
"Saya tidak terima ! lihat saja, besok sekolah ini akan menjadi milik saya dan saya akan memecat posisimu sebagai kepala sekolah !" Kata Ayah Ami
"Baiklah silahkan, saya akan menunggu" Kata kepala sekolah
"Saya tidak terima anak saya dicekik sampai pingsan !'' Kata orangtua lain
"Saya juga akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Jen, bahkan lebih parah dari itu !" Kata kepala sekolah.
"Lihat saja saya akan balas dendam! Dengar itu bocah sialan !" Kata orang tua
"Saya akan lihat kok !" Kata Jen
"Tolong jaga sopan santun mu Jen !" Kata Buk Aan
"Saya tau kalau suami Anda bekerja di perusahaan orang ini, makanya Anda membela mereka" Kata Kepala sekolah kepada Buk Aan
"Bukan begitu pak, saya selaku wali kelas sudah sangat mengenal Jen. Dia sering berkelahi di sekolah ini" Kata Buk Aan
"Apa kalian melupakan kejadian beberapa hari yang lalu ?. Jen dan 5 orang temannya melindungi kita dari para preman-preman bayaran itu ! Saya yakin kalian pasti mengingatnya" Kata kepala sekolah
"Tapi pak, catatan pelanggaran peraturan sekolah juga sudah penuh dengan nama Jen dan....." Belum selesai pak Manurung berbicara, kepala sekolah langsung memotong
"Jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, silahkan pergi dan tinggalkan ruangan ini !" Kata kepala sekolah
"Tapi pak......"
Kepala sekolah hanya menatap tajam kearah pak Manurung sebagai Pertanda perintah untuk diam.
Mereka semua pun meninggalkan ruangan itu dengan ekspresi kesal dan murka.
Jen juga ikut keluar, dalam fikirannya ini adalah bantuan dari Celine agar dirinya tidak dikeluarkan dari sekolah.
Di ruang kelas
Jen duduk di bangku nya dan mengambil sebuah Novel dari dalam tas nya.
Terlihat jelas judul Novel yang tertulis di sampulnya "Kill me ".
Jen membaca Novel itu dengan sangat serius dan tenang.
Banyak mata yang menatap tak suka pada Jen, namun Jen tidak memperdulikannya.
Ting ..Ting....
Bel berbunyi menandakan kalau pergantian Les terakhir pelajaran. Namun Buk Aan tidak kunjung datang untuk mengajar.
Disaat ruang kelas Jen tidak ada Guru, tiba-tiba Arya, Leon, dan Dika datang menghampiri Jen dengan menendang meja Jen hingga Novelnya terjatuh kelantai, menampakkan jelas judul yang tertera di sampul buku itu.
"Kill Me.....Hahaha.... " Kata Arya sambil melihat kearah Novel itu
Semua siswa yang berada diruangan itu tertawa keras kecuali Andri yang hanya berdiri menatap sendu.
"Kenapa kalian mencari masalah lagi, ku kira kita sudah berdamai " Kata Jen
"Bodoh..... Hahaha..." Kata Leon
"Aku dengar, kau memasukkan wajah Ami kedalam WC !" Bentak Arya
"Mungkin" Jawab Jen santai sambil tersenyum
"Ami adalah wanita incaranku, beraninya kau menganiaya dia !!" Bentak Arya
Jen hanya diam dan malah mengambil Novelnya yang berada dilantai, lalu kembali duduk dan membaca dengan santai.
Hal itu membuat Leon murka dan merampas Novel itu dari tangan Jen lalu membelanya menjadi 2 bagian.
Jen terlihat mulai marah dan mengepalkan tangannya.
Para siswa pun mengambil kamera mereka untuk merekam pertarungan Jen untuk menjadi bukti kalau Jen sering membuat ulah dan sering melakukan tindak penganiayaan di sekolah. Dengan bukti rekaman itu, maka Jen akan benar-benar dikeluarkan dari sekolah..
