
"Heh...dengan begini, kau tidak akan bisa bertarung lagi"
Brukkk.....
Jen menendang wajah preman itu hingga terdorong jauh dan terpental.
Setelah menendang preman itu, Jen mendaratkan tubuhnya dengan cara salto agar terlihat keren.
Jen termasuk salah satu orang yang haus akan pujian. Makhlum lah, Jen jarang dipuji (^.^) jadi Jen mengusahakan agar melakukan gerakan keren disetiap pertarungannya.
Setelah Jen mendarat di tanah usai melakukan gaya salto nya, Jen tiba-tiba kehabisan tenaga dan hampir terjatuh ketanah kalau dia tidak menahan tubuhnya menggunakan golok yang dipegangnya.
"Aisss....Lemah ! lemah !" Gerutu Jen pada dirinya sendiri
Jen hanya bisa menatap kearah preman dan aparat yang sedang bertarung itu, sambil mengatur nafas nya dan mengumpulka. tenaganya kembali.
Kelihatannya preman- preman itu kalah telak.
Jen mengarahkan pandangannya kearah aparat yang melindunginya hingga tewas tadi dan berjalan pelan menghampirinya.
Jen terjatuh dan terduduk di samping Zenajah aparat itu sambil memeluk jasad aparat itu.
"Terimakasih kak. Selama aku hidup, aku tidak pernah dilindungi, dan kehadiranku tidak pernah dianggap penting !. Tapi sekarang ada seseorang yang datang untuk melindungiku hingga nyawanya hilang dan memberikan kepercayaan padaku.
Aku berjanji diatas kematianmu, aku akan menyelesaikan misi ku nanti dan aku akan membalaskan kematianmu" Kata Jen
Aparat itu adalah teman latihan Jen saat berlatih ninja kemarin.
Setelah melepas pelukannya, Jen menatap kearah ketua preman yang tak berdaya itu dan mulai bangkit berdiri dengan menggenggam kuat goloknya.
"Semua ini karena mu ! aku tidak akan membiarkan kalian keluar dari sini dengan selamat !" Kata Jen dengan keras sambil berlari dengan tenaga yang tersisa untuk menanancapkan goloknya ke kepala preman itu.
Namun tiba-tiba salah satu aparat datang dan mencegah Jen dengan memeluknya dari belakang
"Awass ! Orang itu harus mati di tanganku !"
Bentak Jen
Preman itu hanya berdiri dan mematung
" Maaf kami hanya preman bayaran" Kata preman itu sambil mengambil samurainya dengan tangan kirinya dan menancapkan nya tepat di jantungnya, lalu preman itu mati.
"Tidakkk, kau seharusnya mati ditanganku, ini tidak adil !, Aku tidak terima !" Kata Jen dengan berteriak meronta-ronta agar dia dilepaskan.
Tiba-tiba dari luar gerbang sudah ada banyak Aparat yang datang dan menendang gerbang sekolah sampai lepas dan mereka membawa senjata Api, lalu mengarahkan nya kepada 7 orang preman yang tersisa.
"Angkat tangan dan ikut ke mobil atau kalian kami tembak !" Kata salah satu aparat yang baru datang.
Ketujuh preman itupun mengangkat tangan dan mengikuti instruksi Aparat.
Namun sebelum mereka keluar dari gerbang, Jen langsung berlari dan menendang salah satu punggung preman itu hingga terjatuh dan menimpah salah satu anggota Aparat.
Brukkkk
"Hei, A...a..pa yang kau lakukan !!!" Kata aparat yang tertimpah itu dan langsung terdiam saat melihat baju Jen di lumuri banyak darah, bahkan lengannya pun terdapat luka sayatan dan lengan bajunya robek.
"Nak, kamu akan kami bawa sebagai saksi di kantor nanti" Kata salah satu aparat
"Tidak !, bawa saja mereka !" Kata Jen saat melihat para guru datang menghampiri ketempat mereka
Jen merasa sesak nafas dan akhirnya terjatuh
Brukkk
Gelap
"Jen !" Kata Guru-guru sekitar
Jen dibawa ke UKS untuk mendapatkan penanganan. Namun setelah 5 menit, Buk Aan menyarankan agar membawanya ke Rumah Sakit terdekat.
