
"Baiklah kita sudah sampai" Kata Adi sambil memarkirkan mobilnya di depan sebuah gedung besar
"Ohhh oke "
Jen dan Adi turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam gedung itu, mereka tidak perlu diperiksa saat akan masuk karena Security sudah mengenali Adi.
Mereka berdua naik ke lantai 20 menggunakan lift menuju ruangan rapat Team.
"Selamat datang dan silahkan masuk!" Kata Celine kepada Adi dan Jen dengan sebuah senyuman
Jen hanya diam membuang muka dan tidak memperdulikan perkataan Celine. Adi merangkul pundak Jen dan mengajaknya masuk kedalam ruangan.
Ternyata Jack,Andy dan Very sudah ada di dalam ruangan itu dan menatap tajam kearah Adi yang merangkul Jen
"Sejak kapan kalian jadi akrab?" Tanya Andy
"emang sejak kapan kami bermusuhan?" Tanya Adi sambil melepas rangkulannya
"Sejak saat dia ingin merusak wajah tampan mu !. hahahah...."Kata Andy
Adi pun terdiam dan sedikit terkekeh mengingat peristiwa beberapa hari yang lalu, sedangkan Very hanya diam saja dan memilih untuk tetap fokus ke komputernya. walaupun dia terlihat sangat fokus, tapi dia tetap mendengarkan perbincangan di sekitarnya.
"Silahkan duduk!" Kata Celine kepada Jen
Jen hanya menjawab dengan anggukan kepala dan dia pun duduk
"Sekarang kita adalah Team dan untuk mencapai sebuah keberhasilan, kita harus bekerja sama dan saling melindungi" Kata Celine
"Langsung saja ke intinya, tidak perlu banyak basa-basi. Aku lelah dan ngantuk !" Kata Jen dengan nada pelan sambil menguap. Dia memang sangat lelah,belum lagi nanti dia harus mengerjakan PR nya.
Very yang tidak terima atas perkataan Jen pun memukul meja
"Dasar bocah tidak sopan !, apa kau tidak pernah diajari orangtua mu sopan santun ?!"
"Aku tidak punya urusan denganmu, jadi diamlah !" Kata Jen
"Kau !....."
"Sampai kapan kalian akan berdebat seperti bocah ?" Kata Celine
Jack, Adi dan Andy hanya diam sebagai penonton saja.
Setelah suasana tenang, Jack berdiri kearah layar besar yang menampilkan data-data yang sangat banyak.
Simple saja, Jack hanya menunjukkan wajah yang diduga adalah Bara dan menunjukan sebuah tanda atau ciri keanggotaan Gangster x, yaitu mereka memiliki jam tangan berlambangkan X dan kalung yang juga berlambangkan X.
Namun ukuran Lambang itu cukup kecil sehingga sulit untuk di lihat dengan sekejap mata.
"Kalung dan Jam mereka bisa meledak dan bisa membunuh manusia dengan cepat.Disaat ketua Gangster X mengetahui bahwa anggotanya tertangkap maka mereka akan mengaktifkan bom yang terpasang di Jam dan gelang itu dan langsung meledak" Kata Jack
"Saat ini banyak aparat yang sudah menjadi korban, jadi minggu depan kita akan mulai bergerak !" Kata Celine sambil menapat Jen
"Ah iya, salah satu anggota kita berhasil mendapat sedikit info kalau minggu depan anggota mereka akan bertransaksi Narkoba di salah satu kafe" Kata Andy
"Apa Bara ada disana?"
"Kemungkinan tidak, karena tidak mungkin dia ikut turun tangan untuk urusan seperti itu karena keberadaannya sedang diburu banyak pihak"
Jen hanya mendengarkan perkataan mereka dan tidak ikut campur karena dia tidak tahu apa-apa mengenai Ganster X itu. Yang Jen tau hanyalah Gangster X pengedar Narkoba dan Pembunuh berdarah dingin.
Celine meminta Adi untuk memperketat latihan Jen, karena minggu depan Jen akan bertugas menjalankan misi nya.
Jen harus benar-benar siap mental dan fisik karena ini juga menyangkut nyawa nya sendiri. Seandainya kalau Jen ketahuan,maka dia bisa melarikan diri dengan sedikit mudah seperti melewati rintangan di setiap latihannya.
"Katakan saja apa tugasku !" Kata Jen
Sontak saja Jen kaget dan ada rasa sedikit takut di hatinya.
