Before The Sunrise

Before The Sunrise
Eps 43 gangter death



Keesokan harinya berita tentang kematian Dimas tersebar luas


Begitu juga dengan pesan terakhir yang di tuliskan Dimas di secarik kertas untuk Jen.


Setetes demi setetes air bening keluar dari kedua bola mata Jen hingga membasahi pipinya.


Di genggamnya tanah merah yang masih basah itu, tanah yang mengubur Jenazah Dimas.


"Huahhhhhh......!" Teriak Jen dengan histeris sambil melempar tanah dalam genggamannya itu ke sembarang tempat


Dadanya terasa sesak. Satu persatu keluarganya pergi meninggalkannya ke tempat yang sangat jauh, tempat yang tak bisa dikunjunginya di dunia ini.


Kenangan demi kenangan masa kecilnya kembali terulang.


Disana ada Dimas, Enzel, dan ibunya,


Hanya satu yang tak muncul, yaitu Roy.


Gerimis mulai turun dan secara lambat laun mulai deras.


Gundukan tanah merah yang masih basah menjadi banjir dan luruh. Pakaian Jen dipenuhi dengan bercak tanah itu. Semakin deras hujan, semakin kencang tangisan Jen dan kedua tangannya memeluk erat gundukan tanah itu.


"Kakak....!" Jerit Jen hingga suaranya menggema di pemakaman yang sunyi itu.


Tetesan hujan yang mendarat ke tubuh Jen tidak terasa lagi. Kedua matanya menatap kearah seseorang yang berdiri sambil memegang sebuah patung ditangannya.


"Mau sampai kapan ?" Tanya Very tanpa menatap kearah Jen


"Bukan urusanmu !" Sahut Jen


Very tetap memayungi Jen dan membiarkan dirinya diguyur hujan yang lebat itu.


"Pergilah !" Kata Jen


"Tuan Daron menyuruhku untuk menjemputmu. Jangan membantah" Jawab Very


Jen tidak menghiraukan ucapan Very dan kembali menyenderkan kepalanya di atas makan itu.


Very mulai kesal dan menarik paksa tangan Jen untuk ikut dengannya.


"Lepas !" Titah Jen


Very melepaskan genggaman tangannya dan langsung mendaratkan 1 tamparan keras di pipi kanan Jen.


plakkk


"Dia sudah mati ! Lalu kau mau apa ?" Bentak Very dengan sangat keras


Dengan segera Very menarik pergelangan tangan Jen agar ikut pulang dengannya.


Jen menarik tangannya dari genggaman Very.


"Aku bisa berjalan sendiri" Kata Jen


Jen berjalan menuju mobil Very dan duduk di bangku depan di samping Very.


"Roy dan keluarganya sekarang sudah jauh miskin, sekarang apa lagi yang kau mau?" Tanya Very sambil menyetir mobil


Jen tidak menjawab dan hanya diam sambil memalingkan wajahnya.


*****


"Pagi hari di sekolah"


Sebuah helikopter terbang tepat di atas atap gedung sekolah Jen dan 3 mobil hitam juga datang menerobos pagar sekolah hingga rusak.


Suara benturan antara mobil dan pagar itu mengagetkan banyak siswa.


Mereka segera keluar untuk melihat keadaan yang sedang terjadi.


setelah 3 mobil itu masuk ke lapangan sekolah, beberapa wanita keluar dari dalamnya sambil menegang senjata api.


Para siswa dan guru mulai merasa takut dan sebagian lagi berusaha untuk menelpon aparat terdekat.


Namun sinyal hilang dengan seketika.


Seorang wanita turun dari helikopter dengan seutas tali sebagai pegangannya.


Suara helikopter itu bergemuruh dan angin yang disebabkan oleh baling-baginya cukup kencang.


Setelah wanita itu menginjakkan kakinya di darat, heli itu segera menjauh dan terbang lebih tinggi.


"Jie, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya seorang wanita lain kepada Jie yang baru turun dari helikopter itu.


