
"maaf-maaf, aku tidak sengaja" kata Jen pada Celine dengan nada menjengkelkan.
Wajar saja Jen kaget bahkan jantungnya seperti berhenti sejenak.
Tapi Jen tidak langsung menerima tawaran itu, karena mungkin saja dia akan menjadi mata-mata atau bahkan dijadikan tumbal untuk sebuah misi jahat yang akan mereka lakukan.
Jen pun memainkan pistol di tangannya dengan memutar-mutarnya, tak lupa juga menunjukan senyum sinis dan tatapan tajam kearah mereka.
"Aku tau seluruh latar belakangmu,keluarga mu, dan seluruh kegiatanmu" kata Celine kepada Jen sambil berjalan dan duduk di meja
"lalu?" tanya Jen sambil menaikkan sebelah alis matanya
"haaaaahaha....kalau kau ingin mereka tetap aman dan kalau kau ingin mereka hidup bahagia tanpa mengalami kesulitan, kau harus menerimanya.kau harus bergabung dengan kami" kata Celine
"apa kau mengancamku jalang?"
"ini bukan ancaman sayang, ini adalah penawaran.Kami sebenarnya sedang menjalani misi, dan kami membutuhkan bocah sepertimu untuk menjadi mata-mata kami"
"bagaimana kalau aku menolak?"
"Kau akan menyesal dan kalau kau masih ingin melihat ibumu dan orang-orang jalanan itu maka kau harus menurut" kata jack
"sebelum kau melakukan apapun, aku akan terlebih dahulu merobek mulutmu dan mematahkan lehermu" kata Jen dengan geram
Jen pun berfikir cukup lama atas tawaran yang diberikan padanya.Jen merasa agak waswas.
"kau tidak perlu khawatir, ini adalah tugas Negara. Kita akan sama-sama membasmi mafia narkoba dan pembunuh misteri yqng sedang ramai dibicarakan, karena semakin lama kita bergerak akan semakin banyak korban yang berjatuhan.
kau juga akan mendapat upah sesuai yang kau mau" kata Celine
Lalu Celine menawarkan kembali kepada Jen, dan menjelaskan identitas rahasia mereka kepada Jen beserta kartu nama mereka. Dan ternyata memang benar kalau mereka adalah utusan Negara untuk menyelidiki kasus pengedaran Narkoba dan pembunuhan misterius yang sedang populer dibicarakan saat ini dikalangan masyarakat dan pemerintahan.
"kenapa harus aku? sebaiknya kalian cari orang lain saja. Lagipula aku masih anak sekolah,dan aku tidak mau putus sekolah"
kali ini Very yang menjawab "Nah,itu dia.Kalau kami menjadikanmu mata-mata maka mereka tidak akan curiga dan mereka menganggapmu hanya seorang bocah tengik sialan.Dengan begitu misi ini akan cepat selesai, dan satu lagi kau tidak akan putus sekolah.kau akan tetap sekolah seperti biasa"
"Lalu bagaimana kalau mereka membunuhku?" tanya Jen dengan dingin
Lalu Celine menjelaskan kalau mereka akan selalu memantau Jen dan memasang alat penyadap beserta kamera berukuran sangat kecil hingga tidak mudah terlihat.Bukan hanya itu, Adi dan Very akan mengawasi Jen dari jauh.Jika terjadi sesuatu maka mereka akan siap siaga untuk mengatur pengalihan ke rencana berikutnya.
Sedangkan Celine dan Jack yang akan mengarahkan dan memantau dari jauh melalui alat penyadap dan kamera yang sudah terhubung ke komputer mereka.
"Bagaimana apa kau setuju ? Ayolah, kami tidak memilih sembarang bocah. Kami mencari bocah Jalang sepertimu,kau mampu membeladiri bahkan mentalmu juga kuat" kata Celine
"Dia sudah mengetahui identitas kita dan rencana kita.Kalau bocah ini keluar dari sini maka bisa saja dia membocorkan rahasia kita,dan ini sangat berbahaya.Kalau dia tidak mau maka kita bunuh saja dia disini!" kata very.
Setelah berfikir cukup lama akhirnya Jen pun menyetujuinya.
"Baiklah, aku setuju untuk bergabung di tim kalian.Tapi dengan satu syarat"
"katakan"
"Aku ingin kepala bedebah sialan itu, tadi dia berani mengatakan kalau aku bocah tengik sialan." kata Jen sambil menunjuk kearah Very
Very pun kaget dengan permintaan Jen
" Baiklah kalau kau mau kepalaku.Boleh-boleh saja.Asalkan kau mengambilnya dengan tanganmu sendiri, tapi kalau kau gagal menjalankan misi maka kepalamu yang akan kupenggal" kata Very