
Mereka yang mendengar perkataan Jen, langsung menepuk keningnya.
"Ini salah kita karena tidak mengajarinya" Kata Celine
Jen melirik kearah jam tangan nya, dan teringat kalau Jan tangan itu memiliki sebuah kamera.
"Aku tahu" Kata Jen
Jen lalu memotret sandi yang menurutnya bahasa alien itu menggunakan Jam nya, lalu mengirimnya ke Andy.
"Huh, syukurlah" Kata Andy
Andy berusaha untuk mengganti sandi ruangan senjata itu, tapi tiba-tiba sinyal hilang seketika.
"Sepertinya Anggota Bara sudah mulai bekerja" Katanya
Dari jauh, tiba-tiba terlihat sekumpulan orang berpakaian hitam berjalan menuju mobil Andy.
"Cepat pergi dari sana, mereka akan membunuhmu !" Kata Jack
Andy langsung menyuruh supirnya untuk tancap gas meninggalkan tempat itu menuju lokasi yang memiliki akses jaringan internet.
Saat mobil Andy sudah beranjak pergi dengan kecepatan tinggi, ternyata anggota gangster itu tetap mengikuti dengan beberapa mobil dan kecepatan yang cukup tinggi.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi di jalan raya yang cukup ramai.
Supir Andy melesat cepat dengan melakukan aksi salip-menyalip. Andy tetap mengotak-atik komputer di tangannya.
Mobil yang mengejar Andy semakin cepat dan hampir menyerempet mobil Andy.
Supir Andy pun banting setir dan menabrakkan body samping mobilnya kearah mobil yang berusaha mengehentikannya.
Chhiiiittt
Suara gesekan antara ban mobil yang begitu cepat dengan jalanan aspal.
Mobil yang terserempet pun, oleng dan menabrak trotoar jalan. Sopir Andy langsung menembak mobil itu dengan senjata api hingga meledak dan terbakar.
Aksi kejar-kejaran yang mereka lakukan ternyata berdampak pada pengguna dan pengendara lain, terjadi beberapa kecelakaan beruntun akibat tidak dapat mengelak dari aksi senonoh gangster X.
Bahkan gangster itu juga terkadang asal menembak dan menabrak mobil yang berada di dekatnya hingga terbakar.
Sopir Andy tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, terlihat 3 mobil masih mengikuti mereka dari belakang dan menembak kaca bagian belakang, namun Mobil Andi sudah di desain khusus agar tahan terhadap serangan.
"Sebentar lagi selesai" kata Andy pada Jack
"Cepatlah !" Kata Jack
Setelah selesai mengerjakan tugasnya, Andy langsung mengirim data terbaru kepada Jack agar Jack yang melanjutkannya.
"Sudah selesai" Kata Jack
"Bagus, sekarang mereka tidak bisa mengambil senjata apapun dan mereka pasti akan kalah" Kata Andy
Mobil Andy tetap di ikuti dari belakang, beberapa mobil tugas lalulintas juga ikut mengejar. Namun beberapa dari mobil aparat itu mengalami kecelakaan akibat ulah gangster X, beberapa mobil mereka tembaki dan beberapa mobil juga terguling akibat kehilangan kendali.
"Sial !, Kenapa aparat itu ikut-ikutan ?" Kata Andy
Jalan raya yang tadinya ramai dipenuhi kendaraan, dengan seketika kosong karena penutupan jalan sementara guna menghindari kecelakaan yang lebih banyak.
"Kemana kita sekarang pak ?" Tanya supir Andy
"Kembali ke markas Gangster........" Belum selesai berbicara, mobil yang dikendarai Andy tiba-tiba di Serang dengan kekuatan penuh dan hampir saja mobil mereka terhempas ke jurang sebelah.
Andy melotot melihat sebuah tank tiba-tiba berada di belakang mereka.
Andy langsung mengambil alih kemudi dan menambah kecepatan mobilnya.
Terlihat keluar sedikit asli berwarna biru dari kenalpot mobilnya.
"Mereka mau bermain-main ternyata..chih" Kata Andy
Andy melotot saat melihat ternyata ada 5 mobil berbaris menutupi jalan.
Sebelum sampai di tempat kelima mobil itu, Andy langsung mengerem mendadak hingga mobil bagian belakanganya sedikit terangkat.
Chiitttttt......
Suara desingan itu terdengar sangat kuat menembus telinga.
Andy melihat ke belakang dan ternyata Tank itu masih mengikuti dari belakang.
