Before The Sunrise

Before The Sunrise
eps 13 Dibully lagi



Jen mengendarai motor gede yang baru dibelinya kemarin. Saat memasuki gerbang sekolah,banyak mata tertuju padanya karena di sekolah itu belum ada satu wanita pun yang datang kesekolah dengan motor gede.


Jen memarkirkan motornya dan membuka helm nya, rambutnya yang cukup panjang pun tergerai dengan indah. Tanpa melihat kaca spion untuk kembali melihat make up wajahnya,Jen langsung membalikkan arah tubuhnya dan membuka kaca mata hitamnya ke arah siswa/siswi yang penasaran akan dirinya.


Setelah Jen berbalik, para siswa itupun kaget dan tawa pun mulai pecah


"Hahahhahaha...."


"Hahahahaha...."


"Lihat lah dirinya yang aneh itu"


"Apa dia berniat menjadi badut sekolah, hahahaha...." Kata para siswa yang ada disitu.


Jen pun bingung dengan mereka semua


"Ada apa ini? " batin Jen


"Hahahahhaha....Bodoh!!!.... hahahaha!!!" Tiba-tiba Adi tertawa keras dan hanya didengar oleh Jen melalui antingnya.


Adi mengikuti Jen secara diam-diam lalu bersembunyi di dekat gerbang sekolah Jen, Adi sempat terpana melihat penampilan Jen dengan make up yang cukup tebal. Karena Jen lumayan cantik saat masih dirumah.


"Sial, kenapa Adi brengsek ini ikut tertawa " Guman Jen pelan


Tiba-tiba dari kejauhan Arya datang dan segera mendekat kearah Jen, lalu membalikkan badan kearah siswa/i yang berkumpul


"Hai guys ! Aku cuma mau bertanya, apa ada diantara kalian yang berulang tahun hari ini sehingga kalian mengundang badut seperti ini?" Kata Arya sambil menunjuk wajah Jen


"Badut? Apa maksudmu?" Kata Jen geram


"Sebaiknya kau berkaca bodoh " Kata Dika yang tiba-tiba menyahut


Jen pun penasaran dan langsung berkaca ke spion motornya. Dia tersentak kaget saat mengetahui wajahnya yang belepotan dan sangat kacau. Bagaimana tidak, saat dirumah tadi Jen memakai make up yg cukup tebal dan lipstik yang tebal dengan harapan agar tidak mudah luntur sepanjang hari disekolah, tapi saat dijalanan matahari cukup terik ditambah lagi Jen memakai helm dan kacamata.


Maka seluruh make up nya pun luntur dan berserakan karena terkena keringat.


"Haduhhh!!! kalau gini ceritanya bukannya jadi princess sekolah, malah tambah di bully ini mah !!!" Batin Jen


Siswa/i yang berkumpul disitu pun segera membubarkan diri setelah bel masuk berbunyi. Sebelum mereka pergi, banyak yang melemparkan tissue bekas, sampah-sampah plastik dan kata-kata hinaan kepada Jen.


"Mungkin gila nya sudah ketularan dari ibunya!!" kata salah satu siswi


"Setelah beberapa hari tidak sekolah, dia malah tambah stress"


"Awas, jauh-jauh dari dia. Nanti kita di hajar sampe masuk IGD lho !!!"


"Huuuuu.....cewek gilak!!!"


Banyak sekali cacian yang diterima Jen dari para siswa/i disitu. Dia hanya bisa tertunduk dan menahan air matanya agar tidak jatuh,tapi nyatanya dia tidak sanggup.


Dika pun datang menghampiri Jen dengan kaki yang masih pincang akibat dihajar Jen saat itu. "Kutip semua sampah ini, kau juga bisa mengantonginya untuk mengelap air mata mu itu" Kata Dani lalu pergi meninggalkan Jen yang masih menunduk sambil mengepalkan tangannya


"Apa ? kau mau menghajarku lagi ?, silahkan aku tidak takut!!!" Kata Dika


Lalu Arya pun membantu Dika berjalan menuju ruang kelas


" Motor curianmu bagus juga" Kata Arya dengan senyum tipis


Jen hanya diam lalu ingin berlari ke toilet, namun saat dia mulai melangkah tiba-tiba Buk Aan datang


" Hei !!! Kutip sampah itu!!" Katanya pada Jen


"Hehhh...sial sial sialllll" Gerutu Jen dalam hatinya


Jen pun mengutipnya dan setelah selesai dia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya yang benar-benar berantakan.