Jen menghantam wajah Leon dengan kuat hingga tersungkur ke lantai, setelah Leon jatuh Jen langsung menendang perutnya dengan kuat
"Akkkkkkk......sakit !" Teriak Leon
Arya langsung menyerang Jen dengan satu pukulan dan tepat mengenai pipi Jen hingga mengalirkan darah dari mulutnya.
Setelah terkena pukulan, Jen langsung naik pitam dan mengambil pisau yang ada di dalam lacinya dan langsung menancapkannya ke perut Arya.
Jleb.......
"Aaaaaa....." Teriak Arya
"Matilah kau bodoh, aku sedang malas untuk bertarung !" Kata Jen dengan berbisik ke telinga Arya
Terlihat keluar darah dari perut Arya dan baju sekolah Arya pun dipenuhi warna darah.
Percikan darah itupun mengenai tangan Jen.
Setelah menusuk perut Arya, Jen menarik pisau itu dan mengarahkannya kepada Dika.
Dika yang merasa ketakutan langsung berlutut di hadapan Jen dan memohon pengampunan sambil menangis.
"Bawa kedua temanku ini pergi dari hadapanku sekarang !" Bentak Jen
Dika pun menopang Arya dan Leon keluar ruangan.
Setelah mereka pergi, Jen menatap kearah siswa yang memegang kamera dan merekam.
"Jika rekaman ini tersebar, jangan salahkan aku kalau nyawa kalian hilang !" Kata Jen sambil tersenyum dan langsung mengambil tas nya untuk pulang.
Seorang siswa langsung berlari menuju kantor guru untuk melaporkan perkelahian mereka berempat dan mengenai pembacokan yang dilakukan Jen.
Sontak saja para guru langsung berlari ke TKP untuk menghindari terjadinya pembunuhan.
Pak Iwan langsung menahan tangan Jen yang berniat untuk pulang. Beberapa guru juga mulai berdatangan dan buk Aan membawa mengurus Arya dan mengalami luka tusukan di perutnya, sedangkan guru lainnya mengurus Leon yang terlihat sangat pucat.
Banyak siswa yang berdatangan untuk melihat langsung kejadian yang sedang heboh itu. Mereka juga bersorak dan berteriak untuk mengeluarkan Jen dari sekolah.
"Mungkin kali ini aku benar-benar akan dikeluarkan" Batin Jen sambil membersihkan darah yang ada di bibirnya dengan tangan kanannya
"Apa kau sadar atas perbuatan mu? !, ini sekolah bukan jalanan !" Kata pak Iwan sambil mengencangkan genggamannya.
Jen langsung menarik tangannya dengan kuat hingga terlepas dari genggaman pak Iwan.
"Saya tidak bersalah, mereka yang menghajar saya duluan dan saya hanya membela diri !" Kata Jen dengan lantang
"Mulai besok, kamu tidak boleh datang lagi ke sekolah ini !" Bentak wakil kepala sekolah
"Tidak ada yang berhak untuk mengusir Jen dari sekolah ini kecuali saya !" Kata kepala sekolah yang tiba-tiba muncul
Mereka semua pun kaget atas kedatangan kepala sekolah dan atas pembelaan nya terhadap Jen, karena sudah jelas kalau Jen melakukan tindakan percobaan pembunuhan.
"Apa alasan Anda membela saya ?" Tanya Jen
"Saya tau, kamu hanya membela diri" Kata kepala sekolah
"Tapi pak kasus ini sudah menyebar di media sosial dan sangat trending " Kata pak Iwan
"Keluarkan siswa yang menyebarkan video itu dari sekolah ini sekarang juga !" kata kepala sekolah
Siswa yang menyebarkan video itupun hanya berdiam diri tanpa mengatakan apapun.
Para siswa yang lainnya pun saling berbisik dan bergunjing atas keputusan yang dibuat kepala sekolah. Suasana pun mulai riuh membicarakan keputusan yang tidak masuk akal itu.
