Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
CUKUP!!



.


.


ok, untuk hari ini, chapter ini udah update chapter yang ke-3 ya,,,


Semoga Suka,,


author sengaja sih buat 2 hari terakhir ini, author buat chapter nya lebih dari 1...


Alasan nya tuh,, biar cerita 'BROTHER' cepat kelar,,


walaupun sebenarnya author gak rela buat cepat cepat nyelesain karna author ke gak ngeh deh kalo keuwuan TaeGi Brother itu cepat kelar...


Tapi sesuai janji, author udah janji buat cepat cepat kelar biar cerita 'You are a memory' tuh bisa update..


Jadi semoga buat pembaca setia Ceritanya 'BROTHER' author harap semoga suka sama alur ceritanya☺️☺️


.


.


Heppy Reading, Good Reader')


.


.


............


Keesokan harinya Taehyung terbangun dengan perasaan yang kurang nyaman di sekujur tubuhnya.


Sisi ranjangnya saya dah kosong yang berarti Hyungnya sudah bangun dan mungkin sedang di dapur.


Taehyung menatap langit langit kamarnya yang ia huni bersama Yonggi Hyungnya.


"Ini tidak nyaman" Gumamnya.


Taehyung mencoba bangun dari tidurnya perlahan.


Ia ingin kekamar mandi dan mencuci mukanya yang terlihat kusut.


Perlahan turun dari ranjangnya dan satu persatu kakinya menyentuh lantai. Saat hendak berdiri kedau kakinya bergerak hebat.


Taehyung cukup terkejut akan hal itu.


"Kakiku... kenapa?"


*CLEKK


Seseorang membuka pintu kamarnya yang kemungkinan besar adalah sang Hyung.


Taehyung menatap diam sang Hyung yang membawa senapan sarapan untuknya.


Mungkin bubur, Taehyung seolah hapal menu itu.


Yonggi menatapnya heran


"Ada apa Tae? Kau masih harus beristirahat"


Taehyung tersenyum lembut pada Yonggi


"Hanya ingin mencuci wajahku Hyung.


Tapi kakiku.... mereka bergerak hebat"


Bak disambar petir, Yonggi kembali dilanda rasa khawatir.


Mungkin karena kau demam semalam, sekarang kembali keranjang mu, akan Hyung ambilkan air di baskom untuk mencuci wajahmu"


Nampan berisi sarapan itu Yonggi letakan dinakas, Yonggi kembali keluar kamar menuju dapur dan mengambil baskom yang berisi air hangat untuk adiknya.


Setelah Taehyung selesai mencuci wajahnya, Yonggi segera menyuapinya dengan perlahan.


Mereka semua terdiam dalam pikiran mereka.


Taehyung memandang sejenak Hyungnya yang ikut melamun mengaduk mengkuk yang sudah kosong.


"Hyung... maafkan aku"


Yonggi segera tersadar dari lamunannya


"Tidak. Jangan meminta maaf lagi Tae.


Kau sama sekali tak berhak untuk meminta maaf. Semua akan baik-baik saja, kau harus percaya pada Hyung"


"Tapi Hyung, kakiku... jika mereka sudah tak lagi mempu... bagaimana?" terdapat gurat ragu dan takut diwajah tampan itu.


"Semua akan baik baik saja Tae.


Jangan berpikir yang tidak-tidak"


"Tapi jika kakiku sudah tak bid--"


"CUKUP!!


Berhenti berkata seperti itu Tae!"


Kali ini Yonggi berteriak keras dan membuat Taehyung terdiam.


"Hyung Joon abu kau khawatir, Hyung pun sama Tae.


Kumohon percaya pada Hyungmu ini, semua akan baik baik saja"


Taehyung masih terdiam, Yonggi segera membawa tihmbuh sang adik kedalam pelukannya.


"Hyung jika memang iya, Taehyung tak apa.


Taehyung akan baik baik saja seperti yang Hyung katakan. Sungguh, asalkan Hyung tak ikut sakit dan banyak pikiran karena ku" ucap Taehyung didalam pelukan Yonggi


.


.


.


Hoseok kembali ke rumah yoongi untuk pemeriksaan lanjut pada Taehyung.


di rumah itu semua orang terdiam, Hoseok tak tahu harus berkata seperti apa.Taehyung sendiri tampak begitu tenang, sedangkan Yonggi begitu Sendu.


"Jadi bagaimana Hyung?"


.


.


.


By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋


Maaf author yang sering Tepo , Good Reader