"Set, Pegangan yang kuat !" Kata Andy pada supirnya
""Baik pak" Kata Set
Andy kembali menyalakan mobilnya dan menaikkan kecepatannya. Ban mobil Andy menggasing dengan sangat cepat hingga bokong mobilnya bergerak-gerah kekiri dan ke kanan.
Setelah mengambil ancang-ancang, Andy langsung menginjak pedal gas.
Andy pun memutar mobilnya secepat kilat kearah tank di belakanganya.
Setelah menghadap Tank itu, Andi langsung melajukan mobilnya.
"Hanya ini jalan satu-satunya" Kata Andy
Menyadari kalau Andy akan kabur, kelima mobil langsung bersiap untuk mengejar.
Namun mereka masih menunggu tank itu menghancurkan mobil Andy.
Tak itu langsung menembak ke arah mobil Andy. Namun saat hampir mengenai, tiba-tiba tembakan itu ditangkis hingga salah sasaran.
Mereka serentak langsung menoleh kearah si penangkis dan ternyata dia adalah Celine dengan menaiki sebuah helikopter tempur.
Langsung terukir senyum di wajah Andy.
******
Jen mengambil beberapa senjata api dan beberapa bahan peledak bertujuan kecil, Namun ledakannya cukup besar. Jen juga mengambil sebuah samurai dan mengikatkannya di punggungnya beserta sebuah pisau di kantong celananya.
Setelah selesai memberikan sandi itu kepada Andy, Jen langsung keluar dari ruangan yang semakin menyeramkan itu.
Saat pintu terbuka tangan Very langsung meraih Jen, dan Jen juga meraih tangan Very. Mereka berlari dari ruangan itu karena sekitar 20 anggota Gangster senior sedang berlari kearah mereka.
"Woy berhenti !" Kata salah seorang anggota itu
"Gawat, ayo cepat !" Kata Very sambil melepas tangan Jen
Anggota gangster itu semakin mendekat, Jen pun menghentikan langkahnya.
Very yang tidak menyadari kalau Jen berhenti, tetap berlari cepat keluar dari gedung itu.
Jen langsung melempar sebuah peledak ke arah mereka
Jjedarrr
Beberapa anggota pun terhempas dan wajah mereka gosong terkena ledakan itu.
Saat anggota itu mulai berjalan menuju Jen, Jen langsung menembak mereka dengan senjatanya.
"Kalian hanya bermodalkan otot ya ? Kasian deh !" Kata Jen sambil mengeluarkan lidahnya kearah gangster itu
Mereka yang merasa kesal dan naik pitam.
"Ayo serbu !!" Kata ketua mereka
Jen langsung melempar sekitar 3 peledak dan mereka pun terkapar tak berdaya.
Efek ledakan itu sangat berbahaya, bahkan beberapa dari mereka ada yang sampai kehilangan kaki dan lengannya.
"Wow" Kata Jen
Setelah melihat mereka tidak berdaya lagi, Jen menghampiri ketua mereka dan mengarahkan samurainya ke leher orang itu.
"Cepat katakan dimana Bara !" Kata Jen dengan mata melotot
"Di lantai sembilan be...."
Orang itu langsung meledak di depan wajah Jen.
Jen yang melihat itu langsung menjauh mundur karena dari persatu tubuh mereka langsung meledak dan ledakan berasal dari jam tangan mereka.
"Sial ! ternyata aku masih dipantau. Jam itu !" Guman Jen dengan gerakan waspada
" Kontrol CCTV telah diambil alih oleh mereka, aku sedang berusaha untuk merebutnya. Tetap waspada" Kata Jack
"Baik"
"Urus dirimu sendiri, aku akan melanjutkan tugasku" Kata Jack
"Hm..." Kata Jen
Jen melanjutkan langkahnya menuju lantai di bawahnya.
"Sepertinya tadi orang itu mengatakan lantai 19" Guman Jen
Jen segera berlari menuruni anak tangga dan ternyata perjalanannya tidaklah mulus.
4 orang gangster berjalan menghalau Jen.
"Waw... ternyata gadis kecil ini punya nyali yang tinggi" Kata orang itu
Jen langsung mundur dan memasang sikap kuda-kudanya, tangan kanannya mengambil samurai yang ada di punggungnya.
"Hahaha..... cukup menarik, hei bocah manis sebaiknya kau ikut kami untuk bersenang-senang" Kata orang itu.
