Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
Ajakan (+_+)



Heppy Reading, Good Reader^ ^


.


.


.


.


Benar yang Yonggi katakan, adiknya benar-benar bertahan sampai saat ini. Bahkan ini sudah setahun Taehyung menjalani kehidupan tanpa melakukan apapun.


Hanya berbaring dan duduk.


Hanya diam memandang sang Hyung yang sampai sekarang enggan untuk melepasnya.


Taehyung tahu Yonggi melakukan banyak hal untuknya, Hyungnya ini rela bekerja dirumah dan bolak-balik rumah keperusahaan hanya karena tak ingin meninggalkan dirinya. Taehyung tahu jika sang Hyung juga sesekali menangis setelah mencoba menyuapi dirinya seperti Hoseok menyuapinya.


Taehyung seakan sudah sangat tahu sikap sang Hyung yang perlahan-lahan merapuh namun memaksakan diri untuk sekuat mungkin melihat keadaan dirinya yang setiap hari mengalami penurunan.


Taehyung bahkan beberapa kali mendengar Hoseok dan Yonggi Hyungnya bertengkar.


Dia sempat berpikir mungkin kedua Hyungnya bertengkar perihal dirinya yang harus segera dirawat intensif dirumah sakit.


Karena faktanya Taehyung mengalami penurunan kondisi yang cukup drastis. Bahkan tak jarang sesekali ia kesulitan bernafas karena pernapasan nya cukup terganggu. Taehyung butuh segera dirawat agar segera sembuh.


"Taehyung akan membaik jika kita membawanya kerumah sakit secepatnya Yoon" Yonggi menggeleng untuk kesekian kalinya.


"Tidak, Hoseok-ah. Tidak!"


"Kumohon jangan egois Yoon.


Aku tahu kau tak ingin kembali menginjakkan kakimu ditempat itu, tapi ini demi Taehyung, demi satu-satunya orang yang kau kasihani. Kumohon ,Yoon".


Perdebatan mereka tak pernah ada selesainya. Taehyung sendiri juga akan tetap bertahan sampai sang Hyung benar-benar merelakan nya pergi. Dia Hanay tak ingin sang Hyung berakhir menyakiti dirinya sendiri kata belum rela untuk melepas Taehyung kedalam baka.


"Taehyung-ah, apa Hyung terlalu egois dan jahat? katakan jika iya Tae".


Yonggi bertanya pada sang adik yang masih setia mentapnya tanpa sedikitpun mengeluarkan suara. Taehyung mencoba menggeleng pelan. Mencoba berkata 'TIDAK' meskipun suaranya berakhir tercekat.


"Apa kau lelah Tae? Apakah seluruh bagian tubuhmu sakit Tae?"


"T-ti-da-k, H-hy-un.."


Yonggi mengangguk pelan dan mengelus Surai sang adik. Taehyung terlihat sangat kurus. Bahkan rahang pipinya mulai terlihat jelas. Tangan dan kakinya lumpuh total. Semuanya sudah memburuk dan Yonggi tahu itu.


Taehyung tak bisa meminta sang Hyung untuk membawanya kerumah sakit. Karena pada akhirnya ia tetap akan berakhir meninggalkan Hyungnya sendiri cepat atau lambat. Ia lebih memilih dirumah dengan sang Hyung dan menghabiskan waktunya dengan mendengar musik-musik yang Hyungnya buat.


Taehyung kesekian kalinya, dari semua lagu yang Yonggi Hyungnya buat, Taehyung sangat menyukai lagu 'Spring day'.


Dia bahkan meminta sang Hyung untuk memutar lagu itu setiap hari. Karena lagu itu selalu sukses membuatnya tertidur dan tenang.


..............


Sore ini Seokjin dan Namjoon mampir untuk melihat Taehyung yang sudah mereka anggap layaknya adik sendiri. Seokjin dengan hebohnya berlari kecil mendekati Taehyung yang menatapnya dan berakhir membuat Taehyung tersenyum.


Seokjin mengecup pelan dahi dan punggung tangan kanan Taehyung karena saking kangennya. Maklum saja,sudah seminggu ini Seokjin harus pergi keluar kota karena perintah PD nim dan berakhir tak bisa melihat adik manisnya.


Namjoon sendiri setelah menyapa Taehyung langsung berjalan mendekati Yonggi yang tengah sibuk bekerja.


Namjoon tak heran dengan sifat Yonggi yang gila akan kerja.


Karna nyatanya Yonggi sedang mendapat pekerjaan untuk mengurus beberapa lagu dari beberapa solois yang harus comeback beberapa bulan lagi.


