
Setelah sekitar 30 menit perjalanan akhirnya Celine,Jack,dan Jen sampai ke markas.
markas mereka berada di sebuah gedung besar, tepatnya di lantai paling atas.
"gendong bocah ini" perintah Celine
"siap laksanakan" kata jack
mereka pun berjalan masuk ke gedung dan memasuki lift untuk menuju lantai teratas.
Mereka pu sampai di lantai 20 dan Celine memerintahkan kepada bawahannya yang lain untuk mengikat Jen dengan posisi berdiri, seperti posisi digantung namun kaki jen tetap menapak di lantai.
"apa ini tidak berlebihan ?" tanya Adi
"tidak,kita harus memastikannya dengan benar,jika dia mampu bertahan maka kita akan menjadikan dia bagian dari kita hmm dan satu lagi, selidiki semua latar belakang anak ini agar kita lebih mudah untuk merekrut nya" kata Celine.
Lalu Celine,jack dan Adi keluar dari ruangan itu,sedangkan Very dan Andi ditugaskan untuk menjaga Jen.
Very dan Andi sibuk memainkan handphone masing-masing, saat kira-kira sudah 1 jam mereka memutuskan untuk tidur di atas sofa.mereka terlihat sangat kelelahan karna banyak sekali tugas yang harus mereka kerjakan.
"awww" Ringis Jen saat dia sudah sadar dari tidurnya.Jen tidak mati karna dia ditembak menggunakan senjata bius.
"dimana aku?". "apa-apaan ini?" kata jen saat menyadari dirinya diikat degan tali dalam posisi berdiri.
Jen memantau situasi sekitar ruangan tempatnya di sekap, dan tatapannya berhenti kearah 2 orang yang sedang tertidur.
"woy !" Teriak jen sampai membuat very dan andy terbangun
"ternyata kamu sudah sadar" Kata andy sambil berjalan menghampiri Jen
"lepas kan aku secara baik-baik atau kalian akan menyesal karna telah menculik ku dan jangan salahkan aku jika wajah kalian yang tampan itu akan rusak seketika" Perintah Jen dengan mata melotot
Andy tidak mendengarkan ucapan Jen dan malah tertawa kecil,sedangkan very tetap duduk santai di sofa dengan tangan berlipat di depan dada.
Saat Andy berbalik badan,Jen langsung menendang punggung Andy sampai tersungkur, hal itu membuat very tertawa
"lumayan juga tenaga bocah sepertimu" kata very sambil berdiri dan mendekati Jen.
Very pun menggenggam rahang Jen dan mendekatkan wajahnya. saat wajah mereka berada diposisi sangat dekat, Jen pun meludahi wajah Very.
Very pun bergegas ngelap wajahnya dan hendak memukul Jen namum ditahan oleh Andy.
"sabar broo, dia perempuan" Kata Andy
Jen pun tertawa "cihhh, tidak usah sok menghormati perempuan.Orang berotak dengkul seperti kalian hanya banyak bicara dan satu lagi Aku tidak takut pada kalian" kata Jen sambil menunjukan senyum sinisnya.
Tanpa aba-aba Very langsung memukul wajah Jen dengan satu kepalan tangan.
"Aku tidak se sabar Andy,jadi jangan main-main denganku " kata Very sambil menunjukan wajah marah
"hahaaaa, pukulanmu hanya membuat wajahku terasa gatal sayang" kata jen
Sebelum Very memukul Jen lagi, Andy buru-buru menariknya menjauh dan menyuruhnya untuk duduk.
Namun saat mereka menuju ke sofa, Jen mengeluarkan tenaganya dan merusak tali yang mengikatnya.
"huhhh, bahkan rantai pun tidak mampu menahanku, kata Jen.
Jen buru-buru menyerang Andy dan Very dari belakang dengan menendang keduanya sangat keras.
"sebenarnya tubuhku belum fit karna bius sialan kalian itu, tapi aku tidak akan kalah dan kalian harus menyesal karna menculikku" kata Jen di sela-sela pertarungan.