Wajar saja mereka kesal karena saat ini pasti sekolah mereka akan kehilangan nama baik karena terjadi kasus percobaan pembunuhan dan pelakunya malah tetap dibiarkan bersekolah seperti biasa tanpa dilaporkan ke pihak penegak hukum.
"Saya rasa tidak ada yang perlu dibahas lagi, saya pamit pulang " Kata Jen dengan sedikit tersenyum sinis
Mereka yang ada di tempat itu pun merasa emosi dan naik pitam karena sikap yang ditunjukkan oleh Jen seolah-olah tidak melakukan kesalahan apapun.
Jen langsung menuju parkiran dan menaiki sepeda motornya, kemudian melajukannya dengan kecepatan tinggi.
Semua mata pun menatap kepergian Jen dengan tatapan marah, kecuali kepala sekolah dan Darma.
"Aku tau ini bukan salah mu" Kata Darma dalam batinnya
"Sudah bubar semua bubar!" kata Kepala sekolah
Mereka pun membubarkan diri menuju kelas mereka sambil tetap membicarakan Jen dan pembelaan kepala sekolah yang tidak masuk akal. Bahkan ada dari mereka yang menduga bahwa kepala sekolah dan Jen sedang menjalin hubungan asmara.
Diruang kepala sekolah
"Putri Tuan besar sudah aman" Kata kepala sekolah dengan nada penuh hormat
"Mmm.. sisanya akan saya urus !" Kata orang dalam telphone
"Ba.... baik Tuan besar" Kata Kepala sekolah
"ingat, dia adalah putri ku. Jaga dia hingga suatu saat nanti saya kembali"
"Iya Tuan"
"Rahasiakan hal ini !"
"Baik Tuan"
*****
Jen mengendarai motornya menuju markas mereka dan sampai setelah hampir 1 jam
"Sudah puas membuat masalah hari ini ?" Tanya Andy pada Jen yang baru masuk ke ruangan
"Belum" Kata Jen sambil mengeluarkan sebungkus rokok dari kantong jaketnya lalu mengisapnya seperti seorang pria.
"Bukan urusanmu sayang" Jawab Jen santai sambil mengedipkan sebelah matanya pada Jack
Jack yang mendengarkan jawaban Jen pun hanya mengabaikannya dan berjalan menuju meja komputernya.
"Terimakasih " Kata Jen
"untuk apa ?" Tanya Jack dan Andy
"Aku tau, kau yang menghapus rekaman milik Ami tadi " Kata Jen
"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan" Kata Jack
"Lalu?" Tanya Jen
"Bodoh, kau fikir kami selalu memantau mu selama 24 jam" Kata Andy
Jen yang mendengar jawaban itu merasa bingung dan penasaran sambil tetap mengisap rokoknya.
Beberapa waktu kemudian Adi dan Celine datang bersamaan dan langsung duduk.
"Di sosmed, video pembacokan yang kau lakukan tersebar luas dan menjadi trending" Kata Celine
"Biarkan saja. Justru itu sangat bagus dan aku akan lebih mudah untuk bergabung menjadi anggota Gangster X" Kata Jen
"Kalau begini, kami sulit untuk mempertahankan mu disekolah" kata Celine
Jen pun menceritakan tentang pembelaan yang dilakukan oleh kepala sekolahnya dan menceritakan tentang sikap kepala sekolah yang sepertinya memberikan hormat padanya.
Mereka yang mendengar itu cukup bingung, terutama saat Jen mengatakan kalau video penganiayaan yang dilakukan Jen tidak ada sama sekali dalam kamera yang sengaja diletakkan di toilet sekolah untuk menjebaknya. Mereka sama sekali tidak melakukan apapun hari ini, justru mereka menduga kalau kepala sekolah punya perasaan pada Jen.
"Nanti akan ku cari tau" Kata Jack
Celine menyuruh Adi untuk menemani Jen berlatih seperti biasa, tapi Jen menolaknya dan memilih untuk berlatih sendiri.
