
.
.
yoyoyo
Author comeback...
.
.
Huaaaaaa
.
Jujur author hampir mewek nulis chapter ini...hiks..hiks..
.
.
Semoga suka nee.
.
.
Heppy Reading, Good Reader')
\=\=\=\=\=\=\=>>>
(Disuatu tempat)
Yonggi terbangun disebuah ladang rumput yang sangat hijau dan penuh dengan bunga dandelion.
Yonggi mengendarkan pandangannya dial seluruh ladang rumput yang sangat luas itu. Ia menemukan seorang pemuda yang tengah sibuk meniup bibit bibit bunga dandelion yang akhirnya berterbangan.
Yonggi berlari kecil,, entah mengapa air matanya sudah menumpuk dikedua manik indahnya.
Yonggi mencoba menyakinkan penglihatannya sekali lagi, takut-takut jika ia salah melihat dan pada akhirnya kecewa.
Seorang pemuda tampan menatapnya dari kejauhan.
Pemuda itu memberikan senyuman lebar khas pada Yonggi. Air mata Yonggi pada akhirnya sudah tak bisa dibendung lagi.
Terjatuh satu demi satu ketanah hijau yang begitu indah.
"T-taehyung... Taehyung-ah. Min Taehyung!..." Teriak Yonggi yang sudah mulai dekat dengan pemuda tampan yang ia lihat seperti adiknya Taehyung. Pemuda itu membuka lebar lebar tangannya seperti meminta pelukan.
*GREP
Yonggi menerima pelukan itu dengan erat. Benar-benar sangat erat dan tak ingin melepaskan pemuda yang ia lihat seperti adiknya. Pemuda tampan itu terlihat menepuk pelan Yonggi, sebagai tanda penenang.
"Senang bertemu dengan mu, YONGGI HYUNG!.." Yonggi yang mendengar suara rendah namun meneduh itu kembali mengeratkan pelukannya.
"Tae-Taehyung...hiks...hiks... Taehyung...Min Taehyung...Haahhh...hua! aahh!...Taetae kecilku...adikku...Hiks...hiks..."
Yonggi menangis sangat kencang diperlukan pemuda tampan itu yang ternyata memang Taehyung. Meluapkan semua perasaannya dibagi sang adik yang sangat ia sayangi.
Taehyung mengelus pelan punggung Yonggi Hyungnya yang sudah lama ingin ia temui. Memeluknya dan memberikan kehangatan untuk sang Hyung yang sudah mencoba kuat untuk dirinya. Yonggi menangis sangat lama, ia menangis sampai lelah dan sampai air matanya tak bisa ia keluarkan lagi.
Taehyung mencoba merenggangkan pelukan yang ia berikan pada sang Hyung. Ditatapnya Yonggi Hyungnya dengan penuh hangat. Yonggi terus-menerus menatap dan sesekali mengelus wajah Taehyung yang masih sama tampannya seperti biasa.
Taehyung memejamkan matanya sembari tersenyum kecil menikmati elusan pelan dari tangan sang Hyung yang lebih kecil dari dirinya itu. Taehyung membuka matanya pelan, mantap Yonggi Hyungnya dalam diam.
"Yonggi Hyung, kau tampak kurus. Kau pasti tidak makan dengan baik" ucap Taehyung dan membawa Yonggi Hyungnya duduk disebuah bangku taman yang entah sejak kapan sudah ada disampingnya.
"Tidak, Hyung makan dengan baik kok Tae" Yonggi Hyung sekali lagi menangis lagi, tapi air mata nya sudah tak bisa dikeluarkan lagi.
"Hyung bohong pada Taetae lagi.
Jika Yonggi Hyung makan dengan baik, seharusnya Seokjin Hyung dan Hyung yang lain tak perlu memaksa Hyung untuk makan" Yonggi terdiam mendengar tuturan sang adik.
"Tae, tempat apa ini?" Yonggi mencoba mengalihkan pembicaraan.
Taehyung tersenyum pelan pada sang Hyung.
"Makanlah dengan baik ya, Hyung. Tidurlah dengan cukup dan jangan terlalu keras bekerja. Hyung harus menikmati masa muda Hyung dan segera mendapatkan pasangan lalu menikah. Taetae ingin melihat keponakan baru..."
.
.
.
"Ini adalah mimpi Taetae, Hyung" Taehyung memandang sekeliling yang hanya ada pandang rumput yang penuh dengan bunga dandelion yang sangat ia suka.
"Kau tahu Hyung? Tempat ini sangat persis ketika Taetae tersesat saat berlibur dengan Hyung beberapa tahun silam. Hyung sampai bingung mencari dan terus menelpon Taetae sedangkan Taetae sibuk bermain dan meniup bibit dandelion" Taehyung terkekeh pelan mengingat moment itu. Yonggi memandang Taehyung dalam diam. Ia terus menatap wajah lembut nan hangat adiknya seolah esok hari tak bisa menatap wajahnya lagi.
"Seperti biasanya, Yonggi Hyungnya Taetae ini selalu tak suka basa-basi" Taehyung memegang erat salah satu Yonggi.
"Hiduplah dengan baik Hyung. Taehyung akan sangat bahagia jika melihat Yonggi Hyung kembali ceria seperti biasanya. Taehyung mohon, Jangan menyakiti dirimu Hyung lebih dari yang lalu. Sudah cukup untuk itu dan sekarang waktunya Hyung untuk bahagia.
Yonggi Hyung sudah melakukan banyak hal untuk Taetae, sekarang waktunya Hyung melakukan banyak hal untuk diri Hyung sendiri. Hiduplah dengan baik dan berbahagialah Hyung" ucap Taehyung panjang lebar.