"Banyak bacot !" Kata Jen sambil menyerang 4 orang itu dengan samurainya
Jen secepat kilat kandung mengenakan samurai itu ke tubuh mereka
Srekk...srekkk
"Arrrghhh"
"Kaki ku" Kata seorang lagi saat kakinya tergores cukup dalam
Jen menghentikan gerakannya saat samurainya tepat mendarat di leher salah satu dari mereka.
"Sekali tebas, maka lehermu akan menggelinding ke bawah sana" Kata Jen sambil menunjuk ke arah tangga
Orang itupun menelan ludahnya. Tubuhnya bergetar hebat.
Saat sedang berbicara dengan orang itu, tiba-tiba muncul sekitar 3 orang lagi dan bergerak kearah Jen.
Jen langsung menendang orang yang berada di genggamannya hingga terguling ke tangga
."Aaaaaa...tolongg !" Kata orang itu
"Merepotkan" Kata Jen
Jen memasukkan kembali samurainya ke sarungnya dan mengambil senjata api dari kantong jaketnya.
Jdarrrr
jdarrr
Orang-orang itu langsung jatuh seketika ke lantai.
Jen kembali melanjutkan perjalanannya menuruni anak tangga. Terlihat orang yang tadi di tendang nya masih berada di anak tangga. Jen yang merasa perjalanannya terganggu, akhirnya kembali menegang orang itu hingga berguling kembali ke bawah.
"Sampah !" Kata Jen
Jen sampai di depan ruangan tempat Bara berada.
Sebelum masuk, Jen menghidupkan rokoknya dan mengisapnya.
"Huh.... terasa lebih baik" Guman Jen sambil mengeluarkan gumpalan asap dari mulut dan hidungnya
Jen mencoba membuka pintu itu, namun tidak terbuka.
Berulang kali Jen mencobanya, namun tidak bisa.
"Baiklah, lihat ini !" Kata Jen sambil melangkah mundur
Setelah mengambil ancang-ancang, Jen langsung menendang pintu itu degan sangat keras hingga pintu kayu itu lepas dan terjatuh ke lantai.
Brakkk
Suara tepuk tangan langsung menyambut kedatangan Jen.
"Welcome" Kata Bara sambil merentangkan kedua tangannya
Jen berjalan masuk dan saat dia sudah masuk, tiba-tiba sebuah pintu dari baja keluar dan mengunci dirinya dan bara di ruangan itu.
"Oh, jadi yang tadi hanya pintu palsu" Batin Jen dengan sikap waspada
Ruangan itu seketika menjadi terang karena seluruh lampu dihidupkan.
Ruangan yang dikira kecil itu ternyata adalah ruangan yang sangat besar dan terbuat dari baja.
"Tidak kusangka, ternyata kau adalah bagian dari aparat-aparat sampah itu" Kata Bara sambil menghidupkan rokoknya
"Oh" Jawab Jen singkat
Bara menepuk tangannya sebanyak 3 kali dan dari belakangnya muncul sekitar 10 orang pemuda. Tidak satupun dari mereka menegang senjata Api karena ruangan penyimpanan senjata mereka sudah disabotase oleh Andy dan Jack.
"Aku kedalam dulu, habisi bocah itu !" Kata Bara
Bara pun beranjak pergi dan Jen berusaha untuk menghentikannya. Namun saat Jen bergerak, Orang-orang itu langsung bergerak menyerang Jen.
"Kau harus habis di tanganku Bara bedebah sialan !" Kata Jen dengan pelan
Jen kembali mengeluarkan samurainya untuk melawan orang-orang itu.
Senjata Api yang dimiliki Jen hanya ada 2, jadi dia harus benar-benar berhemat.
10 orang itu langsung bergerak dan mengelilingi Jen.
Jen menarik nafasnya dalam-dalam dan menjatuhkan rokoknya ke lantai, lalu menginjaknya hingga tak mengeluarkan asap lagi.
"Serang !!" Kata mereka
Mereka satu persatu segera mendekati Jen dan berusaha menyerangnya dengan tangan kosong.
Jen dengan tidak merasa berat hati, langsung menebas mereka dengan samurainya.
."Arrgghh"
"Sakit"
Kesembilan orang yang sudah kalah pun hanya bergeletakan di lantai sambil memegangi bagian tubuh mereka yang putus dan berdarah.
Seorang dari mereka adalah seorang wanita berotot dan memegang sebilah besi berukuran 1 meter.
"Matilah kau bodoh !" Kata Wanita itu sambil berlari kearah Jen
Jen dengan sigap menangkis besi yang akan dipukulkan ke arahnya dengan samurainya.