"Kami tau kau takut, kalau tidak mau yasudah. Hayolah buk Celine, kita cari penggantinya sebelum semua tetlambat !" Kata Very
"Diam lah !, aku akan menyelesaikan misi ini Karena aku sudah tidak sabar ingin menjadikan kepalamu sebagai bola voly" Kata Jen dengan tatapan tajam dan senyum sinisnya kearah Very
"Oh ya ?, sebelum kau melakukannya, aku akan terlebuh dulu mematahkan kedua tanganmu dan menjadikannya sup" Jawab Very sambil menjilati bibirnya dengan senyum jahat
"Kalian bebas melakukan apapun nantinya, tapi sekarang yang terpenting adalah misi kita memberantas Gangster X sampai ke akar-akarnya !" Kata Celine
Jack kembali menjelaskan semua info mengenai Gangster X kepada mereka semua terutama kepada Jen.
Jack juga menjelaskan semua rencana yang akan yang sudah mereka rancang. Mulai dari penyelinapan sampai penyerangan.
"Selamat sore !" Kata seseorang pria yang terlihat berusia sekitar 50 tahun
Celine,Adi,Jack,Very dan Andy pun berdiri dan membungkukkan badan pertanda hormat kepada pria itu,kecuali Jen yang hanya menatap sebentar pria itu lalu menoleh kearah mereka berlima yang berdiri sambil membungkukkan badan dengan senyum sinis nya.
Pria tua itu hanya tersenyum melihat Jen.
"Jen beri hormat padanya !" Perintah Celine
"Aku tidak akan memberi hormat padanya, karena aku tahu kalau dia pasti atasan kalian" Kata Jen sambil melipat kedua tangannya di depan bahunya dan menggoyang-goyangkan kakinya.
"Jaga bicara mu" Kata Celine dengan kesal
"Sudahlah, kalian bisa duduk dan tidak perlu ribut hanya karena masalah sepele" Kata pria tua itu.
Pria tua itu adalah Doni, pimpinan para mata-mata. Team yang dipimpin oleh Celine adalah salah satu Team terbaik yang selalu berhasil menjalankan tugas, karena itulah Doni memilih mereka untuk menjalankan misi yang cukup berat ini.
"Maafkan atas ketidak sopanan bocah ini pak" Kata Celine pada Doni
"Oo, tidak masalah. Justru aku tertarik dengan bocah yang kalian pilih ini, semoga dia berhasil" Kata Doni
"Dia memang anak yang berbakat pak" Kata Adi sambil mengusap pundak Jen
"Baiklah, kita belum berkenalan. Aku Doni " Kata Doni sambil mengulurkan tangannya kepada Jen
Jen hanya menyalam sebentar tangan Doni lalu mengibaskan telapak tangannya kearah Doni.
Celine, Jack, Very, Andi dan Adi melotot melihat Jen. Termasuk Adi yang pernah diperlakukan seperti itu juga, tapi kali ini Jen melakukannya pada pimpinan besar yang sangat dihormati banyak pihak termasuk para aparat.
Doni yang melihat itu hanya tertawa, dia melihat kalau Jen memanglah bocah yang hebat walau tidak punya sopan santun.
"Jangan berfikir kalau aku tidak punya sopan santun, aku akan mengormati orang yang menghormatiku juga. Dan aku akan menundukkan kepalaku hanya kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Meskipun dia seorang presiden" Kata Jen lalu berdiri dari bangkunya
Mereka yang ada diruangan hanya diam mendengar ucapan Jen yang tidak memiliki rasa hormat pada pimpinan mereka.
"hahahah.....kalian latih lah emas kita yang berharga ini dengan baik " Kata Doni lalu meninggalkan ruangan dengan wajah girang
Saat Doni keluar ruangan,mereka berlima kembali membungkukkan badan dan menundukkan kepala kepada Doni kecuali Jen.
"Cihhh....." Kata Jen
""Hey !, apa kau tidak bisa sopan sedikitpun pada pimpinan ?" Tanya Andy yang terlihat kesal
"Sudahlah, apa kalian tidak dengar perkataan pimpinan tadi. Beliau bilang kalau Jen adalah emas yang berharga" Kata Celine sambil tersenyum lebar
Mereka berlima termasuk Jen masih bingung apa maksud perkataan Doni tadi.
"Adi, antar Jen pulang !" Kata Celine
"Baik buk "