Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
Obat tidur



Hello


.


.


Thor balik!!!!.


.


.


Hehehehe, langsung kecerita 😉


.


.


Heppy Reading, Good Reader:-*


.


.


.


.................


Semenjak insiden Taehyung mimisan di tempo hari lalu dihadapan Yonggi.


Sang Hyung jadi semakin protektif pada sang adik.


Taehyung hingga risih di buatnya.


Ingin rasanya mengomel dan protes dengan sang Hyung namun ia urungkan niatnya karena Taehyung tahu Yonggi Hyungnya akan tambah protektif padanya.


Hari ini Taehyung terpaksa mengambil cuti kerjanya untuk beberapa hari setelah divisinya menyelesaikan bagaimana pekerjaan yang paling penting di perusahaan.


Taehyung merasa tubuhnya akhir akhir ini cepat sekali kelelahan dan selalu berakhir dengan pusing dan keringat dingin. Bahkan Seokjin mendapati wajah Taehyung yang pucat pasi.


Sudah beberapa kali Seokjin menyuruhnya untuk istirahat tapi Taehyung tolak karena pekerjaannya belum selesai. Hingga sampai saat ini, barulah ia bisa mengambil cuti. Yonggi pun yang ikut merasa khawatir sampai sampai ia juga meminta ijin untuk bekerja dirumah sembari menemani dan merawat sang adik.


"Hoekk... Hoekk..." Suara Taehyung terdengar jelas di penjuru kamar. Yonggi yang hendak pergi kedapur pun segera berlari menghampiri pintu toilet yang terkunci.


"Taehyung? Kau baik baik saja Saeng?"


Yonggi terus mengendor pintu toilet yang tak terkunci.


Yonggi mulai dilanda kecemasan karena adiknya tak kunjung menyaut panggilan nya dan pintu pun tak kunjung terbuka.


"Tae!... Hei, buka pintunya. Kau baik baik saja kan?"


Yonggi yang sudah mengambil posisi ingin mendobrak pintu itupun ia urungkan saat pintu toilet akhirnya terbuka.


Menampilkan Taehyung dengan rambut basah dan wajah yang sedikit pucat namun masih dengan kuat berusaha untuk tersenyum lembut pada sang Hyung.


"Tae?... Kau tak apa?" Yonggi menyentuh tangan Taehyung yang sudah sedingin es.


"Tanganmu dingin, Tae. Ayo keranjang dan beristirahat lah sebentar". Yonggi memapah adik nya perlahan sedangkan Taehyung .asih setia terdiam karena terlalu kelelahan sehabis memuntahkan semua sarapannya.


Tak berselang lama,


Taehyung pun sudah tertidur dengan pulas.


Wajahnya masih terlihat pucat dengan guratan lelah.


Yonggi tahu jika sang adik benar benar bekerja sangat keras di perusahaan tempat mereka bekerja. Bahkan tak jarang ia sering mendapati sang adik yang masih melembur padahal dia sudah pulang dirumah.


Yonggi dengan pelan membenarkan selimut Taehyung sebatas dadanya dan duduk ditepi ranjang. Merogoh saku celana nya dan mengambil ponsel. Terlihat jelas Yonggi tengah menelpon seseorang


"Halo? Hoseok-ah? Ini aku Suga. Bisakah kau kemari dengan peralatanmu?"


'.....'


"Bagus, datanglah dengan cepat atau kupotong tanganmu"


Setalah sebuah ancaman yang keluar dari bibir tipisnya, Yonggi pun memutuskan panggilan itu sepihak. Berbalik menatap sang adik yang sedang tertidur dengan pulas. Diusapnya surai coklat itu yang sekarang sudah peluh dengan keringat.


"Jangan membuatku cemas Tae"


..................


Setelah setengah jam berlalu, Hoseok, orang yang tadi ditelpon oleh Yonggi, akhirnya datang dengan tak lupa membawa koper kebanggaan nya.


"Kau seenaknya sendiri Hyung. Aku padahal sedang enak enak berjemur"


"Aku tidak peduli. Cepat periksa Taehyung. Dia beberapa hari ini sering jatuh sakit. Aku takut terjadi sesuatu padanya"


Hoseok tanpa protes langsung melaksanakan tugasnya dengan cekatan dan teliti. Yonggi yang berdiri dibelakang nya pun memilih diam takut mengganggu rekannya yang sedang bertugas.


Hoseok mengecek semua bagaimana tubuh Taehyung. Mengukur suhu tubuhnya, mengecek pupil matanya, dan terakhiremgambil sampel darahnya. Hoseok sedikit terheran dengan Taehyung yang masih tertidur pulas padahal Hoseok sedang mengerayahi tubuhnya.


"Sudah selesai Hyung"


Yonngi mengangguk pelan


"Hyung, apa Taehyung memang tidur seperti orang mati? Biasanya orang akan terganggu jika tidurnya diganggu orang, tapi Taehyung..."


"Obat tidur"


Mata Hoseok membelalak seketika mendengar tuturan Yonggi yang begitu enteng dan santai


"Kau gila Hyung?! Dosis yang mana?!" Tanya Hoseok menyudutkan


"Dosis biasa, jangan khawatir. Itu lebih baik agar Taehyung bisa istirahat dengan tenang"


Hoseok masih tak percaya dengan kelakuan rekan kerja sekaligus pasiennya ini


"Segera periksa sampel itu dan beritahu aku secepatnya" Ucap Yonggi sukses membangunkan Hoseok dari lamunannya


"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Oh iya, untuk keadaan Taehyung sekarang, asam lambungnya naik dan tekanan darahnya rendah. Tolong buatkan dia beristirahat cukup dan makan dengan teratur Hyung"


"Tak kusangka, obat tidurku ada gunanya"


Ucap Yonggi membuat Hoseok ingin melempar sepatunya kemuka Yonggi segera


"Aku pergi Suga hyung"


"Emm.. Hati hati"


.


.


.


.


By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋


.