Before The Sunrise

Before The Sunrise
eps 15 Latihan



"Gausah ikut campur !!!" Kata Arya


"kenapa ? apa kalian takut " Jawab Darma sambil terkekeh


"Darma, sebaiknya kau mundur !!! kaki mu juga belum sembuh total !!" Perintah Jen


Sebelum Darma menjawab, Andri lagsung menyerang Darma dengan menendang perutnya lalu Arya dan Leon menyerang Jen secara bersamaan. Pertarungan semakin sengit saat Jen melawan Arya dan Leon dengan mudah.


"Dasar bocah-bocah lemah!!!!" Kata Jen


Saat Leon maju untuk menyerang, Jen menendang perut Leon dengan kuat sehingga Leon terlempar beberapa meter dan tersungkur ke tanah.


"Awwww....." Ringis Leon sambil memegangi perutnya yang sangat sakit


Arya langsung mendaratkan tendangannya kepada Jen, namun ditangkap oleh Jen.


Arya pun kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tubuhnya terjatuh ke tanah.


Brukkkk


Murid - murid yang menonton pun semakin menegang dan menjerit memberikan semangat kepada Arya dan teman-temannya. Sedangkan Dika hanya menonton dengan tangan sedikit gemetar,dia masih ingat rasa sakit yang di berikan Jen padanya waktu itu.


Saat Arya berusaha untuk berdiri, Jen langsung mengunci leher Arya dengan kedua kakinya, hingga Arya benar-benar tidak bisa bergerak lagi. Kalau dia bergerak, Jen akan lebih menguatkan kunciannya di leher Arya.


"Bertahanlah sampai Guru datang kesini !!!" Kata Jen pada Arya sambil memandangi pertarungan Darma dan Andri.


Disisi lain Darma bertarung melawan Andri.


Kalau hanya untuk melawan Andri tentu saja Darma tidak kesulitan dibandingkan melawan preman jalanan yang memiliki tubuh besar dan kekar.


Andri hendak menendang kepala Andi, namun tiba-tiba Pak manurung datang dengan membawa rotan berukuran hampir 2 meter


"Bubar kalian !!!!!" Bentak Pak manurung


Jen pun melepaskan kunciannya dari Arya.


Dan Siswa/i yang menonton pun membubarkan diri karena mereka takut pada Pak manurung.


"Pulang kalian semua pulang !!!! dasar anak-anak setannnn!!!!" Kata pak manurung dengan nada keras


Jen pun mengambil tas nya yang di letakkan di atas tanah, lalu mendorong motornya keluar gerbang dengan dibantu oleh Darma.


"Awas kalian !!!" Kata Leon kepada Jen dan Darma dari dalam mobil.


"Oh iya, kutunggu orangtua kalian besok disini. Aku tau kalian pasti akan mengadu dan meminta ganti rugi kepada orangtua ku karena sudah membuat kalian babak belur. Hahaha..." Kata Jen dengan nada mengejek


Arya, Leon, Dika dan Andri tidak menghiraukan perkataan. Mereka segera pergi dengan melajukan mobilnya.


Setelah suasana sepi Darma pun bertanya


"Darimana kau mencuri motor ini?"


Jen yang tidak terima atas perkataan Darma pun menjewer telinganya sampai merah


"Awww awww....Sakit bodoh!!!" Kata Darma sambil memegangi telinganya yang terasa sakit dan panas


"Makanya kalau punya mulut itu dijaga kampret" Kata Jen sambil tertawa


"Jadi darimana motor ini?"


"Aku membelinya dan sekarang aku sudah menjadi orang kaya. Jadi kalau kau butuh sesuatu minta saja padaku" Kata Jen sambil menaik turunkan alisnya.


"Kok bisa?"


"Ada deh rahasia, tapi jangan beritahukan masalah ini pada keluarga ku ya!!! Kalau sampai kau bocorkan maka akan ku jahit mulutmu" Kata Jen


"Siap boss" Kata Darma sambil menoyol kepala Jen


"U uhh" Ringis Jen


Darma bukan orang yang terlalu kepo dan ikut campur atas kehidupan orang lain, terutama saat orang itu sudah mengatakan "rahasia".


"Lalu sekarang kau mau kemana?"


"Bengkel !!"