Ternyata samurai itu mulai bengok karena tidak sebanding dengan besi milik wanita itu.
Jen langsung menendang perut wanita itu dengan kuat hingga wanita itu terdorong ke belakang.
"Chih...." Wanita itupun meludah ke lantai
Jen segera menyerang gadis itu dengan samurainya, namun ternyata samurainya patah saat wanita itu menangkisnya dengan sangat kuat menggunakan besi miliknya.
"Heh ! tangan kosong mungkin lebih baik" Kata Jen sambil menggerakkan tubuhnya dan mengeluarkan jurus-jurus seni beladiri yang dikuasainya
Jen memasang kuda-kuda sekalian mengatur pernafasan di tubuhnya agar kebal terhadap alat-alat yang berbahaya.
Wanita yang melihat Jen sedang menutup mata pun langsung berlari menuju ke arah Jen dan memukulkan besi itu ke leher Jen.
"Tidak" Kata Wanita itu
Besi yang ia pukulan ke leher Jen, justru patah menjadi 2.
"Kau memang seorang petarung, tapi jangan meremehkan kekuatan beladiri lokal " Kata Jen sambil tersenyum dan tetap menutup matanya dengan posisi kuda-kuda tengah.
Wanita itupun merasa kesal dan menjatuhkan separuh besi yang di Pegangnya ke lantai.
Wanita itu menendang perut Jen dengan kuat, Namun Jen tetap diam di tempat tanpa mengalami pergeseran.
"Ayo lawan aku !" Kata wanita itu
Jen langsung membuka matanya dan mulai menyerang wanita itu.
Wanita itu menangkis pukulan Jen dan menangkis tendangan yang dilakukan Jen dengan bertubi-tubi.
"Aku tidak punya urusan denganmu, pergilah sebelum aku marah" Kata Jen dengan nada tenang
Wanita itu justru semakin marah dan langsung menendang kepala Jen hingga Jen terdorong dengan keras ke tembok.
Mereka kembali beradu pukulan dan tendangan, bahkan sesekali mereka juga saling menjambak rambut satu sama lain.
Saat tangan kanan Jen menjambak rambut wanita itu, tangan kirinya langsung menghantam wajah wanita itu beberapa kali hingga dagu wanita itu lebam dan darah muncrat dari dalam mulutnya.
"Tendangan terakhir" Kata Jen sambil melayangkan 1 tendangan kuat ke perut wanita itu.
Wanita itupun langsung tak sadarkan diri di lantai.
"Cihh..ternyata ototnya saja yang besar " Kata Jen.
Jen segera berlari menelusuri ruangan itu untuk menangkap Bara.
Baru saja Jen menang dan sekarang Jen mendapat rintangan yang lebih gawat lagi.
******
Very sudah sampai di lantai 1 dan melihat puluhan anggota gangster X sedang berlalu lalang. Very menghentikan langkahnya dan berusaha bersembunyi di balik tembok.
"Kita disini dulu, mereka terlalu banyak" Kata Very dengan suara pelan.
"Hmm" Kata seorang wanita
"Pelankan suaramu" Kata Very.
Very pun menoleh ke belakang dan melihat Ana. Very yang kaget langsung mengeluarkan suara
Ana tersenyum lebar dan memanggil anggota lainnya untuk segera menangkap Very.
"Matilah kau !" Kata Ana
Saat sudah hampir menangkap Very, tiba-tiba Ana tertembak sebuah peluru yang berasal dari luar.
Darrrr
"Aahhhh" Kata Ana sambil memegangi ginjalnya yang tertembak.
Ana pun terjatuh ke lantai dan langsung tak sadarkan diri.
Ternyata Adi datang beserta 100 prajurit aparat dan dilengkapi persenjataan lengkap.
Adi langsung memerintahkan anggotanya untuk segera berpencar dan menangkap seluruh anggota Gangster X.
"Anggota kita sudah ku tugaskan untuk menangkap seluruh anggota gangster yang sudah terlacak lokasinya di luar sana" Kata Adi
"Untung kau tepat waktu" Kata Very sambil menepuk pundak Adi
"Jen hilang kontak" Kata Adi
"Dia pasti baik-baik saja, biarkan dia membalaskan dendamnya dengan tangannya sendiri." Kata Very
"Iya, sebaiknya kita segera bergerak mencari Jaya"
Adi dan Very pun beranjak pergi mencari keberadaan Jaya, karena Jaya sangat menghalangi pekerjaan Jack.