Jen pun bertarung melawan mereka berdua, Saat Andy hendak memukul namun tangannya ditangkap oleh Jen lalu Jen membantingnya ke lantai dengan sangat keras, lalu menginjak perutnya sampai Andy terkapar tak berdaya.
."sekarang giliranmu sayang, sebaiknya kau mengucapkan salam perpisahan pada wajahmu yang tampan itu" kata jen dengan nada menggoda.
"jangan banyak bicara" kata Very lalu menyerang Jen.
Jen pun mengeluarkan tenaga dalamnya dan membuat Very terhantam dengan sangat keras ke dinding dengan satu tendangan tepat di perutnya sampai Very meringis kesakitan. Jen pun langsung mendekati Very yang berusaha berdiri, Jen pun memegang kerah bajunya dan mencekiknya dengan sangat keras.
Tiba-tiba pintu terbuka, Adi dan jack sangat kaget melihat situasi diruangan itu apalagi ada bekas percikan darah di lantai. Adi pun langsung menyerang Jen saat melihat Very hampir sekarat.
Jen memang gadis SMA namun tubuhnya tinggi,tegap dab berotot.Hal itulah yang memudahkan Jen untuk bertarung melawan musuh-musuhnya.
Jen pun melepaskan tangannya dari leher andi dan membiarkannya lemas tak berdaya di lantai.
"kalian telah memancing kemarahanku,dan sekarang aku siap bertarung sampai habis-habisan dengan kalian.Aku Jen adalah seorang pendekar yang tidak akan takut pada siapapun selain Tuhan" kata Jen dengan suara lantang.
Jen pun kembali bertarung dengan Adi dan Jack.Jen mengambil besi yang ada di dekatnya dan menyerang menggunakan itu. tapi saat hendak menyerang Jack, mata Jen tertuju pada pistol yang berada di saku celananya. Jen pun menyerang jack dan secara sigap langsung mengambil senjata itu.
"hap, dapat" kata Jen sambil menodongkan senjata itu ke arah kepala Adi.
"berikan pistol itu, itu bukan pistol mainan untuk anak-anak" kata Jack
" huhhh, aku sangat lelah bertarung.
sepertinya tenagaku hampir habis" kata jen sambil ngos-ngosan. "tapi kalian cukup menghiburku"
Celine pun masuk ke ruangan itu dan terkejut dengan yang dilihatnya.
"waw, diluar dugaan. ternyata kau memang bisa diandalkan" kata Celine sambil tepuk tangan
"apa maksudmu?" tanya Jen
" mari kita bicarakan baik-baik, tapi tolong lepaskan senjatamu dari wajah anak
buahku"
tapi Jen tidak menurutinya. " hahha...kau fikir aku orang bodoh"
"aku akan menjamin keselamatanmu, kau bisa tetap memegang pistol itu. dan kau lihat tak satupun dari kami memegang senjata selain dirimu. sebaiknya kau ikut kami ke ruang rapat rahasia, kita akan membahas tentang tujuan kami membawamu kemari" Kata Celine sambil mempersilahkan Jen untuk ikut ke ruang rapatnya.
Jen pun menyetujuinya karena dia juga penasaran.
saat Celine hendak duduk di kursi kekuasaannya, Jen langsung bergerak sigap dan mendahului Celine. Lalu Jen segera duduk sambil menaruh kedua kakinya diatas meja.
Hal itu membuat anak buah Jen geram dan hendak bergerak,namun di cegah oleh Celine.
"biarkan saja, aku akan duduk di kursi ini" tepat di depan Jen.
"jadi bicarakan dengan sesingkat-
singkatnya" Kata Jen sambil mulai menyeruput kopi di depannya.
" kau akan menjadi mata-mata" kata jack
sontak saja Jen kaget sampai spontan menyemburkan kopinya tepat ke wajah Celine.