
.
.
Kita lanjut Chapter yang ke-2 hari ini,,ok
.
.
Heppy Reading, Good Reader^ ^
.
...........
Sekitar kurang lebih 15 menit, seseorang masuk kedalam rumah Yonggi dan Taehyung.
Seseorang yang masih menggunakan jas putih khas kebanggaan pekerja medis, siapa lagi jika bukan Hoseok.
"Ah, tertidur rupanya"
ucapnya setelah melihat Taehyung yang tertidur nyenyak.
"Dimana Yonggi?" gumamnya pada diri sendiri
Hoseok pun memilih duduk di sofa ruang tamu sembari menunggu adiknya itu terbangun.
Untunglah shift nya pagi ini sudah selesai jadi dua bisa beristirahat sebentar.
.
.
Dilain tempat, di perusahaan, Yonggi terlihat kesal dengan rapat dadakan yang harus diadakan sore ini.
pikirannya penuh dengan Taehyung.
Meskipun ia tahu jika sang adik adalah orang penurut tapi tetap saja ia dirundung rasa cemas.
Namjoon sesekali melirik Yonggi yang terlihat tak tenang, Seokjin pun sama.
Mereka seolah tahu apa yang rekan sekaligus sahabat nya pikirkan. Rapat ini jelas akan menghabiskan waktu dua jam-an dan Yonggi tak menyukainya. Benar-benar tak menyukainya.
"Tenanglah Yoon. Taehyung dirumah akan baik-baik saja. Kau kata ia sudah meminum obatnya kan? Itu berarti dia sudah tidur sekarang" ucap Seokjin yang dibalas anggukan singkat oleh Namjoon serta Yonggi
"Aku akan mengirim pesan pada Hoseok untuk menengok dan menjaga nya selama kau disini. Jadi, tenangkan dirimu"
ucap Namjoon dan Yonggi menggangguk pelan.
*Tring Tring
Ponsel Hoseok berbunyi dan nama Namjoon berada disana. Tanpa pikir panjang ia angkat panggilan itu.
"Ada apa Joon?"
"Sedang dimana kau? Apa kau bisa menjaga Taehyung sebentar. Kami sedang ada rapat dan mungkin akan butuh waktu dua jam-an" ucap Namjoon diseberang telepon
"Aku sedang bersama Taehyung sekarang.
Dia sedang tidur, katakan pada Yonggi untuk tenang. Taehyung baik-baik saja"
"Syukurlah.
Baiklah, kalau begitu terimakasih banyak, aku tutup"
.
.
.
.
.
Taehyung tertidur selama hampir satu jam dan terbangun karena haus. Beruntung ada segelas air diatas nakasnya. Diteguknya air itu perlahan karena entah mengapa Taehyung merasa cukup kesusahan untuk menelan.
Dia bahkan menganggap gelas dengan kedua tangannya dengan begitu erat.
*Prang!
Seseorang segera masuk kekamar Taehyung. Hoseok dengan wajah cemas mendekati Taehyung yang masih keget kerena gelas yang ingin ia letakkan kembali ke atas nakas tergelincir dari kedua tangannya.
"Kau baik-baik saja Tae? Ada yang sakit?"
Ucap Hoseok mengabaikan pecahan gelas yang sekarang sudah berantakan.
Taehyung menggeleng pelan
"A-aku tak apa, H-hyun"
Hoseok mengernyit heran dengan pelafalan Taehyung yang terdengar belibet.
"T-tae hanya inyin m-minuum"
"Tae, lidahmu... ini tidak baik.
Apa tanganmu bisa digerakkan?"
Taehyung mencoba menggeleng.
Hoseok menghela nafas berat. Ia segera meraih obat yang biasa Taehyung minum dan berlari mengambil sendok untuk menghaluskan obatnya, tapi sebelum itu ia tak lupa untuk menidurkan Taehyung kembali.
Setalah menghaluskan obatnya, dimasukkan obat itu sedikit demi sedikit kemulut Taehyung.
Taehyung mengernyit pelan karena rasa pahitnya dan sedikit tersedak. Hoseok segera mengelus pelan dada Taehyung.
Hoseok kembali keruang tamu disana terletak koper kas kebanggaannya dan mengambil sebuah jarum suntik berukuran kecil sudah terisi cairan.
Taehyung melebar manik matanya tak tahu apa yang akan Hoseok lakukan padanya.
"Tak perlu takut Tae. ini hanya obat tidur.
Ini akan membuatmu cepat tidur dan kau akan cukup beristirahat" Hoseok dengan pelan memasukkan jarum suntik itu kedalam kulit Taehyung.
"Sudah, apakah sakit?" Taehyung menggeleng pelan.
"Tidurlah, sebentar lagi Yonggi Hyungmu akan pulang"
Taehyung perlahan tertidur karena Hoseok sengaja memberikanny dosis yang lumayan tinggi.
"Kau akan baik-baik saja Tae. Hyung akan mempertahankanmu bagaimana pun caranya"
.
.
By,,, Sampai Jumpa di Chapter selanjutnya 👋👋