"Terlalu akrab dengan mereka hanya akan menimbulkan perasaan persaudaraan dan aku tidak menginginkan itu" Batin Jen
Jen pun segera berangkat menuju tempat latihannya sendiri. Ternyata Jen sudah menyewa 2 orang fighter MMA untuk melatihnya agar menjadi petarung yang lebih hebat.
Di tempat latihan, Jen berlatih dengan sangat serius dan peningkatan kelincahan dan kekuatannya juga meningkat pesat.
Terutama saat mengingat kematian ibu dan adiknya.
"Pembalasanku akan datang !" Batin Jen
*****
Jen berangkat ke sekolahnya dengan penuh pertanyaan dalam benaknya
"Apa masalah yang akan datang lagi hari ini?"
Sesampainya di parkiran, Jen turun dari motornya dan melepas jaket beserta helm nya.
Saat Jen berbalik badan, ternyata kedua orangtua Ami sudah ada di belakangnya.
Jen merasa kaget dan mengira kalau Dia akan dimaki atau diusir dari sekolah. Namun ternyata kedua orangtua Ami itu langsung berlutut di depan Jen
"Tolong maafkan kami " Kata Ayah Ami
"Ada apa ini?" Tanya Jen sambil memutar-mutar kunci motornya di jari telunjuknya
"Kami minta maaf atas perlakuan dan perkataan kami kemarin, kami sungguh minta maaf " Kata ibu Ami sambil menangis
Jen merasa sangat bingung atas hal ini.
Seharusnya saat ini sekolah itu sudah menjadi milik mereka sesuai perkataan mereka kemarin.
Ami tiba-tiba saja datang dan ikut juga berlutut sambil meminta maaf.
Ami mengatakan kalau dia bersedia menjadi pelayan Jen di sekolah dan menuruti setiap permintaan Jen.
Suasana di sekitar parkiran sunyi dan hanya mereka saja yang berada di parkiran itu.
"Maaf kalau kami tidak tau tentang jati diri Tuan putri yang sebenarnya" Kata Ayah Ami
Jen langsung tersentak kaget mendengar perkataan Ayah Ami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Stres" Kata Jen lalu berjalan meninggalkan mereka sambil mengambil sebatang rokok dari kantongnya dan membakarnya hingga mengeluarkan asap, lalu mengisapnya.
"Tuan putri tolong maaf kan kami !" Teriak Ayah Ami
Jen tidak menghiraukan mereka karena Jen merasa kalau hal ini tidak wajar. Seperti ada hal buruk yang sedang mereka rencanakan.
3 hari kemudian di sebuah kafe
Di kota Aming terdapat sebuah kafe yang cukup terkenal. Bukan karena makanannya atau minuman yang dihidangkan, namun karena di dalam kafe itu terdapat sebuah bar mewah tepatnya di lantai 2.
Diskotik itu biasa didatangi oleh orang-orang berstatus ekonomi menengah keatas.
Tempat itu juga memiliki banyak gadis-gadis seksi dan cantik yang biasa menjajakan dirinya kepada para lelaki. Mereka bisa disebut dengan istilah kupu-kupu malam.
"Hahaha.........." Kata seorang gadis seksi dengan dress merahnya yang sangat terbuka.
Gadis itu terlihat mabuk sambil berjalan.
Sesekali gadis itu juga meminum bir botol yang ada di tangan kanannya dan menghisap rokok yang ada di tangan kirinya.
Seorang pria tak sengaja menyenggolnya dan gadis itu langsung mengamuk sambil memaki dengan kata-kata kasar.
Orang yang dimaki pun tidak terima dan malah menampar gadis itu
Plakk.......
"Kurang ajar !" Kata gadis itu dan langsung menendang pria itu hingga terjatuh ke lantai.
Sebelum perkelahian berlanjut, petugas keamanan khusus bar itupun memisahkan mereka berdua dan menyuruh pria itu untuk pergi.