"Bagaimana jika kau adalah sumber kebahagiaan ku, Tae?" jawab Yonggi yang dibalas gelengan pelan oleh Taehyung.
"Hyung, jangan seperti itu. Taehyung tak bisa meninggalkan Hyung jika Hyung seperti ini".
"Kalau begitu tetaplah tinggal" Yonggi masih keras kepala.
"Kau tahu Hyung? Tubuhku sudah tak sanggup untuk bertahan, tapi bukan berarti aku ingin menyerahkan begitu saja Hyung. Hanya saja setiap aku ingin bertahan dengan alasan untuk hyung, setiap waktu tubuh ini selalu terasa menyakinkan dan menyiksa.
Setiap detiknya tulang-tulang ku satu persatu seperti patah dan begitu sakit. Aku juga ingin bertahan seperti yang Hyung minta tapi tubuhku selalu menolak Hyung" ucap Taehyung mentap jauh Padang rumput hijau tempat mereka saat ini.
"Relakan aku Hyung, kumohon" pinta Taehyung.
"Lalu bagaimana denganku Tae? Aku belum sempat membuatmu bahagia, aku belum sempat memberikan waktu Hyung yang berharga untukmu, padahal kau sendiri sudah melakukan banyak hal untuk Hyungmu yang payah ini" Taehyung menggeleng kuat.
"Tidak. Yonggi Hyungku ini sangat hebat. Bukan seorang yang payah. Taehyung bangga, bahkan sangat bangga memiliki Hyung seperti Yonggi Hyung. Taehyung sudah sangat bersyukur dan bahagia memiliki Yonggi Hyung dalam hidup Taetae. Itu sudah cukup Hyung. Dengan melihat Yonggi Hyung hidup dengan baik dimasa depan, Taehyung sudah bahagia. Taehyung akan bahagia jika Hyung bahagia" Taehyung berucap panjang sekali dari dalam hatinya.
"Taehyung tulus menyayangi Hyung, didalam hati Taehyung ini, nama Yonggi Hyung sangat besar dan sudah diukur indah... Jadi setelah ini berbahagialah Hyung. Taehyung minta untuk terakhir kalinya"
Yonggi kembali menangis.
Bukankah ini terlalu menyakitkan untuk dirinya?
Tidak, bukan hanya untuk dirinya namun untuk Taehyung juga.
Bohong jika Taehyung dengan senang hati meninggalkan Hyungnya sendirian di dunia yang fana ini.
Bohong jika ia tak akan sedih, karena nyatanya dia sangat sedih namun percuma saja. Itu tak akan mengubah apapun.
"Taehyung-ah... Hyung sangat menyayangi mu. Sangat-sangat menyayangimu" Taehyung menggangguk pelan.
"Taetae sangat tahu itu, Hyung. Taetae juga sangat sayang Yonggi Hyung lebih dari diri Taetae sendiri" Balasnya.
"Tae, kau harus hidup dengan bahagia disana ya. Jika kau bertemu dengan ayah dan ibu, tolong titipkan salam hyung pada mereka kalau Hyung merindukan mereka. Ah, jika kau bertemu dengan Jimin adiknya Jung Hoseok. Tolong sampaikan padanya untuk sesekali mampir dalam mimpinya katakan ia sangat merindukan adiknya" Taehyung berulang kali mengangguk akan permintaan Hyungnya itu.
"Tolong sampaikan pada Tuhan. Jika suatu saat kau terlahir kembali. Tolong minta padanya untuk memberikan mu kembali pada Hyung lagi" Taehyung mengangguk mantap. Matanya sudah berair dan siap untuk keluar
Taehyung Manahan sekuat mungkin untuk tidak menangis.
Yonggi memandang lekat dan menyetuh lembut wajah sang adik yang akan segera meninggalkan dirinya itu.
"Untuk selamanya, Min Taehyung akan tetap menjadi adik termanis dan tertampan milik Min Yonggi. Untuk selamanya, Min Taehyung adalah adik Min Yonggi yang terbaik. Dan untuk selamanya, Min Yonggi akan selalu menyayangi Min Taehyung dengan sangat" Air mata Yonggi sudah mengalir deras membasahi pipinya.
Taehyung mengusap pelan air mata Yonggi Hyungnya dengan senyum manis pada Hyung terbaiknya itu.
"Mnn.. Taehyung tahu itu. Min Taehyung adik dari Min Yonggi, sangat tahu itu. Terimakasih untuk segalanya Hyung. Terimakasih sudah menjadi Hyung yang terbaik untuk Taehyung. Min Taehyung juga sangat menyayangi Min Yonggi, untuk selamanya" Yonggi mengangguk pelan.
"Selamat tinggal Hyung, Terimakasih banyak"
*Wusshhh...
Angin kencang bertiup disekelilingnya mereka berdua dan akhirnya hanya menyisakan Yonggi seorang dipandang rumput itu. Yonggi menangis sangat keras untuk kesekian kalinya. Berulang kali meneriaki nama sang adik yang sudah benar-benar pergi untuk selama-lamanya dari hidupnya.
"Taehyung-ah, jangan lupa untuk pulang suatu saat nanti. Yonggi Hyung akan menunggumu. Kapanpun itu".
.
.
.
.
Jumpa lagi Good Reader')
Hehehehe, sampai sini dulu ya author udah pegel juga ngetiknya banyak..
Nihh,, bahkan chapter ini adalah chapter paling banyak katanya dari semua chapter yang udah author buat sebelumnya 😌😌😌
Buat Good Reader, apa sih yang GC?..
.
hahahaha 😂😂🤣
.
.
By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya 👋👋