
.
.
.
.
Thorrrr balikkk''''
.
Heppy Reading, Good Reader')
Dari hari ke hari keadaan Taehyung semakin memburuk. Semua saraf motorik ditubuhnya perlahan-lahan melemah.
Yonggi sudah memutuskan untuk menjaga adiknya 24 jam dan memilih bekerja dari rumah. Bahkan tak segan-segan seluruh peralatan studionya ia angkut kerumah.
Namjoon dan Seokjin sampai menganggap nya gila namun mereka juga tak dapat melarang rekan sekaligus sahabat mereka ini.
Taehyung hanya bisa berbaring di ranjang, setiap waktu setiap hari.
Hoseok tak lupa untuk meluangkan waktu menengok adiknya itu. Bahkan dengan telaten ikut merawat Taehyung. Menyuapinya, memandikannya, bahkan ikut membantu dalam membuang kotorannya tanpa sedikitpun jijik.
Yonggi sudah berkonsultasi dengan dokter dan akhirnya tetaplah sama. Taehyung tetap tak. Isa disembuhkan. Satu-satunya penopang hidupnya adalah obat dan alat medis yang sekarang terpasang ditubuhnya.
Taehyung sudah tak bisa makan dengan lancar lagi dan terpaksa lehernya harus dipasangi selang agar makanan dapat langsung masuk kedalam tubuhnya, Sungguh Yonggi tak bisa melihat adiknya itu menderita lebih dari itu.
Yonggi tak bisa membiarkan adiknya menderita dengan rasa sakit lebih dari itu, namun dia juga belum bisa melepaskan satu-satunya alasan ia untuk terus berjuang dan hidup.
Yonggi belum sanggup untuk hidup sendiri dirumah yang perlahan lahan mulai kehilangan kehangatannya.
..................
Hari ini Yonggi dengan telaten membasuh tubuh sang adik yang perlahan mulai mengurus.
Dengan penuh kelembutan Yonggi melakukan kerena takut jika sang adik merasa tak nyaman.
Taehyung yang diperlukan dengan lembut hanya bisa diam menatap diam sang Hyung.
Dia sangat ingin berbicara banyak hal dengan sang Hyung. Ia ingin bercerita banyak dengan sang Hyung, namun bibirnya susah sekali untuk diajak bekerjasama.
Dia sering sesak nafas jika mencoba untuk membuka suaranya. Pada akhirnya ia hanya bisa mengedipkan matanya dan sesekali mengucapkan kata 'Hyung' untuk Yonggi.
"Sudah selesai Tae.
Sekarang tidurlah, Hyung akan melanjutkannya pekerjaan Hyung, kita tunggu Hoseok sebentar lagi agar bisa menyuapimu" Ucap Yonggi yang dibalas kedipan dua kali oleh Taehyung
"H-hyun.... te-lima-kasi..."
Yonggi mengangguk, tak lupa ia mengelus Surai coklat sang adik yang sudah mengusam itu.
"Mnn,,, Hyung keluar dulu ya, tak lama kok"
Yonggi bergegas keluar dari kamar dan segera menutup pintu kamar itu segera sebelum air matanya menetes untuk kesekian kalinya.
"Maafkan Hyung Tae.
Sungguh... hiks... maafkan Hyungmu yang tak berguna ini.. Maafkan Hyung.. Tae... hiks.." isakkan itu perlahan terdengar ditelinga Taehyung.
"Jangan menangis Hyung.
Taetae tak apa, Taetae baik-baik saja"
Ucap Taehyung dalam hati
Ia tak ingin menangis dan mengasihani dirinya. Dia harus bertahan selama mungkin untuk Yonggi Hyungnya.
Hanya itu yang bisa ia lakukan. Meskipun pada akhirnya ia akan mati, setidaknya ia bisa mengulur waktu kepergian nya dengan bertahan sebisanya.
...................
Yonggi terlihat seperti mayat hidup sekarang.
Ia melembur pekerjaan nya dua malam penuh tanpa istirahat. Hanya kopi dan kopi selalu menemaninya untuk membuatnya tetap terjaga.
Taehyung sesekali melirik sang Hyung yang tak jauh dari ranjangnya. Merapalkan permohonan sebanyak mungkin untuk sang Hyung agar selalu sehat dan cepat mendapatkan pasangan.
Agar Yonggi tak akan kesepian jika sewaktu-waktu ia pergi meninggalkan nya.