Tak lama, ternyata ada beberapa aparat yang datang ke bar itu untuk memeriksa apakah terdapat perdagangan narkotika di tempat itu.
Salah satu aparat langsung menghampiri gadis yang baru bertengkar itu dan ingin menggeledah nya. Namun belum sempat menggeledah, gadis itu langsung memukulkan botol bir yang dipegangnya ke kepala aparat itu.
Botol itupun pecah dan kepala aparat itu terluka hingga mengeluarkan banyak darah.
"Bodoh, brengsek ! Jangan sentuh saya !" Kata gadis itu
Dua orang aparat lainnya datang menghampiri gadis itu dan hendak menangkapnya atas tindakan penganiayaan . Namun gadis itu malah mengajar kedua aparat itu dengan tendangan kuat dan pukulan bertubi-tubi.
Salah satu aparat ingin mencekik leher gadis itu, tetapi tangannya ditangkap dan dipatahkan
Krekkkkkk
"Aaaaaak......" Teriak aparat itu dengan kencang hingga membuat banyak mata pengunjung terarah kepada perkelahian mereka bertiga
Setelah tangan aparat itu patah, gadis itu langsung menendang alat vital aparat itu hingga aparat itu terjatuh kelantai sambil mengerang kesakitan.
4 aparat lainnya pun segera datang ke lokasi pertarungan gadis itu dan mulai menyerang secara bersamaan.
Pertarungan mereka sangat sengit, yaitu seorang gadis vs 4 orang aparat. Namun gadis itu dengan sangat mudah mengalahkan ke empat aparat itu. Pengunjung bar itupun hanya menonton sambil sesekali bertepuk tangan, bahkan banyak yang merekam pertarungan itu.
"Hanya segini kemampuan kalian ? dasar pecundang" Kata Gadis itu sambil mencekik salah satu leher aparat
Wiiiiuuuuuu.......wiiiiuuuuuu (sirine mobil tugas aparat)
Gadis yang mendengar suara itupun segera berlari meninggalkan 4 orang aparat yang sudah babak belur itu dan segera mencari tempat persembunyian yang cukup gelap dan sempit.
"Ayo ikut aku, kau akan aman ! Mereka akan segera datang " Kata seorang pria yang tiba-tiba muncul di belakang gadis itu
Gadis itupun menyetujuinya dan mengikuti langkah pria yang asing itu.
Disuatu ruangan khusus di dalam bar
"Siapa gadis itu ?" Tanya Bara pada Ana
"Saya tidak mengenalinya, sepertinya dia baru pertama kali datang ke tempat ini" Jawab Ana
Meraka menonton dengan seksama pertarungan gadis itu melalui sebuah layar yang merekam segala aktifitas di dalam maupun diluar. Gadis itu melawan 6 orang aparat dan hasilnya gadis itu memang.
Bara merasa sangat tertarik dengan garis itu dan berencana ingin menjadikannya sebagai bagian dari anggota mereka.
"Sepertinya dia masih sangat muda" Kata Bara sambil tersenyum licik
"Menurut info yang baru saya dapatkan, gadis ini adalah seorang siswi SMA Melati.
Sering berkelahi disekolah hingga lawannya sekarat, sering berkelahi dengan beberapa preman jalanan sekaligus, anggota silat yang sangat berbakat, kabur dari rumah dan yang terakhir kemarin videonya sangat viral di media sosial bos" Kata Jaya sambil mengotak-atik laptopnya.
"Video apa ?" Tanya Bara
"Pembacokan terhadap teman sekelasnya bos" Kata Kata Jaya
"Hmm..... sangat menarik" Kata Bara
"Apa perintah selanjutnya bos?" Tanya Jaya
"Suruh orang kita untuk membawanya kesini agar gadis itu tidak tertangkap oleh aparat-aparat sampah itu !"
"Baik bos"
Jangan lupa dukung karyaku dgn cara like dan add ke daftar favorite kalian ya
Kalau gak mau, ya gapapa lah 😌
Terimakasih udah mau membaca