
"Aku tidak punya urusan dengan mu !!" bentak Ayah Jen kepada Jack
"memang tidak, tapi selama itu berhubungan dengan sesuatu yang mengganggu pekerjaanku maka aku akan ikut campur" kata Jack sambil melangkah menuju mobil
Tanpa menunggu lama Jen pun langsung masuk ke mobil dengan menunjukan senyum tipis kepada Ayahnya. Jen duduk di bangku belakang karena dia tidak mau duduk bersebelahan dengan Jack.
Jack pun masuk ke mobil dan menetir mobil, Ayah Jen memandang mobil itu berjalan sampai tidak terlihat lagi.
kedua teman Ayah Jen pun menyusul dan mbantunya berdiri
"apa dia adalah suami putri mu?"
""aku juga tidak tau" kata ayah Jen
namun kata-kata Jack masih terngianng difikirannya, "memang tidak, tapi selama itu berhubungan dengan sesuatu yang mengganggu pekerjaanku maka aku akan ikut campur".
"pekerjaan apa yang dimaksud pemuda tadi?" batin Roy (nama ayah Jen)
"Roy ! sebaiknya kau pulang dan memulihkan tenaga mu, masalah putri mu kami akan berusaha untuk mencarinya" kata salah satu teman Roy
Ayah Jen pun menyetujuinya dan mereka berpisah di jalan.Sampai dirumah Enzel terkejut melihat keadaan ayahnya yang babak belur.
"Ayah kenapa?" tanya Enzel dengan nada sedih
"Ayah baik-baik saja sayang"
Roy memang membenci Jen karena dia bukan anak kandungnya, terlebih lagi karena Jen sering membuat masalah yang selalu melibatkan dirinya untuk ganti rugi.
Tapi Roy selalu membayar ganti rugi itu dengan tidak sukarela, secara diam-diam dia mencatat seluruh uang yang pernah dikeluarkannya agar suatu saat nanti dia bisa memaksa Jen untuk menikah dengan salah satu temannya dengan alasan utang yang menumpuk.
Tapi Roy menyayangi Enzel karena dia adalah puteri kandungnya.
*****
"kenapa kau membelaku? " tanya Jen kepada Jack saat di mobil
Tapi Jack hanya diam dan fokus menyetir tanpa menoleh kearah Jen.
Jen tau kalau Jack adalah orang yang sangat irit bicara.
"ohhh, aku tau kalau kau sebenarnya menyukai ku secara diam-diam" kata Jen dengan wajah konyol nya
Jack tetap diam dan tidak menghiraukan Jen
"Aku tau kalau aku ini cantik, sekali berdandan pasti akan banyak laki-laki yang terpesona padaku. Dan kau juga tampan, bahkan tanpa di poles sedikitpun kau juga sangat tampan. Mmm...bagaimana kalau kita berpacaran saja?" tanya Jen lalu pindah duduk ke bangku samping Jack sambil mengedipkan sebelah matanya pada Jack.
Sontak saja Jack kaget sampai tersendat ludahnya sendiri sambil batuk-batuk.
"seharusnya aku membiarkanmu melayani 2 laki-laki tadi supaya kau tidak kegatalan lagi" kata Jack sambil meminum air putih untuk meredakan batuknya.
Jen pun langsung terdiam, sebenarnya Jen melakukan itu untuk mengerjai Jack.
Dan sepertinya Jen tertarik untuk selalu melakukannya, karena melihat tingkah Jack tadi membuat jiwa jail Jen meronta-ronta.
"xixixixi....tunggu saja abg Jack" batin Jen sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya, dan tidak lupa dengan wajah konyolnya
Tanpa disadari Jack menoyol kepala Jen sampai terbentur ke jendela mobil dan akhirnya Jen meninggal (becanda ahh)
kepala Jen kepentok kaca mobil tapi tidak kuat
"aishhhh....kau mengajak perang denganku"
''Tidak, aku hanya jijik melihat wajah kera mu itu"
Jen pun terdiam dan sangat kesal karena dikatakan berwajah kera.
Saat sedang mengomel-ngomel di dalam hatinya tiba -tiba Jack melemparkan kartu kredit dan hampir mengenai wajahnya kalau Jen tidak sigap menangkapnya.
"woi...tau sopan santun tak ?"