Seokjin terlihat begitu semangat menceritakan apapun yang ia lakukan selama pergi keluar kota.


Ia bahkan sangat antusias dalam mengeluh karna jujur seminggu diluar kota tanpa Namjoon dan dan rekan rekan kerjanya benar-benar menyiksa dan dirinya kesepian.


Seokjin terus mengoceh sampai konsentrasi Yonggi buyar. Yonggi sesekali mendengus kesal Karan ulah Hyungnya itu.


"Bisakah kau pelan kan suaramu Hyung? Aku sedang bekerja" ucap Yonggi pada Seokjin yang benar-benar terus mengoceh pada Taehyung.


Taehyung Sendiri hanya diam mendengarkan apa yang Hyung kocaknya itu akan lakukan.


"Jangan menggangu waktuku bersama Taehyung, Yoon. Jika ingin bekerja ya bekerja saja" Sewot Seokjin.


Namjoon? Namjoon lebih memilih diam.dari pada menegur


'Asik nih dapat tontonan' itu katanya dalam hati-_-.


"Suaramu yang mengangguku Hyung"


"Hmm..." Ucap Seokjin dan mendekatkan dirinya ketelinga Taehyung dan berucap sesuatu.


"Yoon, aku ingin mengajak Taehyung keluar sebentar.


Apa boleh?" Yonggi mentap tajam pada Seokjin. Dengan jelas tentu ia menolak.


"Tidak". Benarkan? aku bilang juga apa pasti 'TIDAK'


"Tidak Hyung"


"Yoon, Taehyung itu butuh--"


"HYUNG!" kali ini Yonggi berteriak.


Entah mengapa emosinya tiba tiba memuncak. Semua orang diruangan itu seketika terdiam. Yonggi memijat pelipisnya pelan.


"Baiklah.


Maafkan aku karena memaksa Yoon"


ucap Seokjin final. Dia kemudian menatap Taehyung yang terlihat khawatir.


"Tidak Tae, Hyungmu hanya terlalu keras bekerja sampai seperti itu" ucapnya lirih pada Taehyung.


Semua orang diruangan itu terdiam untuk beberapa saat.


Tak ada pembicaraan sampai pada akhirnya Seokjin kembali berucap.


"Ayo kita berlibur" Namjoon menatap Seokjin tak percaya sedangkan Yonggi hanya menghela nafas.


"Jangan bicara aneh-aneh Hyung" ucap Namjoon.


"Aku sedang tidak bercanda Joon. Taehyung butuh keluar rumah sesekali. Benar-benar hanya sekali.


Dia butuh melihat dunia luar. Sudah cukup untuknya berada dirumah setiap hari dan sudah cukup untuk tubuhnya saja yang sakit.." Seokjin melirik Yonggi yang sedang melihatnya.


"Jangan bercanda Hyung" Kali ini Yonggi yang bicara


"Aku tidak bercanda Yoon. Kita butuh membiarkan Taehyung melihat matahari.


Paling tidak, kita bisa membawanya ke sungai Han. Tidak perlu kemana-mana, iya kan Tae?" kali ini Seokjin menanyakan pendapat pada Taehyung.


Taehyung hanya mengangguk pelan.


"Lihat, Taehyung juga menyetujui nya"


Yonggi mentap adiknya, Adiknya terlihat tersenyum lembut pada dirinya.


"Hah... Baiklah" Yonggi akhirnya memberikan keputusan.


"Okay, kita pergi besok"


"Hah?" Yonggi dan Namjoon dengan kompaknya bersuara.


"Tidak, jangan besok Hyung.


Aku harus menyelesaikan projek dengan rekanku distudio" Protes Namjoon.


"Hoseok harus mengecek Taehyung besok.


Jangan besok, Hyung" ucap Yonggi.


"Tidak ada penolakan atau aku yang akan pergi dengan Taehyung Sendiri. Lagipula kita bisa mengajak Hoseok, sudah dah lama aku tak melihatnya juga"


Namjoon mendengus tak wajar karena kekerasan kepalaan Seokjin. Yonggi sendiri hanya menatap Seokjin jengkel.


"Sebenarnya siapa yang kakaknya Taehyung disini Hyung?" dumel Yonggi.


"Aku juga kakaknya Yoon.


Saat kau tak ada dan sibuk dengan pekerjaanmu. Aku yang merawat dan menjaganya Taehyung asal kau tahu" Entah mengapa Seokjin menjadi kesal karena Yonggi.


.


.


.


.


"Baiklah"


.


.


.


hehehehe,, sampai sini dulu ya Good Reader^ ^


By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


***Tepo adalah hal yang wajar dalam keceritaan๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿคฃ