Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
WISUDA :'(



...........


Hari wisuda itu datang. Semua mahasiswa berkumpul di aula untuk penyerahan sertifikat dan juga penyesahan toga. Ditambah lagi berbagai sambutan dari siswa berprestasi.


Taehyung benar-benar gugup menunggu namanya dipanggil dimana dia adalah salah satu siswa berprestasi juga. Di tambah lagi dia sedikit cemas karena Hyungnya belum juga datang. Ponselnya pun juga tak aktif dihubungi.


"Hyung.. kau dimana"Lirihnya.


*Saudara Min Taehyung dipersilakan untuk memberi sambutan pada teman-teman nya sepatah dua kata


*PROK PROK PROK..


Si pembawa acara sudah memangggilnya, terpaksa dia harus segera naik ke podium dan memberikan beberapa sambutan singkat.


*PROK PROK PROK..


Tepukan tangan itu mengakhiri sambutan nya, lalu penyerahan sertifikat untuk Taehyung


Senyum kotaknya terpatri cantik di wajahnya, benar benar manis.


Acara wisuda itu selesai. Sedangkan Taehyung masih mencari keberadaan Hyung satu satunya itu.


"Taehyung!.."


.


.


.


"Hyung.. kau.."


"Tae.."


"Yonggi Hyung..... Dimana?"


"Taehyung"


"Yonggi Hyung dimana?!.. Namjoon Hyung!"


"Dengar dulu Tae"


"Dimana dia? Katakan Namjoon Hyung!"


Ya, ternyata itu adalah Namjoon. Rekan sekaligus sahabat Yonggi. Bukan Yonggi Hyung dari Taehyung yang seharusnya datang di acara wisudanya. Taehyung benar benar tak habis pikir dengan Yonggi Hyungnya.


Bagaimana bisa? Bagaimana bisa di acara sepenting itu dia justru tidak menghadiri nya?.Sebegitu pentingkah musiknya?. Sebegitu pentingkah pekerjaannya dari pada adiknya sendiri?. adiknya hanya meminta nya untuk hadir di acara wisudanya. yang hanya di gelar sekali seumur hidup nya.


Taehyung heran, dia marah, dia kecewa, dia sedih.


Semua bercampur aduk dalam benaknya. Bagaimana bisa Hyungnya Setega itu padanya.


"Tae.."


"Aku benar benar kecewa padamu Yonggi Hyung" ucapnya dengan tatapan kosong itu.


Air matanya mengalir. Dia ingin marah, dia ingin membenci bahkan memaki pun percuma rasanya. Toh, orang yang ingin di maki tak ada di hadapannya dan justru orang lain.


"Taehyung.. Dengarkan Hyung dulu"


"Apa yang harus di dengarkan Namjoon Hyung? tidak perlu dijelaskan lagi. Tak apa, jika Yonggi Hyung tak datang. Aku pulang dulu ya Hyung. Terima kasih sudah bersedia datang"


Taehyung melepaskan toga nya sembari pergi meninggalkan Namjoon yang terdiam di posisinya. Pergi dengan rasa senang yang terbuang, pergi dengan rasa kecewa dalam hatinya. Dia menangis dalam diamnya. Hatinya terlalu sakit untuk menerima Kenyataan.


"Aku antar pulang"


Tangan itu di genggaman oleh Namjoon. Ditarik nya paksa menuju kearah dimana mobil itu di parkir. Taehyung berniat menolak namun genggaman itu terlalu erat dan susah untuk sekedar di tenggang kan.


Namjoon menyuruh Taehyung masuk ke kursi depan. Taehyung masih terdiam di depan pintu itu.


"Masuklah dan lu antar pulang kau Tae" ucapnya lembut


Taehyung akhirnya masuk. duduk dalam diamnya hingga sampai ketempat dimana apartemen nya berada.


"Masuklah, jika ada apa apa hubungi Hyung" Ucap Namjoon sebelum Taehyung keluar. Taehyung hanya mengangguk pelan dan masuk ke dalam apartemen.


..........


*Cklekk..


.


.


.


.


.


'GELAP'pikir Taehyung


*Ctak


Lampu rumah itu seketika menyala. Menampilkan Yonggi dengan kue di kedua tangan nya.


Taehyung sempat terkejut,, akhirnya diapun tersadar dari lamunan nya. Tarsenyum tipis pada Yonggi Hyungnya.


"Selamat atas kelulusan mu Tae..... Hyung bangga padamu" ucap Yonggi pada Taehyung lalu menyodorkan Kue yang sudah di beri lilin untuk di tiup sang adik.


Taehyung meniupnya dalam diam.


Dia senang atas perayaan kecil yang telah disediakan oleh Hyung nya, tapi entahlah rasa kecewa masih ada di dalam hatinya..


"Terima kasih Hyung" ucapnya lirih....


.


.


.


.


.


.


.


.


By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋



salam dari mas Yonggi..😚😚😉


.


Maaf tipo.