
.
.
Semoga gak bosan sama ceritanya author ya Good Reader...
.
Heppy Reading. Good Reader ^ ^
.
............
.
Keesokan harinya atas saran Hoseok, Yonggi memeriksa keadaan Taehyung bersama dengan Hoseok.
Dengan dipapah secara perlahan, Taehyung menuju bagaimana pemeriksaan untuk si periksa secara menyeluruh.
Yonggi masih menunggu dengan harap harap cemas.
Hoseok sendiri ikut masuk kedalam untuk ikut memeriksa keadaan adik dari sahabatnya itu.
Yonggi terlalu cemas, sampai sampai beberapa panggilan dari ponsel nya ia abaikan begitu saja.
Yonggi tak peduli siapa saja yang menelponnya berulang kali tanpa jeda itu. Ingin sekali ia membanting ponsel nya tapi ia urungkan niatnya karena terlalu malam.... Ia malas, alasan utama dan pertama dalam hidup Yonggi dalam melakukan apapun 🙄
Tiba tiba pintu pemeriksaan itu terbuka dan dari ruangan tersebut muncul Taehyung serta Hoseok yang sendari tadi setia memapah Uri Taetae.
Taehyung terlihat lemas karena jujur saja tubuhnya terasa tidak nyaman dan ingin sekali membaringkan nya saat ini di atas ranjangnya.
Yonggi dengan segera menerima tubuh adiknya dan dengan dibantu Hoseok, Taehyung diantarkan menuju parkiran menggunakan kursi roda untuk mempermudah perjalanan mereka.
"Hasilnya akan keluar besok. Aku akan mengajarimu secepatnya Yoon" ucap Hoseok setalah berhasil membantu Taehyung masuk ke dalam mobil. Yonggi mengangguk pelan dan berterima kasih pada sahabatnya itu.
Ditancapkan nya gas mobil lalu melakukan menuju rumah.
"Hyung..... Aku lapar" ucap Taehyung ditengah-tengah perjalanan.
"Emm... nanti Hyung masakan bubur untuk mu Tae sesampainya di rumah nanti, arra?"
Taehyung menggeleng pelan mendengar tuturan dari sang Hyung.
"Tidak Hyung, Taehyung ingin nasi bukan Bubur. Rasa buburnya gambar" Yonggi menghela nafas singkat.
"Baiklah nanti akan Hyung buatkan sup jagung, kau tetap makan bubur ya Tae. Perutmu belum dapat mencerna makanan kasar. Nanti Hyung masukan beberapa sayuran cincang dan beberapa bumbu agar enak, ya?" Yonggi terus membujuk sang adik. Karena nyatanya memang benar adanya.
Perut sang adik belum bisa mencerna makanan kasar dan akan berakhir dikeluarkan lagi. Itulah mengapa ia harus makan bubur.
"Baik Hyung"
Taehyung mau tak mau menerima penawaran dari Yonggi Hyungnya.
Karma Taehyung sendiri pun tahu, ia sudah beberapa hari ini sakit dan tak ingin banyak merepotkan Hyungnya lagi.
................
Sesampainya di rumah Taehyung langsung diantarkan kedalam kamar dan tidur dengan cepat.
Yonggi tentu merasa kasihan sekali sedih melihatnya wajah lelah sang adik padahal sudah jelas adiknya itu tak melakukan hal hal yang berat.
"Semua akan baik baik saja ya kan, Tae?"
gumamnya angin lalu sembari melihat wajah tertidur pulas Taehyung.
Yonggi beranjak dari duduknya dan segera menuju dapur untuk membuatkan makan malam pesanan Taehyung.
Dengan cekatan dia memblender jagung menjadi halus dan mulai memasak dengan tambahan beberapa bumbu agar cukup berada di lidah sang adik yang sedang sakit.
Tak lupa juga dia membuat bubur dengan tambahan cincangan sayuran dan daging agar paling tidak sang adikdapat terpenuhi gizinya.
*Ting tong
Terlihat Namjoon dan Seokjin yang ternyata datang untuk berkunjung kerumahnya.
Tak lupa juga mereka membawa beberapa bingkisan buah buahan dan beberapa makanan untuk Yonggi simpan.
"Taehyung dimana Yoon?" tanya Seokjin yang cukup kangen dengan junior di tempatnya bekerja saat ini.
"Ada di kamar, sedang tidur. Langsung. saja kesan Hyung jika ingin melihatnya, aku akan melanjutkan memasak ku"
Seokjin langsung kekamar Yonggi dan Taehyung. Namjoon sendiri sedang menata makanan dan buah buahan kedalam kulkas.
"Kau sedang memasak apa Yoon?"suara Namjoon memecah kan keheningan di dapur.
"Bubur dan sup jagung untuk Taehyung"
Jawabnya singkat sembari terus mengaduk perlahan sup jangungnya yang sudah akan matang.
"Masih belum bisa menelan makanan?"
Yonggi menggeleng pelan sembari meletakkan sup jangungnya yang sudah dah matang kedalam mangkuk ukuran sedang.
"Iya, dia tadi meminta nasi tapi aku menolak permintaannya dan sebagai gantinya aku membuatkan nya sup jagung dan bubur isi sayur"
Namjoon menggangguk pelan tanda sudah paham.
Setalah bubur Dan sup jagung untuk Taehyung matang dan agak dingin baru Yonggi membangunkan sang adik. Dibawanya mangkuk berisi makanan untuk Taehyung kedalam kamar, sedangkan Seokjin dan Namjoon masih duduk diruang tamu sembari menonton TV.
Dibangunkan nya Taehyung perlahan, Taehyung tampak cukup lesu namun setidaknya ia dapat merespon usaha Hyungnya yang membanggakan nya.
"Makan malam dulu Tae, setalah itu beristirahat lah lagi"
Diletakan nya nampan itu diatas pahanya.
Taehyung mencoba menyuap kan sesendok sup jagung kedalam mulut susah payah tangannya bergetar hebat. Yonggi yang melihat hal itu langsung mengambil alih sendok sup tersebut.
"Sini Hyung suapi, buka mulutmu. Ini sudah agak dingin, jadi kau bisa memakannya segera.. Aaa..."
Taehyung tersenyum tipis pada Yonggi lalu membuka mulutnya perlahan.
"Telan pelan pelan agar kau tak tersedak"
Taehyung menggangguk pelan. Yonggi dengan telaten menyuapi adiknya hingga mangkuk sup dan bubur itu tandas.
"Ini mengingatkan ku saat kau kecil Tae. Kau selalu meminta Hyung untuk menyuapinu saat sedang sakit. Cepat sembuh ya..."
Taehyung mengangguk pelan sebagai jawaban, karna jujur saja untuk berbicara saja seakan menguras tenaganya.
"Oh iya, Seokjin Hyung dan Namjoon kemari untuk menjengukmu, ingin bertemu mereka?"
Taehyung menggangguk lagi sembari membenarkan posisi tidur nya.
"Baiklah, Hyung panggilkan dulu" Yonggi keluar dari kamar sembari membawa nampan yang berisi mangkuk kosong.
"Taehyung sudah bangun dan ingin bertemu dengan kalian" ucap Yonggi kepada kedua pria yang sedang menonton TV dengan tenang.
"Baiklah, ayo Hyung" ajak Namjoon pada Seokjin
"Syukurlah hari ini ia bisa menghabiskan makanannya"
gumam Yonggi sembari melihat dua mangkuk kosong yang berada di wastafel.
.
.
.
By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋
..... Maaf Tepo .....