
hy....
Author kembali 🤭🤭🤭
.
Maaf ya sebelumnya author Hiatus nya lama🙏
.
sekarang author udah selesai ujiannya dan udah bisa up lagi 😌
Author harap para readers yang setia membaca storynya author gak bosan nunggu up-nya
.
ok..
langsung ke cerita aja..
.
.
.
Heppy Reading
.
...............
Malam itu Taehyung menggendong Yonggi Hyungnya hingga sampai ke rumah. Dengkuran lirih terdengar jelas di telinganya. Hal itu membuat Taehyung tersenyum hangat.
Setidaknya Yonggi Hyungnya tetaplah sama. Hyung keras kepalanya dengan temperamen yang begitu besar *pikir Taehyung saat ini😌
Taehyung paham akan hal itu. orang orang terdekatnya juga paham bagaimana hidup Taehyung Daan Yonggi.
Tak bisa di pungkiri memang, tapi itu sudah takdir kan?
Mereka hanya tinggal berdua di rumah sederhana mereka.
Dengan kehangatan yang secukupnya tak kurang dan tak lebih.
............
Setelah sampai rumah, Taehyung dengan perlahan membaringkan Yonggi Hyungnya di ranjang mereka. Membuka alas kakinya dan mengganti baju sang hyung agar bisa tidur dengan nyaman.
Beruntung nya Yonggi tak merasa terganggu akan hal itu. Dia masih tertidur nyaman, mungkin karna terlalu lelah mengumpat dan menahan emosi yang hampir meledak ledak itu.
Setelah di rasa cukup nyaman, di selimuti nya tubuh Yonggi Hyungnya hingga dada. Taehyung pun beranjak dari kamar mereka. Menuju dapur.
Tenggorokannya terasa kering entah kenapa. Akhir akhir ini area lehernya terasa gatal dan berdenyut. Itulah mengapa setiap kali dia terlalu banyak bicara, tenggorokannya akan terasa tersesat sesuatu.
...........
Pagi ini Yonggi terbangun dengan tatapan kosong. Taehyung seketika khawatir dengan keadaan Yonggi Hyungnya.
Biasanya setelah mabuk berat dia akan memanggil Taehyung untuk mengingat kan apa yang baru saja ia lakukan selama mabuk dan berakhir dengan meminta maaf.
Namun pagi ini tidak, tidak ada panggilan untuk nama nya. Tidak ada ucapan maaf karena temperamen Hyungnya yang begitu besar. Tidak ada.
Dan Taehyung merasa khawatir akan hal itu. Apa kritikan PD Nim begitu menghancurkan hatinya. hingga Yonggi Hyungnya menjadi sekarang ini???
Tatapan kosong. Dia hanya akan mengangguk dan menggeleng untuk memberi jawaban pada Taehyung yang mengajak nya bicara.
"Halo, Namjoon Hyung?"
"....."
"Ada sesuatu yang salah pada Yonggi Hyung, Hyung"
"....."
"Entahlah Hyung, dua sudah seperti itu sejak pukul 6 pagi tadi" ucap Taehyung yang memandang jam di ponsel nya yang menunjukan pukul setengah 8 itu.
"....."
"Baik, Hyung. Aku tunggu, Cepat lah kemari"
"....."
*Tut.
Panggilan itu terptus. Taehyung menghela napas resah. Hatinya bercampur aduk melihat Hyung satu satunya itu yang masih terduduk dengan tatapan kosong memandang sesuatu entah apa itu.
.
.
.
"Berhenti membuat ku khawatir Hyung, ku mohon"
Batin Taehyung saat ini.
..........
Yonggi bukanlah orang yang mudah menyerah. Setidaknya itu yang Taehyung tahu dari Hyungnya itu. Dia tak akan semudah itu hancur hanya karna masalah yang sebenarnya bisa di selesaikan dengan mudah.
Taehyung benar benar khawatir. Yonggi Hyungnya masih ada terdiam. sorot matanya redup tanpa adanya tanda tanda kehidupan disana. Taehyung terus mencoba mengajak Yonggi bicara. Tapi tetap berujung diam.
Namjoon yang sendari 15 menit yang lalu di telpon nya belum ada tanda tanda untuk mengetuk pintu.
"Semua sudah berakhir"
Suara pelan itu terdengar jelas di telinga Taehyung. Yonggi Hyungnya mengumamkan sesuatu.
"Yonggi Hyung.."
"Semuanya sudah berakhir. Berakhir... tak ada harapan... hancur... arghh!... sial... brengsek... semuanya.."
"Hyung!.. tenanglah!.. Hyung!.."
.
.
.
.
...............
By, salam dari Trio J