Before The Sunrise

Before The Sunrise
eps 14 Jen vs Andri



Jen memasuki ruang kelasnya dan ternyata guru fisika belum datang. Semua mata mengarah pada Jen, dia hanya tertunduduk dan berjalan menuju tempat dudukya.


Jen semeja dengan Putri, tapi mereka tidak pernah saling bicara.


"Tadi aku melihat mu mengendarai motor keren dan tampaknya harga motor itu sangat mahal bagi kaum miskin sepertimu.


Sekarang kau juga memakai Jam tangan keren dan juga terlihat mahal" Kata Andri.


Andri adalah salah satu teman Arya yang ikut dalam perkelahian beberapa waktu lalu.


Jen hanya diam saja dan mengeluarkan buku tulisnya yang masih baru dan kosong.


Semua buku pelajarannya masih berada dirumah Ayahnya, jadi Jen membeli baru semua peralatan sekolahnya.


"Kau mencuri dimana?" Tanya Andri sambil mengangkat 1 alisnya


"Jaga mulutmu !!!!" Bentak Jen, tapi masih tertunduk


Andri sebenarnya masih dendam pada Jen karena waktu itu Gang mereka dihajar dan dipermalukan habis-habisan. Dan sekarang dia berusaha membalas dendamnya dengan mempermalukan Jen juga.


"Heh...wanita monster, kau fikir aku takut untuk bertarung lagi denganmu haa???, kemarin itu hanya keberuntunganmu saja !!!"


Kata Andri sambil memukul meja Jen dengan keras


Jen langsung berdiri dan menarik kerah baju Andri.


"Sekali lagi kau bicara, jangan salahkan aku juka mulutmu kurobek !!!" Kata Jen


Murid- murid dikelaspun berkumpul dan bersorak-sorak


"Ayo lawan Ndriiii" Kata kaum hawa


"Sikat dong Ndriiii biar tu cewek monster kapok"


"Huuuu.....hajarrrrrrr donggg"


Namun Tiba-tiba Guru fisika datang dan smua murid pun kocar-kacir menuju bangku masing-masing.


"Hmm....ruang kelas ini terlalu sempit untuk menjadi tempat bertarung, sebaiknya kalian lanjutkan nanti saja" Kata Guru fisika itu.


Bu ida tau bagaimana kelakuan para murid-muridnya, kebetulan dia juga seorang ahli psikologi. Jadi dia tau persis bagaimana sifat setiap murid yang ditemuinya, terutama Jen Seorang siswi yang sangat terkenal dan sering dibully disekolahnya karena status sosial. Jen memiliki nama panggilan wanita monster di sekolahnya, karena Jen sering berkelahi dengan anak laki-laki dan sering membuat lawannya berakhir ke IGD.


Jen pun melepaskan kerah Andri dengan keras lalu mendorongnya.


"Kali ini kau kuampuni" Kata Jen


Lalu mereka melanjutkan pelajaran Fisika


*****


Setiap ruang kelas disekolah Jen dipasang kamera CCTV untuk mantau para Muridnya termasuk saat Ujian untuk menghindari kecurangan.


Hal itu merupakan suatu keuntungan bagi Team Celine, karena mereka akan lebih mudah memantau setiap aktifitas Jen saat disekolah.


"Kenapa banyak sekali yang membenci bocah itu?" Tanya Andy sambil melihat ke layar komputer yang menampilkan gambar di kelas Jen


"Tentu saja banyak, lihat saja cara berbicaranya kepada kita. Dia sama sekali tidak punya sopan santun" Jawab Very dengan nada kesal


"Tapi aku cukup menyukai bocah arogan seperti dia hehh...." Kata Andy


Very, Jack dan Celine langsung menoleh kearah Andy. Dan Andy sudah menebak apa yang ada difikiran teman-temannya itu


"Hahahah.....Kalian tidak usah berfikir yang aneh-aneh" Kata Andy lalu memakan Kacang yang ada di meja, namun tiba-tiba dia tersendat kacang itu karena melihat kelayar komputer, Lalu menunjuk layar komputer itu agar teman-temannya melihat kesana.


