Brother (TaeGi)

Brother (TaeGi)
khawatir '3



*Lanjut ya yorobun 😌😌


.


.


.


.


..........


Hari ini Yonggi terbangun dengan kepala yang luar biasa sakit. Orang yang pertama kali dia lihat adalah Namjoon.


Orang itu tengah sibuk dengan ponsel nya. Entah sedang melakukan apa.


Perlahan ia mendudukkan tubuhnya.


Namjoon yang menyadari nya langsung menghampiri nya.


"Bagaimana keadaan mu Yoon?"


"Kepala ku sakit. Kenapa kau bisa disini Joon?"


"Menemani mu. Memang apa lagi yang harus aku lakukan. Taehyung harus tetap bekerja, jadi dia menitipkan mu padaku". Yonggi terdiam sejenak. Mencoba mengingat apa yang sudah terjadi padanya beberapa hari ini.


"Joon.. aku" Yonggi mengingat nya. Namjoon mengangguk pelan.


"Lagi" ucap Namjoon menambahi.


"Taehyung, tahu?" Namjoon mengangguk lagi.


Helaan nafas berat keluar dari bibir Yonggi. Mengusap kasar wajah pucatnya.


"Kenapa kau beritahu Taehyung, Joon. Kau sudah berjanji padaku untuk menyimpan masalah ini berdua" Namjoon hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tidak Yoon. Taehyung juga harus tahu.


Dia keluarga mu, adikmu dan bagian dari hidupmu. Kerja kerasmu.


Dia berhak tahu. Jika kita menyimpan masalah ini berdua, yang ada Taehyung akan lebih sedih dan merasa dirinya tak berguna dalam hidupnya Yoon. Taehyung anak yang baik dan kuat, kita patut bangga padanya".


Yonggi kembali menghela nafas.


"Tapi Namjoon-ah.. Dia justru akan semakin mencemaskan hal ini. Kau harusnya tahu seperti apa Taehyung itu. Hah... Dia akan terbebani. Dia akan menyalahkan dirinya karna ia tak bisa membantu Hyungnya ini banyak. Dia akan.."


"Yoon.. hei bro, dengar kan aku. Kau ingin tahu apa yang di katakan Taehyung padaku saat aku menceritakan semua ini?"


Yonggi terdiam namun Namjoon tahu rekan sekaligus sahabat nya ini menunggu jawaban nya.


"Terima kasih sudah memberitahu kan semua nya Hyung.


Terima kasih sudah begitu setia menjaga Yonggi Hyung saat aku tak tahu soal ini.


Aku berharap Yonggi Hyung bisa lebih terbuka dengan ku.


Aku akan membantu sebisa ku, dengan cara ku sendiri. Aku sangat tahu kalau Yonggi Hyung itu begitu menyukai musik.


Dia tak bisa hidup tanpa itu dan aku juga tak bisa hidup tanpa Yonggi Hyung ku juga.


"Tidakkah Taehyung mu begitu hangat Yoon?


Aku hampir saja menangis mendengar nya mengatakan itu dengan senyuman yang setia di wajah sendunya".


Ucap Namjoon membuat Yonggi terdiam.


Tanpa sadar air matanya menetes pelan melewati pipi pucatnya yang ternyata sedikit menirus itu.


"Dia membutkan mu bubur. Jika kau rasa bubur nya dingin, aku bisa menghangat kan nya sebentar".


Namjoon menyodorkan nampan yang berisi semangkuk bubur dan juga teh hanya untuk Yonggi rekan dan juga sahabatnya yang keras kepala itu.


Yonggi menatap nya sejenak mangkuk itu sejenak.


Ada potongan brokoli, wortel dan juga jamur di dalam nya. Salam persis seperti bubur buatan ibu merek dulu.


Sejenak Yonggi kembali menagngi.


Kali ini dengan terisak.


Yonggi tak habis pikir dengan sang adik.


Bisa bisanya sang adik sering sekali membuat nya menangis haru karena hal hal kecil seperti itu.


"Tidak Joon.. Bubur nya masih hangat"


Pernyataan dari Yonggi di jawab anggukan pelan dari Namjoon yang hanya melihat setiap gerakan dari sahabatnya itu.


.


.


.


'SANGAT HANGAT'


Batin Yonggi dengan perasaan senang, seakan jutaan kupu-kupu terbang di dalam perut nya menyambut setiap suapan bubur yang dia lahap.


.


.


ok ok


sampai sini dulu


tangan author pegal juga ngetik lamaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


.


.


By,,, sampai jumpa di chapter selanjutnya πŸ‘‹πŸ‘‹