"oh, di dekat sana ada bengkel biar babang Darma yang bantu dorong" Kata Darma dengan mengedipkan sebelah matanya


"Oke abang" Kata Jen dengan membalas kedipan mata Darma


Lalu mereka sama-sama tertawa melihat kekonyolan mereka sendiri


Darma dan Jen mendorong motor sampai ke bengkel yang berjarak 200 meter dari sekolah dan membiarkan kang bengkel memperbaiki motornya


"Hmm...aku pulang duluan ya jen"


"Kenapa?" Kata Jen sambil memonyongkan bibir nya


"Aku baru ingat, sekarang ada kunjungan keluarga ke rumahku"


"iya bye"


Darma pun pergi meninggalkan Jen di bengkel itu.


Jen duduk di bangku tunggu, setelah 10 menit dia pun merasa ngantuk dan tidur dibangku itu dengan merebahkan tubuhnya karena bangku itu cukup panjang.


*****


"Aduuhh...mana Bocah kampret itu?" Gerutu Adi


Adi sudah menunggu lama di lokasi, tadi dia memberi izin Jen untuk berkelahi. Lalu setelah setengah jam menunggu Jen tidak muncul-muncul.


Saat sedang menunggu, telfon Adi pun berbunyi


"Kenapa kalian belum latihan?" Tanya Celine


"Bocah itu belum datang buk"


"Jemput sekarang, lacak lokasinya!!"


"Ba....."


Tanpa menunggu jawaban Adi, Celine langsung menutup telfonnya


Tuttt...tuttttt.....


"Sial......Kemana bocah itu?" Batin Adi sambil menelfon Jen berkali- kali tapi tidak diangkat


"Awas kau nanti!!!" Kata Adi, lalu berangkat menuju lokasi Jen yang dilihat dari GPS.


Sesampainya di Bengkel, Adi langsung keluar dari mobil dan menghampiri Jen.


"Astaga, bocah ini !!!" Kata Adi saat melihat Jen tertidur pulas disebuah bangku panjang


dengan mulut terbuka lebar sekaligus ngorok.


"Apa gadis itu temanmu?" Kata salah satu pekerja bengkel


"Ahhh iya" Kata Adi dengan ragu


"Biar saya bangunkan dia. Dia yang tidur kami yang malu" Kata Pekerja itu sambil menatap kearah Jen yang tidur


"Ti...tidak usah, biar saya saja"


Adi pun mengambil oli bekas yang ada disitu dan mencipratknnya ke wajah Jen sampai wajah Jen dipenuhi cipratan oli bekas.


"Aisshhh....hei !!!" Bentak Jen saat sudah bangun


"Apa haa???, aku menunggumu sampai berjamur disana dan kau dengan santainya tertidur disini !!!. Kau digaji bukan untuk tidur, ayo cepat masuk ke mobil" Bentak Adi


" Tapi motorku?"


"Nanti saja!!!"


"Baiklah, aku akan ke toilet dulu untuk mencuci wajahku" Kali ini Jen tidak marah karena ini memang salahnya, dia membuat Adi menunggu lama dan dia malah tertidur.


"Tidak ada waktu, lap saja pakai tisuue"


"Huh, galak sekali dia" Guman Jen


Jen dan Adi berangkat menuju lokasi latihan Jen. Setelah 30 menit mereka pun sampai


"Ganti baju di dalam mobil saja" Kata Adi


"oke"


Setelah Ganti baju, Jen keluar dari mobil.


Adi pun tercengang dan melotot dengan penampilan Jen.


Jen memakai celana Jeans hitam panjang dengan model over size dan memakai kaos singlet putih sebatas dada yang hanya menutupi setengah tubuhnya.


Pakaiannya itu membuat Otot-otot lengan Jen terlihat dengan jelas, terutama otot dibagian lengan dan perutnya yang berbentuk petak-petak.


"Dia benar-benar menyeramkan" Batin Adi


"Apa???" Kata Jen


"Ti...tidak ada, sebaiknya kita masuk kedalam" Kata Adi


Sesampainya di dalam, Jen melotot melihat arena latihannya


"Hei....apa-apaan ini ???, apa kalian fikir aku akan menjadi peserta Sasuke Ninja Warior ????" Tanya Jen saat melihat tempat latihannya sama persis dengan acara Sasuke Ninja Warior yang banyak dipertandingkan di berbagai negara.


Bahkan ada bangunan tinggi yang mirip midoriama di ujung rintangan