
Jack berada di sebuah markas besar yaitu markas Gangster death.
"Aku berharap kau akan tetap bersamaku dan membantuku sayang" Kata seorang wanita yang terpaut usia tak cukup jauh.
"Aku akan berusaha, aku akan membalaskan dendam mu Aline" Kata Jack sambil menatap wajah Ketua Gangster death itu dengan sendu
"Aku ingin Celine dan teman-temannya hancur ditanganku" Kata Aline sambil tersenyum
"Aku akan membantumu, Apalagi yang kau mau ?"
"Aku mau bocah perempuan yang membunuh Bara menjadi anggotaku"
Setelah urusannya selesai, Jack pulang dan meninggalkan tempat itu.
Markas Gangster death cukup terbuka di kalangan masyakarat karena gangster itu tidak pernah terdengar melakukan tindak kriminalitas seperti gangster X.
Dan yang tidak ketahui oleh banyak orang adalah tentang manipulasi perkara yang sering dilakukan gangster death selama bertahun-tahun. Selama ini mereka tidak pernah bekerja secara terang-terangan, dan masyarakat hanya mengetahui kalau rating mereka masih berada di bawah gangster X.
Namun nyatanya, gangster X lah yang menjadi kambing hitam mereka.
Jack adalah salah satu anggota inti di team Celine. Dia bergabung menjadi anggota mata-mata dan bergabung dengan team Celine atas perintah Aline.
Tujuan Aline adalah untuk menghancurkan Celine beserta teman-temannya yang pernah menjebloskannya ke tahanan.
Jack tidak sengaja lewat di jalanan kota dan melihat Jen di gendong oleh Roy beserta teman-temannya kedalam sebuah mobil.
Jack menghentikan laju mobilnya ke pinggir jalan dan ia membuka kaca mobilnya agar dapat melihat dengan jelas
"Bukankah itu Ayahnya ? Kenapa dia membawa teman-temannya untuk menggendong bocah itu ?" Tanya Jack dalam batinnya
Jack kembali melajukan mobilnya mengikuti mobil yang dibawa oleh Roy, namun Jack menjaga jarak agar tidak diketahui oleh Roy.
Mobil Roy berhenti di sebuah gedung tua yang cukup sepi.
Roy mengeluarkan Jen dari mobil dan membawanya masuk kedalam gedung tua itu.
"Hahhaa...akhirnya aja akan segera menjadi menantumu Roy"
"Kau benar, cepatlah bawa dia dan lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan sebelum dia bangun" Kata Roy
"Mmm,...kau pasti bisa menebaknya ayah" Kata teman Roy
Mereka memasuki bangunan tua itu. Didalam hanya ada kayu dan lapukan beton yang berserakan di lantai.
Namun terhalau sebuah ruangan yang terlihat cukup baik kondisinya dibandingkan ruangan lainnya.
Mereka membawa Jen ke ruangan itu dan mengikatnya ke dinding dengan posisi berdiri dan tangan terikat di atas, serta kakinya juga di borgol agar Jen tidak bisa melepaskan diri.
"Dit, ayo buka pakaian gadis ini" Kata Roy
"Siap Ayah" Kata Adit
Teman-teman Roy membuka seragam sekolah yang dikenakan Jen dan hanya menyisakan Bra dan ****** *****.
"Hahaa....Otot gadis ini membuatku semakin bergairah"
Roy hanya menatap senang atas perbuatan teman-temannya pada putri tirinya itu.
Saat Roy sudah pergi, baru Jen membuka matanya. Alangkah terkejutnya dia saat menyadari dirinya dalam keadaan telanjang meskipun belum seutuhnya. Ditambah lagi ia melihat 3 orang pria paruh baya yang tentu saja dikenalinya.
"Halo anak manis" Kata Adit sambil mencolek perut Jen
"Brengsek !! Akan ku bunuh kalian !" Bentak Jen dengan keras
Mereka bukannya takut, tapi malah semakin tertawa lantang.
"Lepaskan aku, maka nyawa kalian akan aman !" Bentak Jen
"Sudahlah, tidak perlu mendengar ocehannya. Kita lakukan saja tugas kita" Kata Adit
Mereka bertiga semakin dekat ke tubuh Jen dan Jen berusaha bergerak untuk melepaskan diri sambil menangis.
Adit segera ingin melepas ****** ***** Jen, namun.....
*****
Jack bergegas untuk keluar dari mobilnya setelah Roy pergi meninggalkan gedung itu.
Namun langkahnya terhenti saat lima mobil datang menuju gedung itu, Jack segera melajukan mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
Kelima mobil itu berhenti di halaman Gedung itu.
Satu per satu meja keluar dari mobil.
Mereka adalah Daron beserta para petarungnya.
Daron mengibaskan tangannya ke atas pertanda maju. Very juga ikut membantu Daron, sebenarnya dia dipaksa Daron
"*Kalau sampai terjadi sesuatu pada putriku, sedikit saja mereka menyentuhnya, maka akan ku bunuh mereka dengan tanganku" Kata Daron geram
"Tuan, saya takut kalau Mereka....hmm..anu.." Kata Very dengan ragu*
Daron mendekati Very dan memegang kedua pundaknya.
"Kalaupun nantinya Jen kehilangan kesuciannya, kamu harus tetap mencintainya ya, aku yakin dia pasti akan menerima cintamu" Kata Daron dengan sedih
Very tercengang, bahkan dia tidak pernah sama sekali memiliki perasaan pada Jen.
Bahkan jika benar kalau Jen hamil, maka mereka akan segera menikah.
Kepala Very terasa berat, dia ingin menolak tapi sulit baginya.
"*Jadi kami akan menikah jika dia hamil ?" Tanya Very lagi
"Iya"
"Baiklah, ayo kita selamatkan dia sebelum mereka melakukan apapun pada Jen" Kata Very dengan semangat*
Daron tersenyum dan menepuk pundak Very.
...Makasi buat kalian ♥️...
...maaf up nya lama🥺...