Jen marah kepada Jack tapi diurungkan saat jack berkata "itu kartu kredit, jadi gunakan itu untuk kebutuhan hidupmu.Jangan dihambur-hamburkan Karena kami hanya akan mengisi itu sekali sebulan"
"aku tidak suka pakai kartu, ayo ke bank dan aku akan menjadikannya uang tunai"
Jack pun langsung berhenti tepat di depan sebuah bank dan menyuruh Jen untuk turun dan menarik uang
Jen pun turun dan kembali ke mobil sambil mengetuk-ngetuk jendela mobil
tuk..tukk..tukk
"masuk saja bocah !" kata Jack kesal
"tidak, aku belum selesai di dalam dan aku cuma mau bilang sepertinya kau salah memberikan kartu padaku"
"ini memang benar bocah !!!"
"Tapi isinya 50 juta "
"ya itu memang benar, kau tarik saja sekitar 5 juta untuk kebutuhanmu hari ini dan besok"
Jen jelas kaget saat mengetahui jika dia diberikan uang sebanyak itu, tapi dia menuruti perkataan jack dan menarik sebanyak 5 juta saja.
Jen pun kembali kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanan.
"kenapa kalian memberikan uang sebanyak ini?"
"tidak perlu dibahas, kau hanya perlu berlatih agar lebih kuat dan mampu menjalankan misi, masalah biaya hidupmu ku tidak perlu berfikir"
Suasana pun hening setelah Jen mendengar jawaban Jack
"bagaimana dengan seragam sekolahku besok?" tanya Jen memecahkan keheningan
"mana ku tau!"
"baiklah, nanti aku akan ke super market untuk membeli perlengkapanku"
"naik apa?"
"jalan kaki, lagi pula aku sudah terbiasa, apa dirumah itu ada sepeda motor ?"
"kau mau ?" kata jack singkat
Tanpa menunggu jawaban Jen, Jack langsung meningkatkan laju mobilnya dan berhenti disebuah tempat penjualan sepeda motor. Jack tiba-tiba berfikir kalau Jen memiliki sepeda motor maka dia tidak akan disusahkan oleh Jen lagi, dan Jen bisa pergi kemanapun dengan seorang diri tanpa harus diantar jemput. Jack dan Jen pun turun dari mobil
"selamat datang tuan ! apakah tuan dan istri tuan ingin membeli sepeda motor ?"
tanya salah satu pelayan disitu
Jen pun melotot dengan mulut menganga mendengar ucapan pelayan itu "istri?" batin Jen.
Jack hanya memasang ekspresi datar
" Pertama bocah ingusan ini bukan istri saya, dan kedua saya hanya ingin membelikan dia sepeda motor"
kata Jack kepada pelayan itu.
Jen tidak terima dikatakan bocah ingusan dan langsung meng smack down Jack sampai terbanting keras kelantai.
brukkkkkk
"awww... hey bocah, bukankah kita sudah berdamai." kata Jack dengan nada kesal karena dia di smack down di tempat umum.
Untung saja tempatnya sepi
"kau yang duluan, saat kau mengatakan wajahku seperti kera aku masih diam dan jangan harap aku diam lagi saat kau mengatakan aku bocah ingusan" kata Jen dengan sedikit terkekeh karena berhasil mempermalukan Jack di depan umum
Pelayan itupun langsung memisahkan mereka
"maaf- maaf pak, saya tidak bermaksud"
"Carilah motor yang kau mau, jangan lama-lama, aku tidak punya waktu" kata Jack dengan nada sedikit marah
"apa aku bebas memilih?"
"Mmmm.."
Jen pun masuk kedalam untuk mencari motor yang keren, "hmm..enak ya jadi orangkaya, kalau mau beli sesuatu pasti ada" Jen sebenarnya masih kaget saat Jack tiba-tiba membawanya kesini.
Jen pun fokus mencari motor yang keren dan matanya tertuju pada motor gede (moge).
setelah beberapa saat Jen pun kembali menemui Jack.
"aku sudah menemukannya" tapi harganya sangat mahal
"berapa harganya pak?" tanya jack pada pelayan yang membawa motor yang dipilih Jen tanpa mendengarkan ucapan Jen karena dia masih marah atas perilakuJen tadi
"karena sekarang ada diskon maka harganya menjadi 75 juta pak"
"saya kirim lewat rekening"
"baik pak"
Jen masih ternganga melihat itu, dia tidak menyangka kalau Jack membelinya tanpa melakukan penawaran sedikitpun.