
Pagi hari Jen bangun dari tempat tidurnya, dia tertidur sangat nyenyak karena tubuhnya terasa sangat letih dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"awww...." Ringis Jen
Jen pun bangkit dan memasuki kamar mandi karena dia mencium aroma tubuhnya yang bau.Sudah 3 hari Jen tidak mandi, jadi bisa dibayangkan aromanya.
Setelah Jen membuka seluruh pakaiannya,dia melihat luka-luka cambukan di pinggang sampai betisnya,walau tidak terlalu parah.
Selama 3 hari ini dia selalu memakai baju panjang dan celana panjang agar tidak ada yang mengetahui luka di tubuhnya itu.
"aduh...kalau gini kayaknya aku gak usah sekolah, bisa-bisa aku jadi bahan ledekan lagi" batin Jen
Akhirnya Jen memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah, dan menunggu luka-lukanya sembuh.
Jen merasa lapar dan dia pergi kedapur untuk memasak, dia terkejut karena di kulkas banyak bahan makanan mentah.
Jen pun hanya menggoreng telur mata sapi agar lebih cepat.
Dering telfon Jen berbunyi dan menampilkan nama Celine jalang😜. Jen pun mengangkatnya
"Kenapa kamu tidak sekolah?" tanya Celine tanpa aba-aba Hallo
"eeee...dari mana kau tau?" tanya Jen dengan kaget, karena Celine tau kalau dirinya tidak sekolah
"aku selalu memantaumu dari sini,jadi kenapa kau tidak sekolah?"
"Aku sedang tidak enak badan"
Setelah itu Celine langsung mematikan Telfon tanpa mengatakan apapun.
"Dasar nenek lampir" gerutu Jen sambil menjulurkan lidahnya ke arah handphone nya.
Kira-kira setelah 1 jam tiba-tiba Adi datang dan membawa sebotol Seleb penyembuh luka dan memberikannya pada Jen.
"Heiii...apa kau tidak punya sopan santun, seharusnya kau mengetuk pintu sebelum masuk" bentak Jen
"Mmm...obati luka mu itu, agar kau bisa sekolah besok!!!" perintah Adi
Saat ini Jen hanya memakai celana pendek sepaha.Sehingga seluruh luka di paha dan betisnya terlihat jelas.
"Dari mana kau tau kalau aku mengalami luka-luka?"
"Jangan bawa-bawa orangtua ku ! " kata Jen sedikit marah
"oh maaf, aku lupa kalau kau sering bertengkar di sekolah karena membela orangtua mu.Tapi justru orangtua mu tidak sependapat dengan tindakanmu" kata Adi sambil terkekeh kecil
"Tutup mulut mu dan sebaiknya kau jelaskan darimana kalian tau kalau aku tidak sekolah dan darimana kalian tau kalau aku mengalami luka-luka !"
"Saat Jack menembakmu dia langsung melarikanmu ke rumah sakit untuk ditangani dengan cepat, jadi saat setelah operasi Dokter mengatakan kalau banyak luka cambukan di tubuhmu,lalu Dokter mengobatinya agar lukamu cepat sembuh.
Dan kalau masalah sekolahmu kami memasang beberapa kamera pengintai dan alat penyadap disini"
Jen pun mengangguk masalah Dokter tadi, pantas saja dia melihat luka-lukanya tidak terlalu parah.Ternyata sudah diobati.Tapi dia binging tentang kamera yang mengawasinya.Lalu Jen bertanya "untuk apa?"
"pastinya untuk memantau mu, kau juga harus selalu membawa jam tangan ini.Karena kami sudah mengaktifkan GPS dan alat penyadap khusus" kata Adi sambil memberikan Jam tangan itu pada Jen
Jen tidak mengambil alat itu, justru dia sangat kesal karena ternyata dia akan selalu dipantau dari jauh.
"Apa kalian tidak percaya padaku dan berfikir kalau aku akan berkhianat dan membocorkan identitas kalian?" tanya Jen dengan alis terangkat sebelah
"Iya, kami harus slalu memantau percakapanmu,jangan sampai kau membocorkan kerja sama ini.
Ambil lah, ini juga demi keselamatanmu. Suatu saat kau akan paham kenapa kami memberikan ini padamu." kata Adi dengan wajah meyakinkan sambil kembali menyodorkan jam itu ke tangan Jen
Jen pun mengambil Jam itu dan memakainya,ternyata Jam itu sangat cocok ditangannya.
Setelah memakainya,Jen langsung mengibaskan telapak tangannya kearah Adi yang artinya Jen mengusir Adi dan menyuruhnya pulang. Adi yang melihat itupun melemparkan bantal yang ada di sofa kewajah Jen dengan keras sampai Jen terpental dan jatuh ke belakang sofa.
Brukkkk...
"awwww" ringis Jen saat kepalanya terbentur ke lantai.
untung sofanya tidak terlalu tinggi,jadi kepala Jen tidak akan pecah.
Saat Jen jatuh, Adi bukannya menolongnya tapi malah pergi meninggalkan Jen.
"hahaha....rasain emang enak" kata Adi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Jen yang sedang memegangi kepalanya yang sakit.
Adi keluar rumah lalu menutup pintu dengan keras, dia sebenarnya sangat kesal karena Jen merendahkannya tadi. Tapi sekarang Adi sudah meras puas karena dendamnya sudah terbalaskan.