"Apa bocah itu akan bertengkar lagi ?" Kata Jack


"Dasar anak nakal !" Kata Very


"Nanti sepulang sekolah jangan lupa untuk membawanya ke tempat latihan yang sudah disiapkan. Dia akan berlatih bersama anggota kita yang lain" Kata Celine lalu beranjak pergi keluar ruangan


"tenang saja, Adi pasti akan melaksanakannya dengan baik" Jawab Andy


Andy dan Very juga menyusul keluar, karena banyak tugas yang harus mereka selidiki.


*****


"Boss!!! dalam beberapa hari ini ada sekitar 7 orang anggota kita yang sudah tertangkap aparat !" Kata Ana kepada Bara


"Kurang ajarrrr !, mereka memang tidak akan bisa mendapatkan informasi apapun dari anggotaku, tapi kekuatan ku juga akan berkurang kalau begini terus !"


"Lalu apa yang harus saya lakukan Bos ?"


"Rekrut anggota baru !" Kata Bara sambil mengibaskan tangannya kepada Ana


"Baik Bos" Kata Ana sambil menundukan kepalanya lalu pergi meninggalkan ruangan Bara


Bara pun duduk di sofa nya sambil memikirkan rencana selanjutnya.


Dia juga mencari siapa aparat yang telah berhasil mendapatkan identitas anggota nya, kalau aparat tidak mengetahui identitas anggota nya maka tidak akan ada yang tertangkap.


"Siapa sebenarnya yang sudah mengetahui identitas anggota ku? pasti ada oknum yang bersembunyi dibalik ini semua dan mereka pasti bukan aparat biasa.Aku harus hati-hati dan Aku harus segera menyelidikinya sebelum mereka bekerja lebih jauh!!!" Batin Bara


******


Bel pulang sekolah berbunyi, Jen buru-buru pulang setelah mendapat telfon dari Adi untuk menyuruhnya datang ke alamat yang dikirim. Saat sampai di parkiran Jen menaiki motornya dan menyadari kalau ban motornya bocor.


"Ahhh sialll....kenapa bisa bocor sih yaampun inikan motor baru" Gerutu Jen sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Haahahaha....dorong aja tu motor !!!" Kata Andri yang tiba-tiba datang bersama Arya,Dika dan Leon


"Ohhh, jadi ini ulah kalian para setan !!!"


"iya, emang kenapa? anggap aja ini lanjutan dari pertengkaran yang belum selesai tadi.


Dan juga balasan untuk perbuatanmu kepada Dika" Kata Andri sambil menunjuk kaki Dika yang masih diperban


"Hahahaha...itu bukan salahku, kalian saja yang lemah"


Andri langsung melesat dan mendaratkan pukulan keras ke wajah Jen


Bukkkk


"Jangan menghina temanku" kata Andri


"Awww..." Kata Jen sambil memegang pipinya yang baru dihantam Andri


Jen menekan tombol di Jam tangannya dan berbicara


"Aku akan segera datang setelah urusanku selesai!!!"


"Cepatlah!!!" Jawab Adi yang mendengarnya melalui sambungan headset ditelinganya yang selalu terhubung ke Jen maupun teman-teman Team nya.Dia juga tau kalau Jen akan berkelahi dan mengizinkannya.


"Hey lihatlah wanita monster ini ! dia benar-benar sudah gila seperti ibunya" Kata Leon


Tanpa basa- basi Jen langsung menendang perut Leon dan meyebabkan Leon terpental ke pagar pembatas parkiran. Siswa/i yang melihat itupun hanya menonton dan memberikan semangat kepada keduabelah pihak.


"Go go go !"


"Hajar !"


"Habisi saja wanita monster itu !"


"Sikatttttt"


Suasana sangat bising di tempat parkir itu.


Leon yang sudah bangkit kembali menyerang Jen, namun semua serangannya dapat ditangkis Jen dengan sangat mudah


"Segini saja ! ayo maju kalian berempat !!!"


Kata Jen sambil mengacungkan jari tengahnya.


Mereka berempat pun maju secara bersamaan dan mengepung Jen, tiba-tiba Darma datang dan berdiri di samping Jen


"Kalian sepertinya tidak punya malu dengan mengeroyok perempuan !"