Before The Sunrise

Before The Sunrise
eps 12 Kemarahan dan kelicikan Bara



"Kurang ajar !!!!!" Kata seorang pria sambil menghancurkan benda disekitarnya.


"Apa tindakan kita selanjutnya Bos ?" Tanya Ana salah satu anggota Gangster X


"Rekrut anggota baru, jangan sampai Ganster X yang sudah aku bangun sejak lama hancur berantakan"


"Baik Bos, saya permisi keluar"


Orang yang dipanggil Bos itupun hanya mengibaskan tangannya kearah Ana.


Orang yang mengamuk itu adalah Bara, ketua Gangster X. Dia sangat marah saat mengetahui bahwa dalam seminggu ini ada 5 anggotanya yang tertangkap.


Tapi dia tidak akan takut karena hal itu, setiap anggota Gangster X ia berikan 1 alat kecil yang dapat meledak dan membunuh orang yang ada di dekatnya. Bara mengatakan kepada anggotanya kalau benda itu adalah GPS dan penyadap suara, tapi pada nyatanya itu adalah Bom yang dirakit sedemikian rupa oleh Bara dan beberapa anggota kepercayaannya untuk melindungi rahasia identitas Ganster X.


Bara tidak mau kalau sampai rahasia identitasnya terbongkar dari salah satu anggota yang tertangkap oleh para aparat.


Ketika ada anggota Ganster X yang tertangkap, maka Bom itu akan meledak.


Hal itu di kendalikan oleh Jaya, dia adalah anggota yang ditugaskan untuk memantau setiap gerakan dan aktifitas anggota lainnya.


dan disaat anggota mereka tertangkap, maka Jaya akan meledakkan Bom itu melalui komputernya yang telah terhubung ke setiap anggota.


Karena itulah pihak dari aparat tidak pernah mendapatkan informasi yang detail tentang Gangster X yang sering mengedarkan Narkoba dan melakukan pembunuhan dengan sangat rapi. Bagaimana tidak, karena setiap anggota yang mereka tangkap dan dan dibawa ke tahanan akan langsung meledak seolah-olah mereka melakukan Bom bunuh diri.


Anggota Gangster X yang penasaran akan ledakan yang terjadi pada teman-temannya pun menanyakan hal itu pada Bara. Dan bara mengatakan kalau para aparat lah yang sebenarnya meledakkan mereka dan memfitnah dirinya sebagai otak atau dalangnya.


Setiap terjadi ledakan Bom di tubuh anggota Gangster X, aparat langsung mengambil serpihan Bom itu dan membawanya ke ruang penelitian.


Setelah diteliti, maka diketahui lah kalau Bom itu dikendalikan dari jarak jauh oleh seseorang. Aparat yang meneliti itu memperkirakan bahwa pimpinan Ganster X sengaja memasang Bom itu untuk melindungi identitasnya agar tidak dibongkar oleh para anggotanya yang tertangkap.


*****


Di pagi hari Jen bangun dari tempat tidurnya dan tersentak kaget saat mengetahui sekarang adalah pukul 07 : 35.


"Aaaaaaa....aku harus cepat" teriak Jen sambil memegangi kepananya.


Jen pun turun dari tempat tidurnya dan karena dia buru-buru, kakinya pun tersandung selimutnya. Jen langsung terjatuh kelantai dengan kuat


Brukkkkkkkk....


"Awwwww.....kepalaku" Ringis Jen saat kepalanya terbentur cukup kuat kelantai.


"Dasar payah,bodohh, hahahaha..."


"ihhh...apa -apaan ini, kok antingnya bersuara. Hey siapa itu?" Bentak Jen


Anting itu diberikan oleh Jack kepada Jen saat bertemu dijalan. Jack berpesan agar Jen tidak pernah melepas anting yang diberikannya dan jam tangan yang diberikan Adi itu walaupun saat mandi.


"Aku Very" Kata Very sambil tertawa


"Kenapa bisa ada suara disini?"


"Heh...ternyata kau anak yang sangat bodoh, bahkan kau tidak menanyakan alasan Jack memberikan anting itu"


Jen hanya diam dan menganggap perkataan Very memang benar, Jen pun menjambak rambutnya karena kali ini Very berhasil mempermalukannya walaupun bukan di tempat umum


"Kau tidak usah menjambak rambutmu, nanti kutu mu berjatuhan dan berkeliaran di lantai hahahaha...."


"Tutup mulutmu, awas saja nannti" Kata Jen


"baiklah- baik, bocah bofoh sepertimu memang sulit diajak bicara dan bercanda"


"Berisik !"


"Kau bisa mengatur volume suara Anting itu melalui Jam yang diberikan Adi kemarin" Kata Very dan langsung menutup pembicaraannya


"Banyak bacotttt"


Jen yang tidak mendengarkan apapun lagi dari anting itu segera melesat ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke sekolah.


Jen mandi hanya sekitar 3 menit, dan langsung keluar dari kamar mandi untuk memakai seragan sekolah. Jen menggerai rambutnya yang hitam dan tebal, dia juga memakai lipstik merah di bibirnya tak lupa juga memakai bedak.


Semalam Jen keluar untuk membeli peralatan make-up dan berencana mengubah penampilannya di sekolah.


Setelah selesai Jen pun memakai jaket jeans hitamnya dan tak lupa memakai kacamata hitam juga.


"Sekarang aku terlihat berbeda" Kata Jen kepada Cermin di kamarnya.


Sudikah kiranya para readers ku tercinta memberikan like ataupun komentar kepada saya ??? agar saya semakin semangat untuk up episede selanjutnya.


Kalau tidak, ya gamasalah kok☺