Yonggi terlihat berulang kali memijat pelipisnya, kepalanya berdenyut sesekali.
Mungkin karena dirinya belum tidur dua hari itulah mengapa rasa sakit ditubuhnya memberitahunya. Hoseok sesekali mampir untuk mengecek keadaan Taehyung dan tak lupa membawa beberapa makanan untuk Yonggi.
Ia tahu sekali jika sahabatnya itu tak pernah memiliki jam makan yang normal dan selalu makan dengan asal. Cukup Taehyung yang sakit, Yonggi jangan.
Sudah cukuo penderitaan mereka.
"Beristirahat lah Yoon.
Yonggi menggeleng pelan.
"Sebentar lagi Hoseok-ah. Sebentar lagi selesai.
Namjoon sudah menunggu revisiku" Tolaknya.
Hoseok Hanay bisa menggeleng pelan.
Taehyung menatap Hoseok diam.
Ia memandang dokter muda yang selalu merawatnya tanpa mengenal rasa lelah, padahal ia juga harus bolak-balik kerumah sakit untuk bekerja.
"Ada apa Tae? Kau butuh sesuatu?"
"Ti-dak H-hyunn.."
"Baikla, Yonggi-ah, bisa kau putar beberapa lagi untuk Taehyung. Kurasa dia penasaran dengan lagu yang kau buat" Yonggi memandang Hoseok dan Taehyung bergantian.
"Baiklah"
Yonggi mulai memutar beberapa lagu yang menurutnya cocok untuk adiknya dengarkan sekarang.
Hoseok dan Taehyung mendengar lagu tanpa vokal itu, hanya instrumen namun sangat nyaman ditelinga mereka.
"Apa judulnya Yoon?" tanya Hoseok penasaran
"Spring day"
"Apa kau menyukainya Tae?" Hoseok meminta pendapat Taehyung.
"S-s-u-ka..." Yonggi tersenyum mendengar pendapat Taehyung.
Sejak dulu Taehyung selalu mendengarkan lagu-lagu yang Yonggi buat. Karena telinga Taehyung yang cukup peka, itu sangat membantu Yonggi dalam proses pembuatan lagu.
Yonggi sekali lagi bersyukur memiliki Taehyung sebagai Adiknya.
.
.
.
.
"Yonggi-ah, melihat perkembangan Taehyung akhir-akhir ini, kau pasti paham apa yang kumaksud kan?" ucapan Hoseok membuat Yonggi menghentikan acara makannya.
"Aku tak bermaksud untuk membuatmu menyerah akan Taehyung, tapi Taehyung pastinya tahu jika tubuhnya perlahan-lahan tak bisa terus-terusan bertahan. Ini sudah setengah tahun semenjak ia terbaring seperti itu"
Yonggi hanya menggeleng. Dia tak mencoba menghiraukan pikiran negatifnya.
"Tidak Hoseok-ah, Taehyung anak yang kuat. Aku tahu dia akan tetap bertahan" Yonggi menyangkal Hoseok.
"Apa kau tak kasian pada Taehyung, Yoon?"
"Lalu bagaimana dengan ku nanti? Aku Hanay bisa bertahan dan terus berharap akan kesembuhan nya. Meskipun itu mustahil, paling tidak biarkan ia terus berada disini bersama ku, Hoseok-ah.
Aku belom siap kehilangan nya, alasanku hidup sampai saat ini hanyalah dia" Hoseok terdiam mendengar tuturan sahabatnya ini.
"Biarkan tetap seperti ini Hoseok-ah.
Biarkan tetap seperti dulu, sampai aku benar-benar siap untuk Taehyung tinggalkan"
"Sampai kapan? sampai kapan kau akan siap Yoon?
Sejujurnya aku ingin sekali mempertahankan Taehyung untuk hidup lebih lama, tapi melihat bagaimana tubuhnya yang selalu mengalami penurunan. Aku tak ingin egois Yoon.
Aku tak ingin membuat Taehyung menjadi lebih menderita, aku tak ingin membuatnya sakit lebih dari ini Yoon. Kau Hyungnya, kau seharusnya paham apa yang sedang kucoba bicarakan"
Hoseok mencoba membujuk Yonggi yang masih keras kepala.
"Tidak Hoseok-ah.
Meskipun aku tahu, meskipun aku paham, Taehyung pastinya juga bertahan sedikit lagi untukku, sama seperti aku melakukan ini untuknya".
.
.
.
.
By,,, Sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋
*****Maaf Tepo*****