"Sebenarnya aku kasihan melihatmu di bully seperti itu!, tapi ini juga salahmu!" Kata Adi melalui anting itu


Adi yang melihat kejadian tadi sebenarnya sangat geram, terutama saat Jen dilempari menggunakan tissue bekas dan sampah plastik lainnya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia tidak mau terlibat masalah apapun. Semua siswa disitu akan geger kalau Adi tiba-tiba datang dan membela Jen, jadi Adi hanya tetap duduk ditempatnya sambil menatap kearah Jen yang sedang di olok-olok.


"Ha...A... a.. aku ? tidak mungkin, aku memang tidak suka padamu. Tapi aku tidak sekeji itu!" Kata Adi gugup


"Bulshittttt"


Disaat Jen sedang berbicara dengan adi, tiba-tiba ada siswi yang masuk ke toilet dan mendengarkan Jen berbicara sendiri. Mereka mengintip kedalam dan tidak melihat Jen memegang handphone.


"Dia benar-benar sudah sinting dan error" kata mereka


Jen yang telah selesai membersihkan wajahnya pun keluar dari kamar mandi dan terkejut saat ada 2 orang siswi yang memperhatikannya dengan wajah agak takut padanya.


"Apa?" kata Jen


Mereka berdua tidak menjawab Jen dan malah berlari keluar dari toilet dan bertetiak


"Aaaa....dia benar-benar sudah gila" kata mereka


Jen yang mendengar itu hanya diam dan berjalan menuju ruang kelasnya.Namun saat di dekat kelasnya Darma datang


"Jennn!!!!"


"Darma!!" Kata Jen


"Oh astaga....ku kira kau sudah mati"


"mana mungkin"


"jadi darimana saja kau beberapa hari ini?"


"Maaf,aku tidak bisa memberitahukannya padamu" Kata Jen dengan nada sedih


"Baiklah, tak apa. Yang jelas aku senang karena kau masih hidup dan baik-baik saja"Kata Darma sambil memegang pundak Jen


"Trimakasih" Kata Jen dengan senyum manisnya


"Kemarin aku kerumahmu bersama Rio untuk memberitahukan penculikanmu kepada Ayahmu" Darma pun menceritakan kejadian dirumah Jen dan juga perkataan ayah Jen


"Trimakasih Darma" Kata Jen sambil mengepal tangannya. "Tunggu saja pembalasanku ayah" Batin Jen


*****


"Hahahahahah....." Very tertawa terbahak-bahak saat mengetahui keadaan Jen di sekolahnya


Mereka mendapat rekaman video dari CCTV sekolah yang sudah mereka hubungkan ke komputer mereka


"Lihatlah betapa bodohnya bocah itu!! hahahaha...." Kata Very sambil tertawa terpingkal-pingkal


Andy, dan Jack juga sama-sama tertawa. melihat penampilan Jen, tapi Jack hanya tertawa sedikit saja. Tidak seperti Andy dan Very.


"Dia mau bergaya dengan motor itu, tapi malah di bully. Cihh" Kata Jack


"Buk Celine, sepertinya kau salah memilih bocah, hayolahh lihat dia" kata Very krpada Celine.


Celine,Adi,Very,Jack,dan Andy memikiki usia rata-rata 26 dan 27 tahun. Dan mereka memanggil buk kepada Celine karena Celine yang memimpin Team mereka.


"Dia memang bocah bodoh dan konyol, tapi yang aku tau dia pernah menghajar kalian berempat hingga babak belur dan dia pernah mencekikmu sampai wajahmu pucat pasi seperti mau mati. Heh..sungguh menyedihkan dan memalukan" Kata Celine sambil memakan rotinya


Mereka bertiga pun langsung terdiam mengingat kejadian memalukan saat di bantai oleh Jen. Kalau Celine tidak datang maka akan dipastikan mereka mati ditembak Jen dengan pistol yang direbutnya dari Jack.


**Kira - kira kalian suka gak ya sama ceritanya ?😣🤔


Next ????? 😊**