Before The Sunrise

Before The Sunrise
eps 2



"kalian bertiga keluar selain Jen !!!" perintah pak manurung.


Arya,Leon,dan Andri pun keluar meninggalkan ruangan BK tak lupa mereka juga memberikan senyum sinis kepada Jen.


"Jen!" panggil pak manurung


"iya pak" jawab jen


"kamu pasti tau apa yang akan kmu alami,saya sebenarnya kasihan kepada kamu tapi ini tidak bisa di toleransi,kalau saya tidak memberikan SPO kepada kamu


maka murid lain akan merasa cemburu dan merasa tidak adil kamu juga tau kalau sekarang Dika sekarat karna ulah kamu.karna itu....."


"saya tau pak" potong Jen.


"baik sekarang kamu boleh keluar dari ruangan saya dan ikutilah pelajaran dengan baik di kelas mu !!"


"baik pak terimakasih" kata Jen lalu pergi keluar ruang BK.


Keluar dari ruangan BK Jen tidak langsung menuju ruang kelas, tapi pergi ke toilet untuk menenangkan diri sejenak sambil menangis.


Jen memang wanita kuat dan jago beladiri Dia juga Atlet pencak silat nasional karna itulah otot-otot tubuhnya terbentuk terutama pada bagian lengan,namun tertutupi oleh seragam sekolahnya yang sengaja Jen beli dengan ukuran besar.


terkadang Jen menangis di kamar mandi agar tidak ada yang melihatnya, ketika dia diam saja sudah di bully apalagi kalau ada yang tau kalau Jen menangis.Jen sebisa mungkin terlihat tegar dan baik" saja agar tidak ada yang meledeknya lebih parah lagi.


kalau masalah teman, Jen hanya memiliki satu teman yaitu Darma.


*****


"juara 1 untuk tarung puteri kelas C dimenangkan oleh Jen " teriak pak wasit.


Jen pun maju ke podium untuk mengambil


medali nya.


saat pulang dari GOR tak sengaja jen bersenggolan dengan seorang laki-laki


Dia adalah Darma


"kamu Jen kan?" tanya Darma.


"iya saya Jen,kamu Darma kan? juara 2 seni tunggal tadi?" kata jen.


"iya salam kenal ya aku berharap semoga kita bisa menjadi teman akrab dan bisa saling berbagi ilmu" lalu Darma menjulurkan tangannya, Jen pun menanggapi dia merasa bahagia bahkan sangat" bahagia karna akhirnya dia mempunyai teman sebaya.


" hei" panggil seseorang dari belakang kepada Jen


"ohh aku siswa disini"


"kok kita gak pernah ketemu?"


"iya aku jarang keluar kelas"


Sejak saat itu Jen semakin akrab dengan Darma, dan Darma pun menganggap Jen sebagai sahabat terbaiknya ia berjanji akan selalu ada untuk Jen disaat Jen membutuhkannya.


*****


Darma berlari ke kelas Jen yaitu XII-IPA 5,


ia sangat khawatir mendengar kabar yang sedang geger di sekolahnya mengenai pertarungan tadi pagi,apalagi Jen sendiri melawan 4 orang anak laki-laki berandalan itu.Darma tau Jen tidak akan mudah dikalahkan tapi ia tetap khawatir akan keadaan sahabatnya itu,dulu Jen pernah berkelahi melawan 2 orang preman yang mengganggu anak-anak pengamen jalanan


dan Jen menang telak melawan mereka bahkan Jen menghajar mereka dengan sangat mudah,hampir saja salah satu preman itu sekarat kalau tidak ada polisi yang melintas saat itu.Namun tetap saja Darma khawatir pada kondisi jen saat ini.


sampai di kelas Darma langsung menghampiri Jen dan memberikan banyak sekali pertanyaan.Tapi Jen bukannya menjawab pertanyaan Darma ia tersenyum dan menjewer telinga Darma


"awww sakit goblok" ringis Darma


" lagian kamu sok khawatir,emang kamu lupa aku ini peratung hebat" kata Jen sambil menunjukan otot lengannya.


"hadehhh iya lah iya" kata Darma sambil berjalan meninggalkan kelas Jen.


pulang sekolah Jen tidak langsung kembali ke rumahnya, ia selalu menyempatkan waktunya untuk ke bawah flyover tempat para gelandangan mencari nafkah.Jen kesana bukan untuk ikut bekerja tapi untuk mengajari mereka membaca dan berhitung.


Jen bukan anak yang pintar di sekolahnya tapi ia memiliki hati yang mulia


"setidaknya aku bisa membaca dan berhitung,hal itu sudah cukup untuk mengajari mereka sesuai pengetahuanku" batin jen.


Setiap pulang sekolah ia selalu menyempatkan diri untuk mengajar para orangtua dan anak-anak gelandangan disana,terkadang mereka adalah alasan Jen untuk tetap tegar menjalani kehidupannya yang pahit.


Jen selalu mengingat nasehat ibunya


"jangan pernah melihat keatas tapi lihatlah ke bawah,banyak sekali orang yang menderita dan tidak seberuntung kita,maafkan ibu yang tak waras ini Maafkan ayah yang selalu menyiksa mu dan maafkan teman-temanmu yang selalu melakukan hal buruk padamu jen.ibu mohon tetaplah bersyukur dan tetaplah hidup sayang" ucap ibu Jen saat Jen ingin bunuh diri pada saat itu.


itu adalah kata- kata yang sangat melekat di fikiran Jen,yang selalu memberi jen kekuatan untuk hidup.


lanjut gak ya?????


jangan lupa vote nya syg😘