Before The Sunrise

Before The Sunrise
eps 4



Jen merasa lelah bergantung di sini,diapun mengeluarkan tenaganya untuk merusak rantai itu. setelah lepas Jen menemui ibunya


"Jen pergi bu,jaga diri ibu baik-baik ya.Jen pasti kembali tapi untuk beberapa hari jen tidak bisa pulang" kata jen sambil mencium tangan ibunya


"jaga dirimu baik-baik Jen" kata ibunya sambil cengengesan


ibu Jen memang gila, tapi terkadang dia juga sedikit waras dan masih bisa memberikan nasehat pada anak-anaknya.walau kadang sering melantur dan tidak nyambung.


"enzel !" panggil Jen pada adiknya


"iya kk?"


"kk harus pergi,jaga ibu baik-baik ya, kau harus bisa mengurus dirimu saat akan pergi kesekolah"


"kk mau kemana?"


"tidak perlu kau tau, tapi kk pasti akan kembali". lalu Jen mencium kening enzel dan segera pergi sambil membawa tas ransel yang berisi beberapa pakaian.


Jen menyusuri jalanan kota dengan berjalan kaki, dia bingung harus pergi kemana.


karna merasa lelah akhirnya Jen memutuskan untuk duduk sejenak di sebuah gang sempit dsambil memakan roti dan meminum air putih untuk menghilangkan dahaganya.


"jen" !


"ehh Darma, ada apa?"


"tadi aku kerumahmu dan katanya kau kabur dari rumah, lalu kemana tujuanmu sekarang?"


"entahlah"


*****


"Kita harus segera menyelidiki kasus ini dan menyelesaikannya sebelum organisasi gelap itu memakan nyawa lebih banyak lagi" kata seorang wanita yang terlihat agak kejam dan tegas kepada bawahannya.


saat jen mulai melangkah untuk kembali melanjutkan perjalanannya tiba-tiba ada 3 orang laki-laki dewasa yang menghalangi langkah Jen dan Darma.


mereka adalah preman sekitar Jalan itu, mereka meminta agar Jen menyerahkan tas dan hp nya. mereka mengancam Jen dan Darma menggunakan pisau belati.


Emosi jen langsung meledak "bagus kalian datang,jadi kalian bisa menjadi boneka untuk melampiaskan kemarahanku setelah dihajar ayah ku tadi" ucap Jen dengan senyum sinis nya.


"Dasar bocah sialan" kata salah satu preman itu dan ingin memukul Jen,tapi Jen menangkap tangan orang itu dan membantingnya dengan keras ke tanah,setelah tergeletak Jen langsung menginjak perutnya dengan kuat sampai keluar darah dari mulut orang itu.


Kedua temannya pun ikut menyerang,Darma menghalau satu preman dan mengambil alih untuk menghajarnya.


Preman itu menendang Darma dan memukulnya dengan secepat kilat, Darma memang anak silat tapi dia tidak terlalu terlatih untuk bertarung. Darma pun terjatuh dan berusaha bangun, Darma dan Jen berdiri saling membelakangi seperti gaya di film" action yang biasa mereka tonton.


"maju kalian para bedebah sialan" kata Jen dengan gaya merendahkan


"dasar wanita jalang" cihh kata salah satu preman sambil mulai menyerang.


Jen dan Darma menyerang dengan tempo dan gerakan yang terarah, mereka saling melindungi satu sama lain. namun hal itu tidak berselang lama,mereka pun terpisah,Darma melawan 1 preman dan Jen melawan 2 preman.


"ternyata hanya segini kemampuanmu"kata orang itu ke Darma.


orang itupun membantu kedua temannya untuk menghajar Jen. "chihhh, aku senang melawan kalian bertiga. jadi mari kita bersenang-senang" kata jen.


mereka bertiga pun mulai menyerang Jen secara bersamaan, namun Jen memegang tiang di belakangnya dan naik menggunakan tangannya, lalu kedua kakinya menendang 2 preman sampai terjatuh, lalu Jen turun dari tiang itu dengan gaya salto sambil mendaratkan pukulan keras kepada 1 preman lagi.


Pertarungan itu terjadi semakin seru dan Jen semakin semangat melihat 3 lawannya yang mulai kewalahan.


Setelah mereka bertiga tidak sanggup lagi, akhirnya pun mereka melarikan diri. Jen pun tersenyum puas.


saat hendak menghampiri Darma tiba-tiba ada yang menembak Jen menggunakan senjata api hingga Jen terjatuh dan mati ?.


"Jennnn !" tetiak Darma sambil mengeluarkan air mata.


Orang misterius yang menambak Jen pun mendekati Jen dan membawanya masuk kedalam sebuah mobil hitam. Suasana di sana cukup sepi,sehingga tidak ada warga yang mengetahuinya.


*****


"Berhenti !" kata wanita itu untuk menghentikan mobilnya


"ada apa buk"?


"lihat kesana"


Celine tak sengaja melihat pertarungan antara Jen,Darma,dan preman-preman itu.


"Apa kita harus menolong mereka berdua buk?"


"Tidak perlu,kita lihat saja sampai selesai"


"baik buk"


Celine yang melihat pertarungan itu sambil senyum-senyum. "sepertinya anak perempuan itu akan berguna" katanya pada bawahannya.


" ya buk,saya juga berfikir demikian"


"jack !"


"ya buk ?"


"pakai penutup wajah ini,dan bawa senjata api. Tembak gadis itu dari belakang,lalu bawa dia kesini !"


"sesuai perintah ibu,akan saya laksanakan"


Jack pun keluar dari mobil dan berjalan dengan sangat tenang mendekati Jen dari belakang, setelah menurutnya situasi aman dan sepi jack langsung menembak Jen dari belakang dan menggendongnya menuju mobil Celine.


"segera ke markas !" perintah Celine


"baik buk"