"Bagaimana dengan pakaiannya ini?" Tanya pak Danu
"Tidak masalah, biar pihak RS yang akan menangani nya" Kata Buk Aan
Jen pun di bawa ke RS menggunakan Mobil Kepala sekolah.
Para Aparat pun membawa 3 Jasad untuk di kembalikan ke keluarga masing-masing.
"Baik pak, terimakasih"
"Kami mohon pamit"
Setelah kepergian para Aparat dan kepergian Jen, Para siswa keluar dari kelas masing-masing dan menghampiri TKP.
"Aku tidak pernah melihat kejadian ini"
"Tadi itu sangat mengerikan"
"Dia benar-benar wanita monster"
"Cikup !!!" Bentak pak manurung saat mendengar ucapan mereka
"Yang saya katakan itu benar pak" Kata siswi itu
"Saya tahu kalau kaliat tidak punya hati nurani, tapi tidak mungkin kalian tidak punya otak" Bentak pak manurung, lalu pergi meninggalkan TKP
"Huh...kenapa wanita monster seperti dia selalu dibela?"
"Apa kalian tidak sadar ? Jen melindungi kita semua. Dia bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi kita, kalau dia dan 5 aparat itu tidak melawan maka kita sudah mati dari tadi !" Kata Darma dengan emosi melihat sifat teman-temannya itu.
Mereka pun terdiam mendengar perkataan Darma. Ada yang merasa bersalah dan ada juga yang terap tidak perduli.
Bel masuk berbunyi dan para murid berlarian masuk kedalam kelas. Mereka tidak dipulangkan sesuai perintah Aparat tadi dan mereka akan diberikan arahan untuk tidak menceritakan apapun mengenai kejadian tadi, karena itu adalah perintah Celine
*****
Di luar gerbang, terparkir sebuah mobil berwarna hitam.
"Apa kita perlu membantu ?" Tanya Jack pada Celine
"Tidak perlu, kita akan melihat batas kemampuannya. Beritahukan pada Adi untuk mengirim 5 orang aparat untuk membantu Jen, tapi jangan bawa senjata Api"
"Baik"
Celine dan Jack sudah berada di dalam mobil itu sejak saat 10 preman itu datang.
Mereka sebenarnya hanya bermaksud memantau sekolah Jen saja, namun tidak disangka kalau sekolah itu akan diserang.
Mereka berdua hanya duduk dan menyaksikan pertarungan itu melalui layar komputer yang telah di hubungkan ke setiap CCTV disana.
Jack kaget saat melihat Jen menancapkan belati di bahu preman itu dengan santai dan kejam. Terutama saat Jen memotong tangan ketua preman itu.
Berbeda dengan Jack, Celine justru sangat tertarik dan merasa kagum dengan Jen.
"Dia memang baik hati, tapi tidak menutup kemungkinan kalau dia memiliki sisi kejam"
Kata Celind dengan senyuman lebar.
tuttt....tuttttt (Suara telphone Celine)
"Siap, saya hadir pak" Kata Celine
"Saya mau kalian melatih anak itu dengan benar dan tepat. Sudah saya putuskan kalau minggu depan dia akan menjalankan misi bersama kalian berlima" Kata Dani
"Baik pak, saya mengerti"
"Bagus"
Tuttt.....(menutup telphone)
"Kejadian ini akan menjadi berita besar dan mungkin akan menjadi trending topik.
Kalau itu terjadi maka identitas Jen akan terkenal. Jen akan kesulitan untuk menjalankan misi nya" Kata Celine pada Kack
"Baik buk, saya mengerti" Kata Jack sambil menghapus semua rekaman CCTV di sekolah itu, agar tidak terekspos ke media"
"oke, ayo pergi" Kata Celine
Jack pun melajukan mobilnya dan menuju markas.
Setelah sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai.