kepalamu berkurang".
Yonggi meminumnya tandas. Taehyung masih setia melihat Hyungnya dalam diam. Yonggi merasa risih akhirnya membuka suara "Jangan melihatku seperti itu, Tae" ucapnya.
Taehyung tersenyum tipis mendengarnya
"Hyung" panggilnya.
Ahh Yonggi paham dengan suasana seperti ini.
"Apa aku menyusahkan mu Hyung?"
Tiba tiba Yonggi terkejut mendengar.
"Katakan jika memang ia Hyung" ucap Taehyung lagi.
"Maaf Tae"ucap Yonggi yang sudah teringat dengan peristiwa semalam.
"Aku tidak butuh kata maaf Hyung. Jadi jawab saja pertanyaan ku"sanggahnya.
Sungguh Yonggi ingin pergi dari situasi ini.Dia ingin berkata yang sejujurnya. Katakan jika 'iya' tapi apa alasannya?. Taehyung anak yang pekerja keras, dia bahkan bekerja paruh waktu untuk membayar uang kuliah nya.
Katakan jika memang 'tidak' tapi alasan yang membuat Yonggi seperti semalam juga karna Taehyung itu sendiri. Yonggi bingung harus menjawab apa.
"Maaf Tae, sungguh kau sama sekali tidak membebani. Aku minta maaf soal yang semalam"ucapnya tulus.
"Setidaknya katakan jika kau ada masalah, Hyung. Kenapa hanya dipendam sendiri? masih ada Taehyung yang akan mendengar kan Hyung, aku masih adikmu" lirih Taehyung yang menahan tangisnya.
Yonggi seketika memeluk tubuh adiknya yang sudah bergetar itu. Mengelus punggung leher adiknya dan sembari mengucapkan kalimat penenang untuknya. Yonggi baru sadar, adiknya ini sudah tumbuh besar. Bahkan pundak sang adik lebih besar darinya. Tingginya juga lebih darinya. Yonggi baru sadar.
..........
Sudah sepekan ini Yonggi terus saja berkutik dengan pekerjaannya. Dia jadi sering meninggalkan acar makan dan kekurangan tidur. Namjoon yang sebagi rekan dan juga sahabatnya itu merasa heran, mengapa Yonggi bisa sekuat itu dengan tak makan dan hanya minum kopi setiap saat.
"Beristirahat lah Yoon" perintah Namjoon.
"Sabar Joon, tinggal sedikit lagi" Yonggi tanpa sekalipun mengubah arah pandangannya pada layar komputer
"Ini sudah yang ketujuh kalinya kau bekata 'tinggal sebentar lagi'. Beristirahat atau kau ku beri libur sekarang juga!"
Namjoon sudah mulai kesal dengan sikap sahabat dan juga rekan kerjanya ini.
Workholic Yonggi sudah keterlaluan.
Dia tidak akan bisa bertahan lama dengan kondisi tubuh yang seperti itu.
Namjoon tahu semua kerja keras Yonggi itu untuk siapa, tapi bukan dengan menyakiti diri sendiri juga. 'Pikir Namjoon.
Yonggi seketika berhenti dari kegiatan nya sembari menghela malas. Setidaknya cara seperti ini berhasil untuk menghentikan kegiatan Yonggi itu.
Namjoon bersyukur setidaknya merangkap sebagai ketua tim dari tim produksi tidak terlalu merugikan juga baginya.
"Pulanglah sebentar, lihat Taehyung apakah dia baik-baik saja dirumah Yoon" ucap Namjoon lagi
"Dia akan baik-baik saja Joon. Taehyung itu sudah besar, daia bisa merawat dirinya sendiri" jelas Yonggi.
"Dia sudah semester akhir Yoon. Dia butuh dukungan dari orang terdekat nya untuk segera menyelesaikan studinya"
"Aku tahu, tapi aku juga bekerja untuk dirinya, Dia akan tahu itu"ucap Yonggi lagi
"Dia tahu Yoon. Dia sangat paham soal itu semua. Tapi dia tetaplah adik kecilku yang juga butuh perhatian, jangan egois Yoon".
Dia tak habis pikir, bagaimana bisa dia memiliki sahabat yang keras kepala seperti itu.
Yonggi masih saja terdiam mendengar tuturan terakhir Namjoon yang membuatnya sedikit sadar dari dunia kerjanya.
...........
*Cklek..
"Aku pulang" Taehyung membuka pintu apartemen nya itu. ada yang aneh dari rumah. Tiba tiba tercium aroma harum dari dapur yang menandakan seseorang tengah memasak disana. Seketika dia langsung berlari kearah dapur, dilihatnya seseorang tengah sibuk dengan penggorengan nya.
"Oh? Yonggi Hyung? kapan Hyung pulang?" ucapnya masih terkejut karena mendapati hyung nya ada di apartemen Karna sudah seminggu mereka tidak bertemu, bahkan sekedar menelpon saja hampir tidak pernah, jika saja Namjoon tidak memberi kabar untuk Taehyung, Pasti Taehyung akan sangat khawatir akan keadaan Hyung nya itu.
"Sudah pulang Tae?. Baru saja, mandilah dulu setwlah itu kita makan malam" ucap Yonggi yang masih sibuk dengan penggorengan nya.
Taehyung tanpa pikir panjang langsung melesat kekamar mandi untuk membersihkan badannya. perasaannya sangat senang, Hyungnya bisa pulang dan makan bersama, itu benar-benar membuatnya bahagia.
Tap
Tap
Tap
"Wah... Hyung memasak sebanyak ini?" Taehyung terkejut Karna Hyungnya memasak makanan yang lumayan banyak.
"Bagaimana kita menghabiskan semuanya?" lirih Taehyung yang cukup didengar oleh Yonggi
"Namjoon dan Jin akan kesini, jadi Hyung memasak banyak, Tak apakan?" ucap Yonggi yang langsung dibalas gelengan cepat dari Taehyung
Sembari menunggu kedua orang yang tengah dalam perjalanan. Yonggi dan Taehyung tengah asik berdiam diri, bingung inggin memulai obrolan dengan apa, rasanya sedikit canggung karena makan malam seperti ini cukup lama tidak dilakukan.
Yonggi merasa tak nyaman dengan ini segera dia menyudahi nya.
"Emm..B-bagaimana dengan kuliahmu Tae? Apa bejalan dengan baik?"tanyanya.
Taehyung sedikit terperanjak.
"Ahh.. Baik Hyung. Tugasku sudah hampir selesai, sebentar lagi aku lulus. Kalau hyung sendiri bagaiman dengan perkejaanmu Hyung? apa masih sibuk seperti biasa?"jelasnya sembari bertanya
"Baik, semua berjalan lancar. Maka dari itu Hyung pulang sebentar untuk menemuimu".
Jawaban Yonggi sukses membuat senyum Taehyung melebar.
Entah mengapa melihat senyum itu Yonggi merasa bersalah. Sebahagia itukah adiknya sampai senyumnya tak juga luntur dari wajahnya?.
Yonggi merasa bersalah.
Namjoon benar, sebesar dan sedewasa apapun Taehyung, dia tetaplah adik kecilnya yang butuh perhatian.
........
.
.
.
.
.
.
By... sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋
Maaf jika ada yang Tepo