Jie ditugaskan untuk memimpin tugas para anggota lainnya.


mereka yang tertembak langsung jauh ke tanah dengan lumuran darah.


"Diam semuanya !" Ucap Jie sambil mengarahkan tembakan peringatan ke udara


Para siswa dan guru yang tadinya riuh menjadi diam dan menahan ketakutan.


"Kepala sekolah, majulah segera !" Kata Jie sambil mengarahkan pandangannya ke langit


Kepala sekolah berjalan mendekati Jie dengan badan yang gemetar.


Jie langsung menyentuh pundak kepala sekolah dan mencengkeramnya.


"Dimana anak itu ?" Tanya Jie


Kepala sekolah tidak tau anak yang dimaksud oleh Jie.


"Anak si..apa?" kata kepala sekolah


"Anak yang sudah menghancurkan gangster X !" Teriak Jie dengan keras


Para siswa dan guru pun saling berpandangan satu sama lain. Mereka benar-benar tidak tau anak yang dimaksud.


"Bunuh saja orang ini !" Kata Jie kepada rekannya


Rekannya langsung mengangkat senjatanya dan mengarahkannya tepat ke kepalanya.


Namun tiba-tiba sesosok gadis bertubuh tinggi dengan seragam sekolah yang acak-anak'an datang dari belakang Jie dengan santai.


Gadis itu adalah Jen.


"Hai" Kata Jen sambil melambaikan tangannya ke arah Jie


Dengan sigap para anggota Jie langsung mengarahkan senjatanya kepada Jen.


"Ouchh, santai dong " Kata Jen sambil mengarahkan telapak tangannya kearah mereka.


"Ikut kami dengan baik-baik atau dengan kekerasan ?" Tanya Jie


Jen segera mendekati Jie sambil tertawa.


Dan yang paling tak disangka, Jen menepuk kepala Jie sebanyak 3 kali.


"Haha... kau terlalu agresif nona" Kata Jen


Jie langsung naik pitam dan mengangkat senjatanya. Namun pemimpin yang mengutusnya memerintahkannya untuk tetap tenang.


Jen sekilas melihat kearah para siswa dan guru yang terkena tembakan.


Api kemarahan meledak-ledak di dalam hatinya, namun dia berusaha untuk tetap tenang.


Sejujurnya dia benar-benar tidak tau apa yang sedang terjadi dan kenapa dia diincar hingga menimbulkan masalah sebesar ini.


Seketika Jen teringat pada Bara dan sebuah USB yang diberikan padanya.


Sebuah nama langsung terlintas di Fikiran Jen yang membuat jantungnya berdegup lebih kencang dan darahnya terasa panas.


"Gangster death" Ucapnya


Jie tersenyum dan tidak menyangka kalau Jen mengetahui siapa mereka.


"Ouu, sudah tertebak ternyata" Kata Jie


Kepala sekolah menatap tak percaya pada Jen.


Setelah memikirkan kembali, akhirnya dia mengetahui kalau yang menghancurkan gangster X adalah Jen. Dan nyawa Bara hilang di tangan Jen.


"Tidak mungkin" Batin kepala sekolah


"Satu hal yang harus kau ketahui, aku membenci gigimu. Tutup rapat mulutmu !" Kata Jie dengan geram


"Oh ya, apa kau iri dengan gigiku yang putih. Kau malu karena gigimu kuning ?" Sahut Jen dengan senyuman lebar


Jie naik pitam dan tak bisa menahan dirinya lagi. Hingga sebuah suara tembakan terdengar dengan sangat jelas di telinga para siswa dan guru yang ada disitu.


jdarrr


**Maaf karna udah lama bgt nggk up🥺


makasih buat kalian yang selalu ada dan baca karyaku dengan tulus dan ikhlas.


Karya ini akan end dalam beberapa eps lagi, semoga karya ini berakhir dengan keren tentunya ♥️


Sekali lagi terimakasih**