Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
Cemas:-(



.


.


Author Balikkkk.....


Hehehehe


.


.


.


Heppy Reading. Good Reader^_^


.


.


.............


Taehyung banyak mengobrol dengan Seokjin dan Namjoon.


Sedangkan Yonggi memilih duduk diruang tamu untuk sekedar melepas penatnya. Beberapa hari ini ia benar-benar menggunakan waktunya untuk merawat Taehyung dan juga bekerja pada malam harinya setelah Taehyung tidur.


Yonggi bahkan tak memiliki cukup jam tidur, meskipun hal itu sudah menjadi makanan untuknya sehari-hari.


Terdengar samar tawa Taehyung di balik pintu kamar mereka, pikir Yonggi mungkin Seokjin melontarkan candaan kuno yang garing pada sang adik.


Herannya Taehyung masih dapat menangkap candaan itu dengan baik meskipun Yonggi dan lainnya tak pernah sukses tertawa lepas setiap mendengar lelucon garing Seokjin.


"Yoon.... Yonggi.."


Yonggi terbangun Karna panggilan dari seseorang.


Yonggi sempat terheran, bisa-bisa nya ia tertidur dengan posisi yang sungguh menurut Seokjin dan Namjoon benar benar tak nyaman.


"Ah.. apa aku tertidur?"


Seokjin dan Namjoon menggangguk bersamaan.


Yonggi menghela napas pelan, lehernya sedikit tak nyaman Karan tertidur dengan posisi duduk.


"Taehyung baru saja tidur. Kau sebaiknya istirahat Yoon. Lihat dirimu, kau tampak buruk sekarang"


Coleteh Namjoon pada sahabatnya itu


"Ya, mungkin nanti. Apa kalain akan pergi?"


tanya Yonggi lagi yang melihat Seokjin dan Namjoon yang sudah rapi seperti saat mereka datang berkunjung.


"Ia, kami harus kembali ke kantor untuk lembur.


Kau istirahat lah, aku sudah memberikan penjelasan pada PD nim tentang keadaan Taehyung. Cepat atau lambat beliau akan memberikan cuti yang cukup untuk Uri Taehyungie.." jelas Seokjin panjang lebar


Yonggi benar benar berterima kasih kepada Sahabatnya ini.


Tanpa di minta pun Seokjin dengan senang hati memberitahu PD nim.


Maklum saja, calon CEO yang akan merebut perusahaan. Itu tuturan Seokjin


"Baiklah, terima kasih banyak.


Hati hati di jalan, titip salamku pada rekan rekan"


Seokjin dan Namjoon mengangguk lalu keluar dari rumah itu.


Yonggi kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk bebersih diri dan berniat menyusul sang adik di alam mimpi.


.


.


.........


Seorang dokter dengan kacamata bertengger di hidungnya yang mangir itu menatap layar komputer dengan serius, kedua alisnya terpaut seolah tengah berpikir keras.


*CLEKK


Seseorang membuka pintu ruangan itu dengan membawa sepucuk kertas yang diserahkan pada sang dokter.


"Dokter Jung, ini hasil pemeriksaan dari pasien bernama Min Taehyung yang anda minta"


Dokter Jung yang akrab di panggil Hoseok itu mengangguk singkat dan tak lupa berterima kasih pada petugas laboratorium.


Setalah petugas itu keluar dari ruangan nya, Hoseok dengan serius menatap secangkir kertas yang sangat penting itu.


Hoseok memijat pangkal hidungnya yang terhalang kacamata, meringis pelan seolah dia ikut merasakan sakit.


"Bagaimana caranya aku memberitahu Yonggi tentang ini. Hahh.."


.


.


.


.


*Tring Tring


Ponsel Yonggi berbunyi dia atas meja dapur.


Yonggi yang tengah berkutat dengan peralatan memasaknya terpaksa meninggalkan kesibukan itu.


Yonggi dengan segera mengangkat panggilan itu setelah melihat siapa yang menelponnya di siang bolong.


"Bagaimana Hoseok-ah?"


Tampa basa basi Yonggi langsung menghujani Hoseok dengan pertanyaan.


"Aku akan kesana sebentar lagi, aku sedang dijalan"


Jawabnya diseberang telepon, Yonggi mengangguk samar.


"Baiklah, hati hati"


Yonggi kemudian menutup panggilan dengan sepihak.


Entah mengapa Yonggi mulai dirundung rasa cemas setelah mendengar suara rekannya yang tampak sedikit berbeda.


Pikiran Yonggi melayang entah kemana, sampai sampai panggilan Taehyung tak ia hiraukan.


.


.


"Yonggi Hyung!..."


.


.


Hehehehe, sampai disini dulu ya ceritanya')


By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋


..... Maaf Tepo .....