Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
Mulai bekerja



...........


.


.


.


.


.


"Kau sudah mau berangkat Tae?" tanya Yonggi pada Taehyung yang sudah berdandan rapi dengan setelan jasnya, tampak sangat mempesona.


"Iya Hyung, wawancara nya pukul 8 nanti. jadi aku harus bersiap agar tidak terlambat nanti nya".


"Hyung antar ya, kebetulan Hyung sedang libur hari ini".


Tawar nya langsung di anggukan oleh sang adik.


..............


sesampainya Taehyung di tempat Yonggi bekerja, Taehyung pun bergegas menuju ruang rapat wawancara nya di mulai. Yonggi pun memilih menunggu nya di kafe kantor sembari menikmati kopi paginya.


"Yoon!.."


panggilan itu mengehentikan atensi Yonggi pada majalah yang di buka nya asal. Dilihat nya dua orang pria berparas tampan dan keren itu tengah berdiri di kasir untuk memesan. Dia pun melambai pada mereka.


Dua pria itu bergabung di meja Yonggi. Mereka adalah rekan sekaligus sahabat Yonggi. Jin dan Namjoon.


"Bukankah hari ini hari libur? kukira kau akan tidur di kasur nyamanmu?" ejek Namjoon di balas kekejaman Jin yang duduk di samping nya.


"Memang. Aku ke sini mengantar Taehyung untuk wawancara"


"Ah... Benar. Ini para pelamar untuk Wawancara. Semoga Taehyung dapat di terima di sini" ucap Namjoon.


"Kalau enggak pun, dia bisa mencari pekerjaan yang lain. Toh otak encernya sama seperti ku"


Entah Yonggi itu sedang membanggakan diri nya atau adik nya. Jin dan Namjoon yang mendengar hanya menatap malas. Pesanan mereka berdua pun datang. Diucapkan terima kasih pada pelayanan.


"Tenang saja, dia akan langsung di terima di sini" ucap Jin setelah menyesap kopinya.


"Sok tau sekali kamu" ejek Namjoon


"Pastilah, kan aku yang merekomendasikan Taehyung pada PD Nim asal kau tahu Namjoon" ucap Jin dengan nada kesal nya.


Yonggi yang mendengar itu pun cukup terkejut. Dasar rekan nya ini memang seenaknya sendiri. Mentang mentang bermimpi membeli perusahaan jadi seperti itu.


"Kau tak bercanda kan Jin" tanya Yonggi yang masih belum percaya itu


"Emang aku pernah bercanda soal ini?"


"Kau kan sering bercanda" ucap Namjoon asal. Jin mendengus kesal.


"Taehyung sengaja aku rekomendasi kan karena mengingat otak nya yang encer dan ide yang sering keluar dari kepala nya tanpa di duga. Dan PD Nim setuju saja. Tapi sebelum dia ingin melihat Taehyung seperti apa anaknya" jelas Jin. Namjoon dan Yonggi hanya mengangguk paham.


................


"Hyung!.." panggil Taehyung memasuki kafe kantor.


Yonggi masih setia duduk di tempat itu. sedangkan Jin sudah kembali bekerja dan Namjoon sedang ke kamar mandi.


"Kau lapar?? pesan dan makan lah sesuatu sebelum kita pulang" Taehyung menggeleng, menolak untuk makan di kafe.


"Makan di rumah saja Hyung, eh.. Namjoon Hyung?"


Taehyung melihat Namjoon yang baru keluar menuju kamar mandi itu. Namjoon melambai padanya.


"Bagaimana wawancara mu?" tanya Namjoon sembari duduk di samping Taehyung.


"Lancar kak, PD nim orang nya baik" ucap Taehyung sembari menjelaskan singkat dengan wajah berbinar.


"Syukur lah kau menyukai nya"


.


.


.


............


*di kantor


Kantor tempat Yonggi dan Taehyung bekerja saat ini sedang sibuk sibuknya. Mungkin karena akhir tahun jadi semua dokumen harus di rekan untuk simpanan tahunan.


Taehyung saat ini sedang sibuk bersama rekan rekannya. Bekerja di perusahaan industri musik cukup menguras energi kepalanya namun juga menyenangkan. ini sudah sebulan ketika dia bekerja di perusahaan itu.


Terkadang dia diajak Jin yang notabenenya adalah senior nya untuk sekedar makan siang bersama atau mengobrol jika Hyungnya sedang sibuk.


Yonggi masih seperti biasanya. Sibuk di dalam studio untuk membuat musik, bersama Namjoon.


Terlalu sibuk Dena pekerjaan nya membuat sedikit dirundung emosi yang tak stabil. sudah tiga hari dia tak pulang ke rumah dan belum sempat bertemu dengan Taehyung padahal sama sama bekerja di gedung yang sama.


Taehyung memaklumi Hyungnya yang gila kerja itu. Asalkan tak lupa untuk istirahat dan makan dengan teratur. Tapi nyatanya yang di pikirkan dan di harapkan oleh Taehyung tak benar benar terjadi.


Yonggi tak cukup tidur, makan hanya saat ingat. Bahkan jika Namjoon tak mengajak atau mengingatkan, Yonggi akan terus berada di studio tanpa beranjak sedikit pun.....


..............


Kerja Boleh Tapi Tetap Harus Menjaga Kesehatan Juga Yonggi..')


Tolong Ingatkan Dirinya Bahwa Adiknya Pasti Cemas Jika Dia Hanya Mementingkan Pekerjaannya Saja Dan Tidak Peduli Pada Kondisi Tubuhnya.


.


.


.


.


.


By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋


maaf chapter nya pendek & tepo')



Cute^_^