Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
Khawatir '2



............


"Semuanya sudah berakhir. Berakhir... tak dapat harapan... hancur... arghh!... sial... brengsek... semuanya.."


"Hyung!... tenanglah!... Hyung!.."


Taehyung berusaha menahan tangan Yonggi agar tidak mencakar tubuhnya sendiri.


"Tae!.."


"Namjoon Hyung!.. Cepat lah kemari!"


"Arghh!.. semuanya berakhir!... Hancur!!!..." Yonggi kembali mengamuk dan Taehyung dengan susah payah membawa Yonggi kedalam pelukannya.


Namjoon yang di teriaki nya berlari kalang kabut mendekati Taehyung. Wajah panik dan khawatir nya tak bisa ia sembunyikan.


"Tae... bagaimana bisa?"


"Aku tak tahu hyung. Kumohon bantu aku" Taehyung sudah terlihat kelelahan menahan tangan Yonggi yang besar itu.


"Berikan Yonggi padaku Tae" Taehyung dengan cepat menarik tubuh nya dari Yonggi dan Namjoon dengan cepat membawa Yonggi kedalam pelukannya.


Dengan kuat Namjoon mengunci tubuh Yonggi hingga Yonggi sendiri kesusahan untuk melepas kan diri. Dirogohnya saku mantel Namjoon mengambil sesuatu.


*Jleb


"HYUNG!" Taehyung berteriak tak percaya saat melihat Namjoon melakukan hal yang dia rasa kejam pada Hyungnya.


"Apa yang kau lakukan pada Yonggi Hyung, Namjoon Hyung!" Taehyung benar benar tak percaya.


"Tenanglah Tae. Ini hanya obat penenang" ucap Namjoon yang masih merekuh badan Yonggi yang muslim tenang.


"Bagaimana bisa aku tenang Hyung. Kau asal menancapkan jarum besar itu pada paha Hyung ku" Taehyung tak bisa menerima perilaku kasar Namjoon pada Hyungnya.


"Maaf Tae. Keadaan darurat. Lihat, Hyungmu mulai tenang"


Namjoon dengan perlahan membaringkan tubuh Yonggi ke ranjang. Helaan nafas Namjoon terdengar kasar saat melihat keadaan Yonggi sahabat nya.


"Namjoon Hyung, apa Yonggi Hyung akan baik baik saja. Obat itu.." perasaan takut menghampiri Taehyung


"Tenang Tae. Ini aman, berdasarkan resep dokter juga. Sudah biasa" jelas Namjoon sembari menunjukan suntikan yang sudah kosong itu.


"Sudah biasa? maksud Hyung, Yonggi Hyung sering.."


"Tidak sering Tae. Hanya saat saat darurat seperti ini. Ini bukan kali pertama Hyungmu seperti ini. Tapi aku cukup bersyukur, dia tak menghancurkan apa pun saat ini seperti hati hari yang lalu"


"Dia hampir melukai dirinya sendiri Hyung" ucap Taehyung Taehyung


"Setidaknya saat dia melukai dirinya. Kau ada di samping nya Tae. Itu tak akan berakhir fatal. Aku sedikit lega" Namjoon merebahkan diri nya di samping Yonggi yang sudah terlelap itu. Taehyung masih tidak mengerti dengan situasi.


"Hyung, kapan Yonggi Hyung akan bangun?"


"Kurasa nanti siang. Dosisnya ringan. Setidaknya itu akan membuat Yonggi tersadar dari tekanan nya" jelas Namjoon.


"Kontrak musik. Kau pasti hadir dan melihat hasil musik di perusahaan beberapa hari yang lalu kan?".


Taehyung mengangguk.


"Itu untuk kontrak musik akhir tahun ini Tae. Yonggi akan segera di pindah tugaskan jika musik yang ia produksi untuk akhir tahun ini tak sesuai harapan.


Itu lah mengapa selama berbulan bulan aku dan Yonggi Hyung mu dengan kerja keras melakukan hasil yang terbaik untuk ini"


"Jadi rumor untuk benar?" gumam Taehyung yang cukup bisa di dengar oleh Namjoon


"Kau sudah tahu soal ini?"


"Aku mendengar nya dari Seokjin Hyung, tapi aku tak mempercayai nya begitu saja jika buka dari mulut Yonggi Hyungku sendiri"


'Dasar Seokjin mulut ahjumma' Batin Namjoon merutuki Seokjin


"Ternyata benar.." lanjut Taehyung


.


.


.


.


..........


ok,,, sampai sini dulu


hehehehe


maaf chapter nya pendek...


soalnya author bingung mau buat giman lagi,


karna hari ini author mau up 3Ep rencana nya...


.


Jadi mungkin setiap chapter sedikit singkat seperti chapter sebelumnya.


.


.


.


By👋👋👋